Kisah ini sudah saya posting di salah satu blog saya.
Sekuntum Bunga Sepatu 
"Bunda....." teriak Razka berlari masuk dari jalan-jalan paginya.
"Iya nak...." jawabku tak kalah seru.
Tubuh setengah gempalnya hampir saja menubrukku, saking cepatnya berlari seraya 
mengulurkan kedua tangan mungilnya ke arah ku. Dan... "Ini" ujarnya polos. What 
a surprise.... Razka memberikan sekuntum bunga sepatu yang sudah pasti 
dipetiknya dari koleksi rumah tetangga :D
"Thank you so much baby. Uch so sweet. You really my good boy" ujar saya 
berseri-seri dan 'mbrebes mili'. Razka tersipu malu dan ngeloyor pergi.
Semenit kemudian Razka berbalik ke tempat saya berdiri takjub dan dengan wajah 
polos berkata "Mbang bawa, wat oma aja" (baca: kembangnya di bawa buat oma 
saja) GUBRAK saya ke-ge-er-an :p Ternyata tadi cuma simulasi ya, batin saya. 
Baiklah nak, mari bunda antar Razka ke rumah oma, seperti biasa setiap pagi.

Gak apa, bunda berbesar hati kok. Memang bunga itu seharusnya buat oma. Sebagai 
tanda terima kasih bunda pada oma atas keikhlasannya menjaga Razka setiap hari.
Saya yakin hal seperti ini juga sering terjadi pada ibu bekerja yang 
mempercayakan pengasuhan buah hatinya pada orang tua, mertua atau siapa saja 
yang dipercayanya. Dan kerelaan ibu bekerja untuk membagi cinta anaknya pada 
"sang pengasuh". Serta kebesaran hati menerima kenyataan bahwa terkadang si 
anak lebih 'lulut' pada 'orang-orang spesial' di luar orang tua.

say it with flower
-bundanya Razka, 3 Dec. 2009-
   
Widya D. Setyawati 
[email protected] 
[email protected] 
ph.: 021-31931935
http://oui-day.blogspot.com
http://masrazka.multiply.com
YM: widya.setyawati 



      

Kirim email ke