Xixixixi, gue banget.
Cuman ada perbedaan, kalo putri saya sakit, biasanya istri akan selalu 
menunda ke dokter. nah yang saya bentak biasanya istri. :P:P.
xixixi. abis khawatir.
belum ngalamin anak di telp2 cowok. mesti siap2 nih.


DJ

[email protected] wrote:
> Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja 
> diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang 
> sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering 
> merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin 
> karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, 
> tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk 
> menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering 
> mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa 
> bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang 
> kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang 
> anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik 
> sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu 
> di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu 
> roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi 
> sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan 
> menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI 
> BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, 
> Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita 
> beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa 
> tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu 
> dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai 
> kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum 
> air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan 
> lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. 
> Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk 
> dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak 
> boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi 
> Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah 
> itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan 
> yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... 
> Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak 
> dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi 
> dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau 
> bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool 
> sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang 
> ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? 
> Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan 
> untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. 
> Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang 
> dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu 
> berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati 
> Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena 
> hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya 
> akan segera pergi meninggalkan Papa" Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit 
> memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa 
> seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan 
> masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat 
> pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis 
> dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di 
> bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa 
> hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk 
> berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu 
> erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut 
> matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa 
> melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. 
> Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang 
> pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras 
> mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. 
> Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia 
> tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut 
> Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat 
> ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa 
> pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu 
> diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan 
> memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas 
> melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah 
> menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan 
> meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat 
> berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang 
> akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk 
> di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas 
> menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di 
> hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? 
> Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam 
> lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai 
> dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita 
> yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..." Setelah itu Papa hanya 
> bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk 
> menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta 
> lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah 
> menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok 
> yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak 
> menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . 
> Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam 
> segala hal.. OLEH KARNA ITU SAYANGI PAPA,AYAH,BAPA KITA SELAMA DIA MASIH ADA
> Powered by Vera's Strawberry®
>
> ------------------------------------
>
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
>
> Info Belanja si Kecil: [email protected]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>   




------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke