hi bunda semuanya ...
boleh cerita ya?
sudah sejak akhir bulan puasa, okta tidak mau lagi dikeloni mama (papanya) lalu 
tiba-tiba dia tidur menggelosor di lantai sebab kami berdua sudah di tempat 
tidur. akhirnya saya belikan dia tempat tidur sendiri. baru kemarin. saya 
tanya, mau di kamar depan atau kamar sini saja? disini saja (kamar kami), 
jawabnya. kamar depan itu kamarmu, nak. tapi, ganteng nggak bisa lihat mama, 
katanya lagi. saya terharu dan memeluknya. jadilah kamar sempit makin sempit 
karena 2 tempat tidur berjejer. okta mau di tempat tidurnya sendiri. tetapi 
saya yang sedih. semalaman saya tidak bisa tidur. menatap anakku terlelap. 
terlihat belum nyaman tapi dia teguh untuk tidur sendiri. betapa cepat waktu 
berlalu. rasanya belum lama memeluknya masih bayi merah di pelukan saya.
ketika bulan juli lalu masuk sekolah pertamakalinya, saya khawatir okta akan 
menangis, atau menolak masuk, atau menggelendoti saya, atau keluar masuk 
mencari saya. papanya ikut mengantar dan khusus mengambil cuti untuk itu. 
ternyata tidak terjadi apa-apa. okta masuk sekolahnya. bertemu dan bersalaman 
dengan gurunya dan meskipun masih canggung, berusaha mengamati teman-teman dan 
berbaur dengan mereka. dan sampai hari ini okta tetap senang ke sekolah. 
sebelum iduladha, sekolahnya pergi mengunjungi peternakan. mereka menyewa 
kendaraan umum. saya juga ikut bersiap siapa tahu okta minta saya ikut. 
ternyata tidak. mama pulang saja. ganteng sama bu gulu. lalu dia mendekati 
salahsatu gurunya. bu gulu, ganteng mau pake switel. ail minum sama tasnya 
dibawa lihat hewan qurban. saya mengamati saja. sebelum angkot berangkat, saya 
tanya lagi. mama nggak ikut? nggak, sama bu gulu aja. lalu bersalaman dan dia 
duduk manis disebelah gurunya. uhu uhu ...
okta sudah tidak mau lagi dicium didepan "umum" - disekolah. okta sudah tidur 
sendiri. melepas bajunya sendiri sebelum mandi.
mengapa saya ceritakan ini? tadinya saya menganggap hal ini masih lama akan 
terjadi. sebab sejak okta lahir saya yang memandikan, menyusui, mengasuh, dan 
semuanya. tidak ada pembantu atau baby sitter. sampai usia setahun kami tinggal 
di kompleks yang sepi. okta tidak punya teman dan tidak ada tetangga. setelah 
pindah pun, okta belum punya teman. jadi sebagian besar waktunya dihabiskan 
dengan saya - dan papanya kalau hari libur. 
dulu kadang saya iri melihat ibu yang bekerja dan meninggalkan anak dengan 
pengasuh saja. tetapi hari ini saya merasa semua yang saya tinggalkan demi anak 
terbayar lebih dari yang seharusnya. seingat saya, tidak satu pun hal baru yang 
dia lakukan sebelum sekolah, yang saya tidak tahu. 
di sisi lain, saya sedih sebab saya seperti harus "berbagi" okta dengan 
teman-temannya dan gurunya di sekolah. apalagi kalau dia dengan penuh semangat 
bercerita selama 2 jam berpisah dengan saya. sepulang sekolah okta bisa sibuk 
mengajri saya apa saja yang dipelajari di sekolah. lagu ini, doa itu, senam 
yang ini, bikin yang itu, dan sebagainya. okta kelihatan sibuk!
betapa cepatnya waktu berlalu ...

salam,
novia-mamanya okta (3 tahun 2 bulan)
http://ulangtahunanakku.blogspot.com



      

Kirim email ke