--- On Mon, 12/14/09, Nia <[email protected]> wrote:

From: Nia <[email protected]>
Subject: [ISP] Ketika Bunda Diciptakan...
To: [email protected]
Date: Monday, December 14, 2009, 7:40 PM







 



  


    
      
      
      Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. 

Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan 
berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan 
ibu ini?" dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus 
dikerjakan?" 



Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik. 

Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai. 

Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk 
mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung 
keluhan anak-anaknya. 

Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya. 

Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan Enam pasang tangan!! 



Malaikat itu menggeleng-gelengka n kepalanya "Enam pasang tangan....? ck ck ck" 
--- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang 
melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan. 

Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu. 

"Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk- angguk. 
"Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa 
yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah 
mengetahui jawabannya. 

"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia 
bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang 
sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut 
seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu 
harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan 
sepatah kata pun. 



"Tuhan", kata malaikat itu lagi,"Istirahatlah" 

"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai" Ia harus bisa menyembuhkan diri 
sendiri kalau ia sakit. 

Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging. 

Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin 
mandi.... " 



Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan. 

"Terlalu lunak", katanya memberi komentar. "Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat. 

"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan 
derita. 

"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. 

"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan 
berkompromi" , kata Sang Pencipta. 



Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini....... 
.." 

"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata 
kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air 
mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., airmata.. .." 



semoga menguatkan kita...

maaf bile re-post



Salam,

-Nia-





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke