Bagus dibaca2.
Jangan dengar kata orang...bikin sakit hatiluar biasa palagi klo ada tuduhan 
palsu.
Duuuhhhh sakit hati deh..
Belum berpikir seperti itu sudah dituduh berkata2 yang tidak pernah diucapkan.
Mulut harimau.. Bikin berdarah-darah perasaan orang...sakitnya dibawa mati.

Kenapa diingat2 ya bikin mood drop.
Begini kali rasanya dikambinghitamkan&difitnah.
Tobat...

------Original Message------
From: surya_arie_setiadi
Sender: [email protected]
To: [email protected]
ReplyTo: [email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Bertengkar
Sent: Dec 16, 2009 12:32

  semoga tulisan ini bisa memberi sedikit masukan.... Bertengkar Itu Indah Buat 
Yang Udah Nikah, Mau Nikah, punya Niat untuk nikah. Bertengkar adalah phenomena 
yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang 
berkata: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !" Kemungkinannya 
dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita 
perlu menikmati sa'at-sa'at bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi 
sa'at sa'at tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, 
hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi. Kalau tahu etikanya, 
dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam 
pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat 
dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa 
kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. Salah satu 
diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita bertengkar, dari 
beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah kami pada 
sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus bertengkar, maka : 1. 
Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah. Cukup seorang saja yang marah marah, 
yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu 
reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorangpun sudah cukup membuat 
rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata 
"STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan 
senyum saya berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah,makin energik 
..." Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi 
jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh kekasih .. 
bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan 
perasaanmu itu aku menunggu ...." Demikian juga kalau pas kena giliran saya 
"yang olah raga otot muka",saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa 
yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, 
dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :) maka 
kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. Pokoknya khusus 
untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik 
untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah :) 2. Marahlah untuk persoalan 
itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa. Siapapun kalau diungkit 
kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari 
sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai 
dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. 
Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya. Sebab 
pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah 
foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban 
cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya. Kalau saya terlambat pulang dan 
ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, 
adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh 
keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka 
itu membuat saya terpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis (saya 
termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah, maka itu adalah "harapan 
ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya 
kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan 
saya", maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya 
menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya. 
Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah ... OK, marahlah tapi untuk 
kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini 
...... 3. Kalau marah jangan bawa bawa keluarga ! Saya dengan isteri saya 
terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali 
lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan 
konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40) 
. Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu 
saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, 
saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya 
mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini". Kata 
ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak". Memarahi 
orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari pada ngambek pada 
yang tidak mengenal hati dan diri saya..". Dunia sudah diambang pertempuran, 
tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua! 4. Kalau marah jangan di 
depan anak anak ! Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan 
kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka 
harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya 
bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, ba
ym:rustadewi fb:rustadewi

------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke