Mungkin beberapa dari temen2ku uda pernah aku ceritakan tentang baby pertamaku 
(Angela Trinity Saputra) yang tahun lalu lahir tgl 15 Juli 2008. Baby Angela 
hidup hanya 20 menit di dunia ini, benar2 kesedihan mendalam bagiku dan suami.

Setahun kemudian kami mencoba ikut program kehamilan lagi, hasil tes darah kami 
saat itu tidak menunjukkan adanya carrier thalasemia. Maka kami memberanikan 
diri utk ikut program kehamilan.
Aku sampai resign dari kerjaanku dikantor, demi kehamilanku kali ini.
Setiap hari aku berdoa demi keselamatan babyku, supaya kali ini Tuhan berkenan 
utk memberikan baby yang sehat dan sempurna bagiku dan suami.
Semuanya berjalan lancar sampai bulan ke 6. Kami merasa tenang saat itu, karena 
saat aku hamil baby Angela, something gone wrong di bulan ke 6, sehingga saat 
kehamilan kedua ini, kami tenang saat dokter blg everything is fine with our 
baby.

Manusia berencana, Tuhan menentukan. Tuhan bicara lain, saat bulan ke 7, baby 
kami ternyata mengalami gejala yang sama lagi dengan baby Angela. Semua 
berjalan begitu cepat, tanggal 19 des kemarin ini kami ke dokter masi ok2 aja, 
tapi hasil cek darahku ga terlalu bagus sehingga tgl 22 dirujuklah aku ke 
dokter ternama di salah satu RS, dokter tersebut menyatakan babyku harus segera 
dilahirkan, karena apabila tidak dalam semgg saja dirahimku, baby kedua ku ini 
bisa meninggal di dalam rahimku, saat mendengar hal tersebut hatiku hancur, aku 
ga bisa terima kenyataan.
Tapi saat itu dokter bilang masi mungkin untuk diselamatkan after dilahirkan, 
makanya tanggal 23 subuh aku lgs masuk RS dan di caesar.

Harapanku begitu besar bahwa akan ada mujizat yang terjadi utk menyelamatkan 
babyku kali ini.
Tanggal 22 malam, aku dan suamiku melakukan quality time dengan baby dalam 
kandunganku, kami mengajaknya ngobrol, baby Jessica Trinity Saputra ku masi 
bisa menendang2 dengan semangat saat kami ajak main.
Subuhnya kami lgs ke RS, aku masuk ruang operasi jam 6 pagi, di ruang operasi 
aku sempat mendengar bayi Jessica ku lahir tanpa tangisan kencang, hanya "oek" 
3 kali. Aku berdoa ya Tuhan tolong kuatkan baby ku, biar lah dia bisa 
diselamatkan.
Setelah dioperasi, aku dibiarkan menunggu lama di ruang pemulihan, jam 9.15 aku 
tiba2 berasa tenang sekali, lalu aku berdoa ya Tuhan kuatkan baby Jessica.
Setengah jam kemudian aku diantarkan ke ruangan ku. saat itu aku sempat 
bertanya ke suster, suamiku kemana ya? Suster tersebut blg lagi di ruang bayi, 
nanti saya panggilkan ya.
Aku lgs blg ga usa suster, biar bayiku sama papinya aja, aku gpp sendiri.
Suamiku ga lama kemudian menemui aku, melihat raut mukanya aku tau ada yang ga 
beres, dia mulai bilang ke aku kalo baby jessica da lahir, tapi mengalami 
anemia berat, dokter sudah mengusahakan yang terbaik.... aku langsung stop 
ucapan suamiku " Baby jessica ga ada ya? baby jessica ga ada ya?"
Suamiku hanya bisa terdiam n mengangguk, sekejap aku langsung histeris.
Ya Tuhan kenapa Kau ambil lagi bayiku.................
Bayiku yang ku kandung pas 7 bln, yang tiap hari aku sudah jaga baik2, 
meninggal tepat jam 9.15.
Ya Tuhan aku ga kuat, ibu mana yang kuat harus kehilangan bayinya????
Bayiku Jessica Trinity Saputra bertemu dengan Tuhan Yesus dan cici-nya Angela 
Trinity Saputra di Surga.

Bayiku mengalami gejala Thalasemia mayor, dimana kami sebagai orang tuanya 
dapat dipastikan memiliki Thalasemia minor.
Apabila sekarang seorg carrier thalasemia (thalasemia minor) tidak menikah 
dengan sesama carrier, maka bayi mereka akan sehat2 saja, or menjadi carrier 
only.
Suamiku tercinta menanyakan 1 hal di malam tgl 22 des yang lalu, apakah aku 
akan tetap menerima dia menjadi suamiku, apabila jauh sebelumnya kami sudah tau 
kalo kami sesama carrier thalasemia?
Aku menjawab iya aku akan tetap menerima dia sebagai suamiku. Walaupun aku 
harus mengalami kehilangan babies seperti ini.
Karena aku tau segala sesuatu yang telah Tuhan rencanakan akan indah pada 
waktuNya.
aku berharap Tuhan dapat membukakan jalan bagi kami berdua, supaya kami dapat 
mengetahui dengan jelas nantinya soal thalasemia ini (kami belum menjalani cek 
darah yang benar2 menunjukkan kelainan tersebut, tapi bayi kami sekali lagi 
mengalami gejala yang sama)
Semoga pada saatNya nanti, Dia mau memberikan kami seorang anak yang sehat dan 
sempurna.
Bagi para orang tua, sebaiknya sayangilah anak2 kalian, anak2 yang sudah Tuhan 
titipkan kepada kalian, ada banyak pasangan yang susah utk dapet anak, harus 
menderita seperti kami ini, sementara banyak ibu2 yang untuk mengurus anak 
sendiri aja ga mau dan merasa kerepotan.

Bunda2 sekalian, notes tersebut aku post di facebookku, jadi aku ga edit apapun.
Aku mau minta tolong ada yang punya pengalaman serupa or sesama carrier 
thalasemia ga? bole sharing ke aku ga? kalo malu share langsung di forum, bole 
langsung japri ke email aku [email protected]
thanks bunda. tolong jgn copas email ku ini yah, menghindari masalah prita. 
thanks


Regards,

Yaling

Kirim email ke