mbak dewi, tolong dicatat dan diingat baik-baik bagaimana sampai terjadi hal tersebut. dan sebaiknya di flash back sampai masa pacaran. apakah ada tanda-tanda yang tertutup mata yang sedang jatuh cinta bahwa sebenarnya ada bakat untuk soal kekerasan? ada baiknya sedikit investigasi terhadap keluarganya dalam garis darah keatas. apakah ada hal tersebut pernah terjadi? sependek pengetahuan saya, karakter kekerasan sebenarnya terlihat meski samar. dan dia - pelaku - tidak mendapatkannya begitu saja tetapi mungkin diturunkan dari keluarga sedarahnya. garis ibu atau ayah. ada salahsatu sahabat saya yang menikah setelah berpacaran 4 tahun. semakin hari keluar sifat kasar tersebut. belakangan sampai bayinya yang pertama lahir, keadaan memburuk sampai akhirnya bercerai dengan cara yang sangat tidak nyaman. pada saat saya tanya, apakah kekerasan tidak terlihat semasa pacaran 4 tahun? katanya, setelah diingat-ingat, terlihat meski samar. selain itu, mbak dewi sebaiknya menceritakan hal ini kepada satu saja orang yang terpercaya. berguna kelak sebagai rekaman ingatan. kemudian kalau ada luka yang terlihat sekecil apapun, dokumentasikan sebisanya. simpan baik-baik. buat satu kopi dan berikan kepada orang yang terpercaya tadi. selain berdoa agar suami diberikan pencerahan yang Maha Kuasa, sebaiknya mbak Dewi tetap waspada dan usahakan berkomunikasi lebih baik agar tidak terjadi lagi. sependek pengalaman saya, memang tidak mudah berkomunikasi sebab setiap orang punya cara dan gaya yang berbeda dalam berbicara dan menyampaikan pendapat maupun isi hati. sehingga tidak selamanya maksud yang sebenarnya tertangkap dengan jelas oleh pihak lain. tetapi bagaimanapun juga, wajib diusahakan. carilah tetua atau sesepuh dalam keluarga yang didengar pendapatnya oleh suami untuk menjadi wasit. seandainya komunikasi yang diharap tiodak berjalan baik. bisa juga menggunakan jasa profesional misalnya konsultan perkawinan atau psikolog. mana yang lebih sesuai untuk mbak Dewi dan suami. kalau suami merasa perlu untuk memperbaiki diri dan mempertahankan perkawinan plus menjalaninya dengan bahagia, tentunya akan menyetujui dan memilih cara mana yang paling nyaman. terakhir, tidak ada salahnya membaca undang-undang kekerasan dalam rumah tangga. semoga ini yang terakhir kalinya yah :( ikut prihatin, novia http://ulangtahunanakku.blogspot.com
