Pada kasus yang saya alami, gejala klinis adalah : Pusing, Mual, Tinja hitam, sakit di leher belakang, sakit ulu hati (sakit sedikit), badan kehilangan power, mulut kering (sepertinya sudah dehidrasi), kulit kaki dan tangan sangat kering spt pecah-pecah. Tidak ada demam 3 hari, tidak ada pendarahan di bawah kulit, makan masih mau, minum masih mau (target saya minum 2 liter per hari).
Ini info tambahan dari milis sebelah, semoga bermanfaat dalam mendeteksi DBD : Email 1: Yth. Ibu Elminda Sari Sebelumnya, saya ikut berduka atas musibah yang menimpa keluarga temannya ibu. Sebetulnya informasi yang diberikan masih kurang. Kalau boleh digambarkan bagaimana gejala anak tersebut mulai awal demam hingga meninggal? Kalau boleh juga di share hasil labnya. Karena kasus ini tentu bisa menjadi masukan buat kita. Kemudian, saya mencoba memberi pendapat mengenai pertanyaan ibu: 1. Katanya yang harus dicheck tidak hanya trombosit tapi juga hematocrit, karena DB belum tentu trombositnya turun padahal hematocrit-nya tinggi? --> diagnosis demam berdarah bukan hanya berdasarkan trombosit atau hematokrit. Diagnosis berdasarkan kriteria klinis (dari WHO). 2. Katanya DB mempunyai banyak varian dan yang sekarang ini sedang banyak berjangkit adalah variannya yang berbahaya? --> Infeksi yang disebabkan dengue mempunyai spektrum klinis: asimptomatik (tidak sakit), demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), dan dengue shock syndrome (DSS). Yang berbahaya dan mengakibatkan kematian adalah dengue shock syndrome. Permasalahannya, dengue shock syndrome tidak dapat dideteksi ketika awal demam. Dengue shock syndrome baru bisa diketahui setelah terjadi syok dan perdarahan. Namun yang terpenting adalah kewaspadaan pada fase demam turun dan tatalaksana yang tepat sesuai kondisi klinis. Saya tidak punya data bahwa yang sedang banyak terjangkit adalah varian yang berbahaya. Kalau ibu punya informasi tertulis dari sumber lain mohon disampaikan. 3. Katanya tidak harus menunggu 72 jam untuk tes darah DB karena sekarang DB sudah bisa dideteksi sebelum 72 jam --> Tes darah apa yang dimaksud ibu? Kalau yang dimaksud adalah trombosit dan hematokrit, pemeriksaan tersebut tidak bisa mendeteksi lebih dini. Ada pemeriksaan IgM dengue, tapi pemeriksaan tersebut hanya memberikan informasi adanya infeksi dengue. Tidak bisa membedakan antara DD dan DBD. Yang membedakan DD, DBD, dan DSS adalah kondisi klinis pasien (berdasarkan kriteria diagnosis dari WHO). 4. Katanya kalau ketahuan DB setelah 72 jam bisa dikatakan terlambat apalagi jika ternyata hematokritnya tinggi. Nah bagaimana dengan prinsip bahwa hasil tes darah baru akurat setelah 72 jam demam? --> Saya kurang setuju bila dikatakan: Kalau ketahuan DB setelah 72 jam bisa dikatakan terlambat. Karena pertama, pada saat pasien masih demam (biasanya < 72 jam), tatalaksana DD atau DBD adalah sama, yaitu pemberian cairan/minuman yang cukup. Kedua, kita tidak bisa mendiagnosis/membedakan DBD atau DSS pada awal demam. Sering sekali trombosit turun dinyatakan sebagai DBD. Padahal kriteria diagnosis DBD adalah trombosit turun dan hemokonsentrasi (trombosit meningkat > 20%). Yang berbahaya adalah apabila pasien tidak mendapatkan cairan yang cukup (minum) saat demam dan datang ke rumah sakit pada kondisi syok dan perdarahan.Oleh karena itu yang penting dilakukan: memastikan kecukupan cairan pada anak demam plus observasi kondisi anak terutama pada saat demam turun. Semoga bermanfaat, maaf kalau menambah bingung. Den Bagus [Non-text portions of this message have been removed] Email 2: Mb Rosalyn, maaf, saya jawab jalum ya... biar ada yang koreksi kalau saya salah. DB pada ibu hamil, pada dasarnya tidak berbeda dengan yang lain. Hanya saja, treatment yang dilakukan harus lebih konservatif, kecuali kalau ditemukan komplikasi lain. Di CDC saya menemukan bahwa DB bisa menimbulkan beberapa efek pada janin : Quote *There is little information in published reports about the consequences of dengue infection for pregnant women. No convincing evidence demonstrating an association between dengue infection during pregnancy and congenital malformations has been reported. However, if the mother is ill with dengue at the time of delivery, the child can be born with dengue infection or can acquire dengue through the delivery process itself, and then develop the manifestations of dengue fever or DHF . Passive transplacental transfer of maternal anti-dengue antibodies acquired from a previous maternal infection can also place infants at greater risk of DHF with their first dengue infection, but these maternal antibodies are cleared by 9-12 months of age. Transfusion-related dengue infection is a theoretical possibility .* Unquote Detail bisa dibaca di http://wwwn.cdc.gov/travel/yellowBookCh4-DengueFever.aspx <http://wwwn.cdc.gov/travel/yellowBookCh4-DengueFever.aspx> Mb Minda, betul, pada demam dengue, perlu juga diperiksa hematokritnya. Perlu dicurigai DB jika hematokritnya meningkat sampai 20% dari standard normal per jenis kelamin. DD dan DBD (DHF) disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuh Aedes Agepty. Virus ini punya 4 serotipe yaitu Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4. Di Indonesia, serotipe yang paling banyak ditemukan adalah serotipe Den 3, dan sayangnya, serotipe ini yang menimbulkan kasus berat. Dalam link yang saya sampaikan tadi, ada beberapa tanda gawat darurat yang harus diperhatikan, misalnya muntah terus menerus, anak lemas, timbul pendarahan, atau anak tidak sadar. Pada DD biasanya tidak ditemukan perembesan plasma. Perembesan plasma ini ditemukan di DHF (DBD), dan DSS (Dengue Shock Syndrome). Tanda-tanda DD : - sakit kepala (bagian depan - atau di belakang mata) - nyeri sendi - nyeri otot Seperti halnya infeksi virus lain, pada dasarnya penanganan Demam Dengue pun adalah asupan cairan diperbanyak. Juga, penggunaan analgesic untuk menyamankan penderita. Yang saya baca, penggunaan aspirin, ibuprofen, dan asam asetilsalisilat tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan pendarahan. DD bisa berkembang menjadi DSS atau DHF. Tapi ada tanda-tanda khusus yaitu mual, muntah terus menerus, tinja hitam, pendarahan di kulit. WHO menyarankan segera bawa ke rumah sakit, jika muncul 2 tanda utama yaitu muntah terus menerus dan mual. Semoga ini sedikit membantu. Doks, kalo ada yang salah, tolong dikoreksi ya.. Esti ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Mama Na?a Sent: Thursday, February 04, 2010 7:52 PM To: Ayah bunda Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Anak panas tp cuma 1x, kenapa ya? Hayaa.. Ãĸů jd takut :( Nαηα baik2 aja siy, masi lincah.. Ya buat jaga2 ãĸů rebusin angkak aja d.. Yg penting trombosit terjaga kan.. Ga masalah kan kl trombosit normal dikasih angkak? Papi n kakakku br aja keluar rs gejala db. Walaupun akhirnya bukan. †♓ªΩk's Mama Nαηα yg lagi bingung www.fortunashop.multiply.com
