lain lagi dengan sy . kebetulan saat ini kami sekeluarga tinggal d sydney. 
mother's day 2010 adalah yg pertama kali bermakna u sy dan khususnya u ank sy ( 
berhubung sdh usia skolah). mother's day buat saya pribadi sangat mengharukan 
karena pertama kali saya mendapatkan kado dari putri pertama sy libby, yang 
saat ini berusia 6 thn dan duduk di year2.dengan uang A$ 5 yg sy berikan dia 
membelikan dan menghadiahkan sy satu box yg berwarna pink
yg berisikan shampoo, lip conditioner, hand cream dan juga body cream. ketika 
sy tanya kenapa dia  membelikan sy hadiah tersebut ( yg sy tahu bnyak pilihan 
lain d stall sekolah) jawabnya singkat " itu yg paling cocok u mama n I like 
it" katanya.
mnurut sy ini adalah moment dan proses yg sangat penting karena dgn dia 
memilihkn dan membelikan sy kado yg menurut dia dan tentunya dia suka, 
membuatnya belajar untuk menentukn dan memutuskn pilihan sendiri dan tidak 
bergantung k orng lain,blm lgi  saat dia memberikan sy kartu ucapan, itu adalah 
proses dia belajr menghargai dan menghormati orng yg sdh melahirknnya.

syifa 
Sent from my iPhone

On May 11, 2010, at 12:30 PM, "andi.maerzyda" <[email protected]> wrote:

Hai Bunda,

apa yang Bunda lakukan untuk merayakan Hari Ibu, 9 Mei lalu? Saya mau share 
pengalaman dan opini saya, silahkan baca dan share opini Bunda jyuga dengan 
meng-klik link di bawah cuplikan blog saya.

 

Bukan Hadiah dari Langit

 

Hari ibu dirayakan seluruh dunia hari Minggu, 9 Mei lalu. Semua media sosial 
pun menyerukan ucapan selamat untuk hari istimewa tersebut. Saya sendiri 
menyimpan memori tersendiri saat di TK karena bisa dipastikan tugas para murid 
adalah memikirkan sebuah kreasi yang mengejutkan untuk ibu. Di Jerman, ritual 
memberikan kukis besar berbentuk hati yang dihiasi icing warna-warni berupa 
tulisan nama ibu, jadi tren saat itu. Bahkan di hari H, anak-anak akan 
mengalungkan kukis hati tersebut kepada sang ibu.

 

Tentu saja saat saya masih kecil, saya membayangkan akan dapat hadiah apa dari 
anak saya kelak. Herannya, saat saya sudah jadi ibu, saya tidak merasa GR untuk 
menerima hadiah dari siapa pun. Sebuah ironi? Rasanya, tidak! Saya justru 
berpikir dengan penuh kesadaran. Saya tidak menanti orang lain menghadiahi 
saya, agar saya merasa happy. Karena kebahagiaan dan rasa senang adalah 
kewajiban diri saya sendiri.

 

Saya sudah cukup senang, setiap hari pulang dihadiahi Keya "surprise" 
kreasinya, dari kartu ucapan, pajangan pintu berbentuk balon hati, sampai komik 
karyanya sendiri yang bikin saya tertawa sampai berurai air mata. Yang saya 
lakukan hari Minggu, 9 Mei kemarin adalah menghadiahi diri dengan memberikan 
perhatian pada diri saya sendiri. Saya ke dokter gigi untuk memberi kenyamanan 
dan merawat tubuh sendiri agar tetap sehat dan fit. Saya menghadiahi diri 
sendiri dengan menyisihkan waktu 1 jam, murni hanya untuk membaca buku (yang 
belum sempat saya baca habis), tanpa diganggu kegiatan apa pun.

 

Hadiah yang paling utama bagi saya adalah melihat anggota keluarga menikmati 
masakan saya. Dan ... akhir minggu kemarin adalah momen saya "berkontemplasi" 
di ... .

 

Baca lengkap blog terbaru saya ini di 
http://www.ayahbunda.co.id/profile/ProduserWebAyahbunda/blog

 

Ikuti blog berikutnya, tentang "Cara Jitu Cepat Hamil" ... sedang jadi diskusi 
seru Bunda kan ya?!

 

 

Cheers,

Andi Maerzyda A. Th. (Bunda Keya)

Web Producer Ayahbunda





      

Kirim email ke