Selamat ya mbak wieda sudah memperoleh rejeki kuliah ke ausie.

Memang dilematis membawa anak di saat harus studi disana. Kebetulan saya pernah 
mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Adelaide tahun 2002. Untuk mereka yang 
berkeluarga, umumnya anak2 memang dititipkan di child care, selama siang hari. 
Karena jika sampai ketahuan entah tetangga atau siapapun Mbak bisa dilaporkan 
ke polisi dengan kategori child abuse karena meninggalkan anak tanpa pengawasan 
yang berwenang di rumah.

Memang agak dilematis pilihan seorang Ibu ketika akan menempuh studi di luar 
negeri, khususnya persiapan mental bagi si anak dan Ibu sendiri. Karena di 
Adelaide penduduknya relatif sedikit sehingga segala sesuatu harus mandiri. 
Tidak seperti di negeri tercinta yang masih banyak alternatif untuk dimintai 
tolong. Maka dari itu, perlu dipersiapkan juga masa adaptasi si anak selama 
Mbak Wieda sekolah, karena beberapa teman mengaku anak2 banyak yang sakit 
selama beradaptasi di child care, karena perbedaan bahasa. Namun demikian saya 
setuju bahwa untuk bahasa lebih cepat disana adaptasinya dan sistem pendidikan 
juga terjamin.
Disamping itu, mbak wieda juga perlu mempersiapkan mental Mbak sebagai single 
mom karena beban studinya lumayan berat, tidak cukup banyak bantuan orang, dan 
anak seumuran Rido pasti banyak menuntut perhatian ekstra. 

Saran saya, sebaiknya Mbak Wieda menghubungi Liasion Officer maupun supervisor 
di universitas tempat Mbak Wieda akan mengambil studi. Di Adelaide, rata-rata 
dosen dan liasion officer cukup care dengan permasalahan masing-masing 
individu. Kebetulan salah seorang rekan saya ada yang harus melahirkan disana, 
namun suami tidak ikut serta. Dari pihak universitas memberikan bantuan lewat 
visiting lecturer. Jadi si dosen yang datang untuk memberikan materi kuliah 
baik secara online maupun visit ke rumah selama teman saya dalam masa pemulihan 
setelah melahirkan.

Jalan lain, jika mbak Wieda kuliah di Flinders University, ada baiknya mbak 
Wieda tinggal di Flat Tonsley, dimana banyak orang indo yang bermukim di flat 
tersebut. Jadi ada kemungkinan salah seorang tetangga di Tonsley bisa dititipi 
Rido(mungkin dengan bayaran per-jam, biasanya orang-orang Indo disana sangat 
cepat mencium peluang "bisnis") selama Mbak Wieda praktek malam hari. 
Alternatif terakhir,  nanny diajak dengan konsekuensi biaya perpanjangan visa.

Semoga saran ini dapat bermanfaat, Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Dhian mom of Ratri






















Kirim email ke