Dear mom, 

Penjelasaanya sangat berarti buat saya, terima kasih sekali. 
kebetulan my baby Azka juga mengalami hal yg sama spt gejala2 roseola, namun 
Azka tidak mengalami panas mom & azka masih ceria, bawel seperti biasa. Dokter 
juga bilang klo Azka terkena Radang tenggorokan. tetapi dokternya tidak 
menjelaskan kenapa bisa terkena radang tenggorokan, padahal saya menanyakan 
radang tenggorokan di sebabkan oleh virus atau bakteri, namun dktrnya 
berbelit-belit menjelaskannya. Padahal selama ini azka selalu makan teratur, 
semenjak sakit Azka skrg susah tuk mkn. 

Setelah di ksh obt antibiotik beberapa hari ini, setiap di berikan obt azka 
selalu muntah (maaf). sampai saat ini azka masih terkena bapil (batuk-pilek). 
kasihan sekali terkadang tersumbat hidungnya. saya biasanya menjemurnya pagi 
hari, namun belakangan ini cuaca tdk menentu. 

mohon share mom.. Saya kurang yakin klo di berikan obt azka selalu muntah 
(maaf), apakah itu obtnya sudah tertelan. walaupun setelah saya berikan obt, 
pasti muntah...
apakah saya harus memberikan obt ulang lagi setelah muntah???


Thx mom...



--- Pada Jum, 23/7/10, [email protected] <[email protected]> 
menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing : Tentang Demam, Radang Tenggorokan, dan 
Roseola
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 23 Juli, 2010, 10:14 AM







 



  


    
      
      
      












Trmksh sebuah penjelasan yg baik tentang penyakit dan sangat informatif.
Ada beberapa hal yg perlu sy tekankan disini 
1. Saya kurang setuju tentang tdkk adanya urgensi utk pergi ke dokter kenaopa? 
Byk hal yg menyebabkan demam . Bisa virus bisa juga bakteri.. Saya lihat bunda 
sudah sangat teliti dan tindakannya tepat tp terkadang tdk semua yg kita yakini 
benar.. Ada pemeriksaan fisik yg hrs dilakukan oleh dokter yg bisa luput dr 
mata ortu. Dan satu hal anal bunda kuat ada pasien yg hanya 39 drrajat sdh 
kejang jd dokter tetap perlu.tentu kita jg harus menjadi pasien yg cerdas.

2. Utk antibiotik bukanlah musuh anak.. Pada pasien yg terkena penyakit virus 
sekalipun BISA SAJA terkena secondary infection jadi terkena bakteri pd saat yg 
bersamaan, memang khasnya virus mendadak tinggi. Tp satu hal adalh penggunaan 
antibiotik yang TEPAT dan sesuai aturan DOKTER tdk akan menimbulkan resistensi..

3. Pada saat demam turun bakteri dlm tubuh kita BELUM mati.. Nah inilah yg 
selalu salah diartikan,pasien blm sembuh total, bila tdk diteruskan justru akan 
menimbulkan kekebalan krn pada saat sdh menyentuh dinding bakteri tp obat 
dihentikan bakteri akan lbh kebal dan kuat sehinnngga di kemudian hr hrs 
mendapatkan dosis yg lbh tngg atau generasi obat yang lbh dini.resistensi tdk 
terjadi satu kali tapi karena pengulangan.

4. Ada pasiem yang sekedar batuk pilek dan demam tp tdk diberi antibiotik bisa 
menyerang ke organ lainnya .

Semoga bermanfaat
Salam kenal bunda 
Adnan so lucky to have a mother like you 

RosePowered by Telkomsel BlackBerry®From:  Ameilia Erna <ameilia.erna@ 
yahoo.com>
Sender:  Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Date: Thu, 22 Jul 2010 01:31:04 -0700 (PDT)To: ayahbunda 
online<Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com>ReplyTo:  Ayahbunda-Online@ 
yahoogroups. com
Subject: [Ayahbunda-Online] Sharing : Tentang Demam, Radang Tenggorokan, dan 
Roseola

 



    
      
      
      Dear Moms,

   

Sekedar sharing tentang penyakit anak yang baru saja dialami
anakku, Adnan (10 bln 5 hari). Empat hari lalu badan Adnan panas sampai
mencapai tertinggi 39,7 derajat celcius. Karena Adnan masih makan dengan baik,
minumnya banyak, pupnya juga normal, tidak ada batuk atau pilek dan tidak rewel,
saya pilih ga segera ke dokter dan memberikan Adnan obat penurun panas jenis 
parasetamol. 

Pada pagi hari kedua sakitnya Adnan, panasnya turun bahkan sampai normal 36,5
derajat celcius, sayangnya, menjelang malam Adnan panas lagi, sampai ke angka
39 derajat lebih. Adnan juga muntah pas makan sore. Karena aku kesulitan
mengetahui penyebab panasnya Adnan ini (maksudnya kena infeksi apa, soalnya
pencernaan dan telinga sepertinya tidak apa-apa), akhirnya diputuskan pergi ke
DSAnya.

   

Saat di DSA Adnan, setelah diperiksa, DSAnya mengatakan
Adnan kena radang tenggorokan (menepuk kening karena tenggorokan luput aku
cek). Aku tanya ke DSAnya, radang tenggorokan Adnan ini karena virus atau
bakteri. Yang membuat aku DSAnya menjawab bisa keduanya. Dia pun meresepkan
antibiotik. Sayangnya, aku ndak bersikap asertif dan menanyakan lebih lanjut.
Padahal ada perbedaan antara penanganan radang sebab virus atau bakteri. Radang
karena virus tidak perlu diobati dengan antibiotik. Pengunaan antibiotik yang
tidak tepat bisa menyebabkan resistensi antibiotik.

   

Setelah
dari dokter, aku ragu memberikan antibiotik pada
Adnan. Aku juga ragu Adnan kena radang tenggorokan, karena dia
tenang-tenang aja ketika lehernya aku usap-usap dan aku ga lihat warna
merah2 ketika aku coba lihat tenggorokannya. Aku pun berusaha mencari
informasi tentang radang tenggorokan terutama
bagaimana bisa mengetahui apakah radang Adnan disebabkan virus atau
bakteri
tanpa harus ke lab. Namun, aku tidak menemukannya dan kuputuskan aku
berikan
antibiotiknya esok saja jika panas Adnan belum reda (lame excuse karena
panas
dan antibiotik sebenarnya tidak berhubungan) .

   

Pagi hari ketiga, panas Adnan masih diatas 38,5 derajat
celcius. Aku pun memberikan antibiotik padanya. Alhamdulillah, siang hari panas
Adnan mulai turun, bahkan menjelang malam suhu badan Adnan sudah kembali
normal. Syukurlah. Saat itu yang kupikirkan yang tersulit adalah menghabiskan
antibiotiknya karena Adnan selalu menangis keras tiap kali aku ‘memaksanya’
minum antibiotik. Tapi asal sembuh dan ga sebabkan resisten nantinya tak apa 
lah,
pikirku.

   

Hari keempat, suhu badan Adnan tetap normal namun muncul
bintik-bintik merah di punggung, leher dan mukanya. Bukan bintik seperti DBD
tapi bintik merah mruntus, kalau
orang Jawa bilang. Utinya (Eyang Putri) Adnan mengatakan Adnan kena tampek atau
campak. Aku tidak yakin Adnan kena campak. Bukan karena Adnan sudah imunisasi
campak, tapi karena Adnan sudah tidak panas dan dia biasa aja, ndak rewel.
Browsing internet, aku temukan jawaban mengapa Adnan panas 4 hari lalu dan hari
ini keluar bintik merah. Ternyata Adnan terkena Roseola. Apa itu roseola? 
Berikut
ini penjelasan ttg roseola yang aku terjemahin dari situs askdrsears. Semoga
bermanfaat.

   

Apakah Roseola itu? 

Roseolah penyakit tidak berbahaya yang disebabkan oleh
virus. Menyerang hanya pada anak-anak usia 3 bulan – 3 tahun, paling sering
usia antara 9 – 12 bulan. 

   

Seperti apakah
roseola itu? 

Secara umum virus ini menyebabkan demam tinggi sering hingga
103 derajat fahrenheit (atau 39,4 derajat celcius) selama 3 hari. Setelah demam
berakhir, muncul bintik merah (bumpy red rash) biasanya dimulai dari sekitar
leher, punggung, dada lalu menyeba luas. Bintik merah ini bertahan beberapa hari
atau bahkan beberapa minggu.

   

Catatan penting : Roseola
adalah satu-satunya virus yang menyebabkan bintik-bintik merah setelah demam
berakhir.

   

Kadang-kadang virus ini akan menyebabkan demam tinggi selama
3 sampai 7 hari, tanpa gejala lain dan tidak ada bintik-bintik merah. Beberapa
anak akan memiliki pembengkakan kelenjar di depan dan belakang leher, hidung
meler, batuk, sakit telinga, muntah atau diare karena penyakit ini. Anak-anak
dapat memiliki salah satu atau semua gejala.

   

Catatan penting : Karakteristik
Roseola adalah bayi tidak tampak sangat sakit dan berperilaku biasa saja ketika
demam tinggi mulai turun.

   

Kapan Roseola menular
dan bagaimana penularannya? 

   

Roseola menular mulai dari sekitar dua hari sebelum mulai
demam sampai 1 atau 2 hari setelah demam hilang. Anak-anak yang bebas demam
selama 1 atau 2 hari bisa kembali ke sekolah, bahkan jika mereka masih memiliki
ruam. Roseola menular melalui air liur, pilek, atau batuk. Masa inkubasi (waktu
dari ketika anak Anda terkena penyakit yang sebenarnya) adalah sekitar 10 hari.

   

Bagaimana mengobati
Roseola? 

   

Pada dasarnya Anda hanya mengobati gejala yang mengganggu
anak Anda. Tidak ada perawatan sebenarnya untuk virus ini. Hal utama yang perlu
diingat adalah bahwa virus ini dapat menyebabkan demam tinggi. Cobalah untuk
bersabar dalam menangani anak yang sedang demam menengah sampai demam tinggi. 

   

Perlukah Saya ke
dokter? 

   

Tidak ada urgensi untuk melihat dokter untuk penyakit ini.

Ameilia Hernawati
bermaindanbelajar. com - Inspirasi Belajar dengan Gembira
ameilia.erna@ yahoo.comInspirasi belajar terbaru:  Membuat Origami Batang Bunga




      

    
     

    










    
     

    
    


 



  





Kirim email ke