Majalah HAI
28 Agustus - 3 September 2006
 
 
Benar! Jalan cerita buku ini memang mirip film berjudul sama.
Bercerita soal kehidupan Jim Braddock, orang yang sukses merebut gelar
juara dunia sampai dua kali. Orang yang berhasil bangkit dari
keterpurukan, dan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari
sebelumnya.
 
Kalo di film kita bisa menyaksikan secara visual, lewat buku ini kita
bisa membuat ceritanya lebih megah. Tentunya lewat khayalan visual kita,
tentang apa yang terjadi dalam buku ini.
 
Dibanding Filmnya, jalan cerita buku ini jauh lebih komplet. Kita pun
bisa lebih bebas membayangkan bagaimana sosok seorang Jim Braddock.
Petinju hebat yang nyaris nggak pernah didukung istrinya tiap kali
bertanding. (ryo)
 
 
Cinderella Man: "The toughest game is the game of life."
Oleh Marc Cerasini
 
ISBN: 979-3972-06-8 
Terbit:  Juli 2006 
Harga: Rp 49.900,00 
Halaman: 408 
Ukuran: 10,5 x 17 cm 
Sampul: Soft cover 
 
 
Jim Braddock, seorang petinju kelas berat-ringan, pernah memiliki karier
bertinju yang sangat menjanjikan. Namun, ia terpaksa menggantungkan
sarung tinjunya setelah mengalami serangkaian kekalahan dan patah
tangan. Ketika AS memasuki era Depresi Hebat, Braddock melakoni
pekerjaan kasar apa saja guna menghidupi istri dan ketiga anaknya,
bahkan terakhir ia menjadi kuli di pelabuhan.
 
Setelah lama tak bertarung, putaran roda takdir membawanya kembali ke
atas ring menghadapi petinju peringkat dua penantang juara dunia... demi
250 dolar! Yang menyedihkan, karena sama sekali tak punya uang untuk
membeli perlengkapan bertinju, ia harus mengenakan celana pinjaman dalam
pertandingan itu.
 
Tak disangka, ia menang. Semua orang dibuat kagum. Seakan tak
memedulikan cedera tangannya yang terus mendera dan tubuhnya yang jauh
lebih ringan ketimbang para lawannya, Braddock terus menang. Ia
bertarung demi harapan dan mimpi-mimpi keluarganya, demi mengusir rasa
lapar dari perut istri dan ketiga anaknya. Akhirnya, Braddock harus
menghadapi Max Baer, juara dunia tinju kelas berat, yang terkenal karena
telah "membunuh" dua orang lawannya di atas ring. Pertarungan ini sangat
mungkin menghancurkannya. Namun, Cinderella Man harus melakukannya...
demi orang-orang yang ia cintai.
 
***
 
"Kisah Jim Braddock sendiri sudah menakjubkan, namun ketika seorang
penulis besar seperti Marc Cerasini yang menyampaikannya, seluruh
komponen seni menyatu, menciptakan salah satu novel terbaik yang pernah
saya baca sampai saat ini."
--Dan Blankenship, penulis novel The Runing Girl
 
 
"Orang ini tahu bagaimana caranya menulis.... Bagus, Marc. Terima kasih
telah menghadirkan kisah yang amat bagus ini ke kehidupan." --Dave
Shields, penulis The Race

Kirim email ke