Hanya airmata yang menitik seusai membaca story ini, semoga semua yang membaca dapat menentukan pilihan sesuai hati nurani, terima kasih mbak Dhani Resya atas cerita yang menggugah ini, salam damai........
Quoting dhani resya <[EMAIL PROTECTED]>: > Dua Pilihan > > Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk > sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak > yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang > tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri > acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah > tersebut mengangkat satu topik: > > 'Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab > eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini > berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian > halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat > mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak > yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini > berlangsung dalam diri anakku? ' > > Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu. > > Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk > seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami > gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya > kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari > bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia" > > Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut: > Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman > ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. > Shay bertanya padaku,"Apakah kau pikir mereka akan > membiarkanku ikut bermain?" Aku tahu bahwa kebanyakan > anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang > seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga > tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk > bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam > perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima > oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang > cacat. > > Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan > bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, > dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat > sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran > dan sekaran sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat > ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk > memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti' > > > Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan > mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku > menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam > hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan > seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima > bermain dalam satu tim. > > > Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak > beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada > putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan > bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang > mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena > turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam > lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya > ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir > putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor > lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk > mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang > terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya. > > Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan > mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan > Shay menjadi kunci kemenangan mereka? > Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan > itu pada Shay. > > Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah > mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana > caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi > berhubungan dengan bola itu. > > Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju > kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay > telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk > satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil > beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu > perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan > kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay > mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher > tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan > melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola > itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai > bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah > pitcher. > Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher > tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman > pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan > berakhir. > > > Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman > pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. > Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, > "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak > pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh > itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay > tertegun dan membelalakkan matanya. > > Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base > dua!" > > Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung > ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan > bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada > saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan > memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan > anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai > kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk > pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah > melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain > ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga > diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu > tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base > ketiga. Shay berlari menuju base ketiga. > > Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, > teruskan perjuanganmu Shay" > > Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan > berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah > selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay > menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim > dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, > larilah ke home, lari ke home!". Shay berlari ke home, > menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang > hero yang memenangkan grand slam. Dia telah > memenangkan game untuk timnya. > > Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang > berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim > telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai > kemanusiaan kedalam dunia. > > Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut > dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa > hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia > telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah > membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah > membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang > pahlawan kecilnya. > > Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan > dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang > paling tidak beruntung diantara mereka. > > Catatan kaki: > Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp > pikir panjang, namun bila kita harus mengirimkan mail > tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu. > Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap > terjadi dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya > seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan > pendidikan atau kerja. > > Jika Anda berpikir untuk forward email ini, > kemungkinannya Anda akan memilih daftar orang-orang > dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk > menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang > mengirimi Anda email ini berpikir bahwa kita semua > dapat membuat perbedaan. > > > Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap > harinya untuk dapat memahami "kejadian alami dalam > hidup". Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang > kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 > pilihan bagi kita: > Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan > atau, Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk > berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung, > yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin? > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > ================ > Kirim bunga, http://www.indokado.com > Info balita: http://www.balita-anda.com > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: > [EMAIL PROTECTED] > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] > > ------------------------------------------------- This mail sent through IMP: http://horde.org/imp/ ================ Kirim bunga, http://www.indokado.com Info balita: http://www.balita-anda.com Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

