Hi mbak Daisy, Setuju dengan yang di-shared jeng Intan :)
Haid muncul pasca bersalin memang punya impact dengan volume ASI karena kadar hormon prolaktin dalam darah tidak dalam level tinggi -- tapi itu bukan berarti jadi 'vonis' kadar prolaktin ini tidak bisa dipertahankan tetap tinggi. Faktor utama untuk tetap maintain kadar prolaktin ini: stimulus via isapan/perahan ASI. So, frekuensi pemberian ASI yang tetap rajin dilakukan akan menjamin supply ASI tetap terjaga. Saya termasuk mom yang mengalami haid kembali saat ke-3 anak saya usia 3-3.5 bulan, padahal saya menyusui eksklusif. Walau dengan cara 'kejar stok ASI' sejak usia mereka 3 bulan, tapi Jovan dan Rena bisa disapih ASI waktu usia mereka 2 tahun 1minggu dan 19 bulan 10 hari, sementara Aleta (8 bulan 10 hari) masih ASI sampai saat ini mendampingi MPASI nya. cheers, Sylvia - mum to Jovan, Rena & Aleta 2008/9/1 boedoet <[EMAIL PROTECTED]> > nggak begitu mbak... > saya sampai skg (anak usia 25 bulan) masih menyusui... asi masih keluar > lancar... > haid pertama saya dapat setelah anak usia 9 bulan > > jadi selama asi teteap diberikan kepada bayi (baik diperas maupun dihisap > lgsg) akan tetap menjaga kuantitas asi yang diproduksi :) > > > 2008/9/1 <[EMAIL PROTECTED]> > > Dear Mbak Sylia, > > Apa ini berarti kalo kita baru haid seteah 9 bulan usia babynya, pertanda > ASI udah mulai berkurang ya? > Atau bisa jadi brenti sama sekali? Wah jadi deg-deg an nich. > > <deleted>

