setuju bu. Masalahnya mungkin karena tiap anak punya sifat  yg berbeda. Ada
yg sekali dibilangin langsung ngerti.Ada yg setelah beberapa kali dibilangin
akhirnya ngerti. Tapi juga  Ada yang sangat keras sekali sehingga walaupun
dibilangin baik2 dan dibujuk seribu kata tetap 'kekeh' dgn pendiriannya
untuk tdk merelakan ortunya pergi ke kantor dgn cara 'baik2'. Seperti si
irfan ini. Bukannya kita tidak pernah bicara baik2 ke dianya. Tapi ya itu,
sampai saat ini kayaknya memang dia blm bisa merelakan ortunya pergi ke
kantor langsung di hadapannya. Pernah juga dicoba dgn cara ngajak dia muter2
dulu di jalan sekitar rumah terus baru kita pamit. tetep aja dia teriak2
minta ikut. Walhasil setelah itu akhirnya kita harus 'ngumpet2' lagi
brangkat kantornya kalau dia sdh bangun tidur. Mau frontal brangkat kerja
sambil pintu rumah dikunci dari luar...??. kayaknya saya masih blm tega
ngedengar jeritan tangisannya yg kedengeran sampe ke jalan. Mungkin memang
masih harus terus dicoba ya. Mudah2an dgn berjalannya waktu, dia bisa
mengerti dan 'merelakan' ortunya pergi ke kantor dgn baik2.

Oh iya.., Terima kasih saya sampaikan buat semua yang telah memberikan
sharing dan pendapatnya tentang 'kasus' saya ini.


Txs n Rgrd
-----Original Message-----
From: Luluk Lely S. I. Dh. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, June 15, 2004 8:47 AM
Subject: Re: [balita-anda] pamit 'baik2' ke kantor sama batita


>Dear
>
>Maaf ya kalau saya gak membantu. Saya mau sharing. Kebetulan saya & suami
>punya prinsip yg sama dalam mendidik & berkomunikasi dg anak kami, Alyssa
>(22 bln) :
>1.  Talk to your child like you talk to people in your ages.
>2.  Respect your child like you respect your self.
>3.  Treat your child as well as you expect from other people
>     treating you.
>
>Dari awal ketika saya kembali bekerja setelah Alyssa lahir. Kami juga
>punya komitmen utk pamit dg anak kalau kami pergi keluar rumah. Saya
>selalu bilang spt ini ke Alyssa sebelum pergi kerja atau kalau dia
>complaint krn mamanya harus pergi kerja :
>
>"Nak, mama tahu alyssa mau mama di rumah. Mama juga maunya begitu kok.
>Tapi untuk saat ini mama punya kewajiban. Mama harus bantu papa untuk
>mencari uang. Uang itu untuk bayar semua kewajiban kita spt bayar rumah
>kita, bayar asuransi alyssa, bayar semua tagihan, dan banyak lagi. Mama
>tahu gak mudah buat alyssa mengerti ini sekrg. Tapi percaya deh gak adanya
>mama di dekatnya alyssa, gak mengurangi sedikitpun sayangnya mama ke
>alyssa. Alyssa juga sekrg kan udah jadi anak besar, anak mandiri, anak
>hebat. Mama bangga sama alyssa. Kata nenek, kalo mama gak ada alyssa yang
>jagain nenek. Jadi asistennya mama."
>
>Kurang lebih spt itu. Awal-awal memang gak mudah. Tapi seiring waktu anak
>juga akan belajar. Kalau sudah spt ini biasanya alyssa akan bilang "OK ma.
>Ica udah gede. Ica mau jaga nenek". Maaf ya kalau gak membantu.
>
>Lulu
>"Becoming a mother is a life-enhancing experience that leads to greater
>creativity, sensitivity, and compassion."
>
>---------------------------------------------------------------------
>>> Kirim bunga, buket balon atau cake, klik,http://www.indokado.com/
>>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>


---------------------------------------------------------------------
>> Kirim bunga, buket balon atau cake, klik,http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke