Ada yang bisa memberi informasi, seperti apa gejala dii (yang dapat
terlihat/ terpantau) dari penyakit ini ?

trims,
Mama Farhan
__
----- Original Message -----
From: "FACING_TO" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 11, 2000 17:58
Subject: [balita-anda] Hati-hati Virus Coxsacie


>
> Hati-hati dengan anak kita, awas terjangkit Virus Coxsacie
> Virus Coxsacie yang menyerang anak-anak itu selain merebak di Jakarta,
> ternyata juga sudah masuk di Batam. Di daerah yang paling dekat dengan
> Singapura tersebut, menurut Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Dr. Umar
> Fahmi Ahmadi MPH, sudah lima anak yang positif terkena penyakit
> Tangan-Kaki-Mulut (Hand Mouth and Foot Desease/HMFD). Departemen Kesehatan
> juga tengah mengecek ke daerah lain dan Jakarta. ''Masyarakat diharapkan
> tidak histeria menanggapi HMFD ini, tapi juga jangan lengah. Para orang
tua
> sebaiknya tetap waspada dan selalu menjaga keseimbangan gizi
anak-anaknya,''
> kata Umar Fahmi.
>
>
> SEBUAH rantai besi besar terlilit kaku di pintu masuk ke tempat bermain
> anak-anak di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan tersebut. Taman yang
> tertata rapi, ayunan, serta beberapa perangkat main anak-anak itu tampak
> membisu. Tak terdengar teriakan-teriakan lucu yang biasanya meramaikan
> perumahan di kawasan elit tersebut sejak pukul 8 pagi hingga 6 sore
> tersebut.
>
> Kemarin, Jumat sore, Gatracom datang ke Taman Balita Teddy Bear tersebut,
> yang dikabarkan  ditutup karena ada anak yang terjangkit penyakit
> Tangan-Kaki-Mulut atau biasa disebut Hand Mouth and Foot Desease (HMFD).
> Namun sayang tidak ada pengelola sekolah yang menampung sekitar 100 anak
> tersebut. ''Tidak tahu mas, tapi sejak Kamis sekolah kayaknya libur,''
kata
> seorang pria yang menjaga gedung itu.
>
> Benarkah karena penyakit itu Teddy Bear ditutup? Penjaga itu menggeleng.
> ''Saya tidak tahu Pak,'' katanya. Tapi sebelum "diliburkan", sekolah yang
> biasanya dibuka mulai Senin hingga Jumat itu, tampak ada kesibukan
guru-guru
> membersihkan berbagai peralatan di sana.
>
> Penyakit HMFD, memang sempat menghebohkan Singapura  dan beberapa kota di
> Malaysia   awal Oktober lalu. Di Singapura dari sekitar 1000 anak yang
> terinfeksi, ada empat nyawa yang tidak tertolong. Sebelumnya serangan
> penyakit pada anak-anak ini juga pernah menimpa Sarawak dan Taiwan dan
> menewaskan puluhan anak.
>
> Menilik ganasnya virus Coxsacie tersebut, kalau benar di sekolah itu ada
> anak yang terjangkit, wajar pengelola sekolah itu melakukan tindakan
> pencegahan. Tak jauh dari situ, taman bermain anak-anak Kinderland
> Pre-School, masih tetap buka. Tapi di dinding sekolah anak-anak yang
> menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar itu, tertempel pengumuman
> tentang virus dan penyakit HMFD tersebut.
>
> Sebuah sekolah di bilangan Blok M juga dikabarkan ada anak yang terkena
> penyakit tersebut. Sementara sekolah dasar di daerah Kemang Pratama,
Bekasi,
> yang ada seorang anak terjangkit penyakit tersebut masih tetap dibuka
> normal.
>
> Menurut Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Depkesos Dr. Umar Fahmi
> Achmadi MPH, langkah pencegahan itu baik-baik saja. ''Tapi menutup sekolah
> itu rasanya berlebihan,'' kata Umar Fahmi. Ia melanjutkan. ''Kalau hanya
ada
> 1 - 3 kasus saja tak perlu sampai melakukan penutupan sekolah, cukup si
> sakit saja yang diminta tidak masuk beberapa hari,'' katanya.
>
> Padahal hingga Kamis lalu, di Rumah Sakit Pondok Indah masih dirawat 10
anak
> yang menunjukan gejala terjangkit penyakit tersebut. Umar Fahmi mengaku
> belum mengecek tentang ada pasien HMFD di Rumah Sakit Pondok Indah
tersebut.
> ''Staf saya baru mengecek ke Rumah Sakit Fatmawati, katanya tidak ada
pasien
> HMFD,'' kata Umar Fahmi.
>
> Ia juga telah mengecek beberapa tempat di Batam, Bintan, Tanjung Pinang
dan
> Medan, sebagai gerbang yang dianggap cukup rawan kemasukan virus tersebut
> dari Singapura dan Malaysia. Umar mendapat laporan bahwa di tempat-tempat
> itu tidak ditemukan kasus tersebut kecuali di Batam.
>
> ''Ada 5 anak yang positf terinfeksi virus Coxsacie dan 2 lainnya masih
> didiagnosa,'' kata Umar Fahmi. Umumnya yang terkena anak di bawah lima
> tahun, yang tertua berumur 11 tahun.
>
> Sejak maraknya pemberitaan virus tersebut melanda Singapura, menurut Umar
> Fahmi, departemen kesehatan telah mengirim surat pemberitahuan kepada
Kepala
> Suku Dinas Kesehatan di beberapa kota besar di Indonesia. Seperti Jakarta,
> Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makasar, Medan, Batam, Tanjung
Pinang,
> Bintan, Riau dan beberapa kota di Kalimantan.
>
> Isi surat yagn dikirim September lalu itu, menurut Umar, meminta mereka
> untuk mewaspadai daerahnya masing-masing terhadap kemungkinan masuknya
wabah
> dari Singapura itu ke Indonesia.
>
> Menurut Umar Fahmi, Departemen Kesehatan tidak akan akan melakukan
tindakan
> seperti yang diambil pemerintah Singapura. Yakni menutup kolam renang umum
> atau tempat-tempat berkumpulnya anak-anak. ''Kami hanya menghimbau
> masyarakat untuk menjauhkan anaknya dari keramaian, jika sudah didiagnosaa
> terkena virus itu,'' katanya.
>
> ''Juga meminta mereka untuk tidak masuk sekolah selama beberapa hari,
hingga
> sembuh,'' katanya. Kebijakan itu, menurut Umar Fahmi, telah dicantumkan
> dalam surat yang diedarkan September lalu tersebut.
>
> Umar Fahmi juga menghimbau agar masyarakat tidak histeria menanggapi HMFD.
> ''Tapi juga jangan lengah. Para orang tua sebaiknya tetap waspada dan
selalu
> menjaga keseimbangan gizi anak-anaknya,'' katanya.
>
> pesA,w_Batam Island
>
>
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke