Food & Resto Semarak Sajian Serbadelapan Senin, 11 Agustus 2008 - 17:20 wib "ORANG Jakarta ternyata memang doyan makan!". Ungkapan tersebut kiranya tak berlebihan bila melihat kepadatan dan keriaan pengujung FJB 2008.
Tak hanya warga Ibu Kota, massa asal Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) pun turut berbondong-bondong menikmati akhir pekan dengan berwisata kuliner ramai-ramai di FJB. Salah seorang pengunjung, Irsan, 27, misalnya, rela datang jauh-jauh dari rumahnya di Bumi Serpong Damai Tangerang karena tergiur mencicipi sate Pejompongan dan ketoprak Ciragil favoritnya. "Ya sekalian berakhir pekan sama teman- teman," ujarnya di selasela melahap seporsi soto ceker Pak Gendut yang ngetop dari Sabang, Jakarta Pusat. Warga Ibu Kota memang boleh berbangga hati karena punya peta kuliner alias tempat makan enak yang komplet dan tersebar di berbagai penjuru Jakarta. Nah, menikmati beragam hidangan unggulan di satu tempat terpadu tanpa harus berkeliling, menjadi nilai lebih yang ditawarkan dalam ajang FJB yang digelar di Plaza Selatan Senayan Jakarta, 8-9 Agustus. Perhelatan FJB yang digelar keempat kalinya ini cukup istimewa karena bertepatan dengan momen ulang tahun kecap Bango yang ke-80. Untuk itu, dalam festival kuliner kali ini tema yang diangkat adalah "80 tahun Bango, Kualitas Sepanjang Masa". Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk Okty Damayanti mengemukakan, digelarnya FJB juga merupakan salah satu upaya menyukseskan program Tahun Kunjungan Wisata 2008 melalui wisata kuliner. "Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan mereka yang ikut serta dalam FJB," tuturnya seraya menyebutkan bahwa sebelum digelar di Ibu Kota, FJB juga telah hadir di Surabaya dan Bandung. Sementara itu, Brand Manager Bango Memoria Dwi Prasita mengungkapkan, penyelenggaraan FJB kali ini menghadirkan kejutan yang "Serba 8". Di antaranya 80 voucher jajan gratis di FJB yang dibagikan melalui kuis di radio-radio, peluncuran buku bertajuk "80 Warisan Kuliner Nusantara", serta yang fantastis adalah 80 ekor kambing guling yang memecahkan rekor MURI (Musium Rekor Indonesia) sebagai "Penyajian Kambing Guling Terbanyak Se-Indonesia". "80 ekor kambing guling buatan Sate Pejompongan itu dibagikan secara cuma-cuma kepada 800 karyawan kami di Subang, 8 panti asuhan di Jakarta, serta pengunjung FJB," sebut Memoria. Adapun untuk menu makanan sendiri tersedia 80 jenis masakan tradisional khas daerah setempat (dalam hal ini penjaja makanan di Jakarta). Juga, 8 Duta Bango dari luar kota. "Festival ini sangat menarik, karena banyak masakan tradisional yang sulit ditemui di hari-hari biasa dapat ditemukan di sini," sahut Kustini Indarti,salah seorang pengunjung yang hadir di hari kedua FJB. Berdasarkan pengamatan, tak ada satu pun stan penjaja makanan di FJB yang sepi. Antrean panjang terutama tampak di stan yang memang sudah ngetop di Jakarta seperti Pondok Sate Ayam Pejompongan, Ketoprak Ciragil, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Mie Bloon Jalan Theresia, dan Rujak Juhi Pak Tata. Namun, stan asal luar kota seperti Es Durian Kantin Sakinah asal Bandung juga diserbu pengunjung. Ada pula es goyang yang sehari-hari biasa dijual berkeliling, ternyata ikut mangkal di FJB. Di antara ratusan pengunjung, tak sedikit juga yang penasaran dengan menu yang mungkin masih terdengar asing. Di stan Bubur Ase Betawi Bu Asnah misalnya, banyak yang melirik sambil bertanya-tanya: "Ini bubur atau asinan ya?". Selidik punya selidik, ase rupanya kependekan dari asinan semur. (sindo//tty) Baca Juga: a.. Sajian Berbumbu Praktis b.. Romantisme BBQ di Pinggir Kolam c.. Bersantap Menu Pernak-pernik Penjara d.. Nikmatnya Bersantap di Saung Tropis e.. Gurihnya Udang Bakar Saus Cabai Sumber artikel: http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/11/26/135803/semarak-sajian-serbadelapan Catatan: Artikel ini termuat juga di Sindo
