Thanks om Med...

Baru aja saya mau forward ke bango mania......:)

2008/8/28 mediacare <[EMAIL PROTECTED]>

>    From: Garry <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [alumni_UPH] Ingredient yg membuat donat tahan lama WAS :
> Experiment dan Info Donuts
> To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> Date: Wednesday, August 27, 2008, 7:37 PM
>
> Akhirnya di bahas juga, ada penjelasan yg sekiranya dari sisi sciencenya .....
> Bgmn dgn anak pangan, gak ada yg jelasin kah ??? atau yg kerja di pabrik
> terigu??
>
> Saya akan coba tambahkan sedikit mengenai donat yg tahan lama itu .......
>
> Memang benar untuk J-Co dan Dunkin Donuts menggunakan tepung premix, artinya
> dalam prmix itu sudah di campur dengan bahan2 lain (spt : susu bubuk, gula,
> improver, telur bubuk, flavour dll).
>
> Kalau di ulas 1 per 1 mengenai ingredient utama untuk membuat donat, yg dpt
> berefek terhadap ke awetan donat so mari dimulai dari :
>
> 1. TERIGU
> Biasanya terigu yg digunakan adalah terigu yg mempunyai range protein 11%-13%.
> Jadi bisa di katakan terigu tersebut adalah blend (campuran) antara terigu
> protein tinggi dan terigu protein sedang. (misal: cakra+segitiga, 
> gunung+kompas,
> tali emas+beruang biru).
>
> Dan terigu yg di gunakan oleh J-Co/Dunkin di design khusus, dengan spec yg
> mereka inginkan. Kalau saya coba antara J-Co dan dunkin mereka menggunakan
> terigu protein sedang semua tidak di campur dengan protein tinggi, karena J-Co
> dimakannya empuk/soft (ringan) tidak membal. Kalau gunakan terigu protein
> tinggi, hasil jadinya besar dan mengembang ke atas. Kalau gunakan protein 
> sedang
> dimakannya soft tetapi hasil jadi volumenya tidak tinggi dan besar.
>
> Selain itu kadar moisture dalam terigu benar2 di jaga tidak boleh lebih dari
> 14,5%, karena di atas angka tersebut akan mudah sekali menimbulkan jamur,
> bacteria, kutu dll.
>
> 2. GULA
> Gula yg di gunakan di dlm adonan donut tidak banyak, maksimal 15% dari berat
> tepung. Gula disini fungsinya sebagai pemberi rasa, makanan ragi, memberi 
> warna,
> bikin empuk, daya tahan lbh lama.
>
> 3. GARAM
> Garam unt pemberi rasa dan kontrol fermentasi
>
> 4. SHORTENING/MARGARINE/BUTTER
> Fat/lemak fungsinya disini hanya sebagai pelumas adonan, agar di makannya enak
> dan untuk daya tahan donat jg.
>
> 5. SUSU BUBUK/SUSU CAIR
> Biasanya lebih cenderung untuk dirasa ketika dimakan dan flavour. Selain unt
> buffer fermentasi jg.
>
> 6. TELUR
> Kuning telur digunakan utnuk buat donat lebih empuk, juga better volume karena
> dlm kuning telur terdapat lecithin alami.
> Mengurangi kecenderungan collapse ketika donat di goreng.
>
> Kalau J-CO dan Dunkin tidak menggunakan telur fresh, biasanya sudah di mix
> dalam tepung premix mereka. Karena dengan egg yolk powder bakteri sudah di
> minimalkan, dan air sudah di hilangkan juga.
>
> 7. RAGI
> Ragi untuk membuat donut mengembang, menghasilkan gas CO2 dan flavour alkohol.
>
> 8. IMPROVER (DOUGH CONDITIONER)
> Berisi enzymes, emulsifier dan oxidizing agents.
> Enzym membuat fermentasi lbh baik.
> Emulsifier membuat adonan lebih kuat atau lebih lembut.
> Oxidizing agents untuk membuat adonan kuat.
>
> Fungsi dr dought conditioner intinya untuk membuat adonan lbh empuk, sehingga
> ketika di makan lbh soft dan unt daya tahan lebih lama.
>
> 8. AIR
> Air sebagai pengikat semua bahan sehingga ketika di mixer dpt membentuk 
> gluten.
>
> 9. BAHAN LAIN (Soy Flour/Chemical Leavening Agents/Potato Flour/Flavour)
> Soy Flour (tepung kedelai) berfungsi untuk meningkatkan penyerapan air dan 
> daya
> tahan. Tepung kedelai mempunyai lechitin yg sangat bagus untuk pengemulsi.
>
> Chemical Leavening Agents (spt : Baking Powder)
> Baking Powder memberikan efek besar ketika di goreng, jd lebih mekar. Dan
> mengurangi penyerapan minyak ketika di goreng.
>
> Potato Flour
> Memperpanjang daya tahan, membuat produk jadi empuk. Membuat balance rasa dari
> sugar coating agar tidak terlalu manis.
>
> Flavour
> Untuk membuat donat lebih wangi.
>
>
>
> Setelah saya ulas mengenai bahan yg di gunakan. Untuk premix donut kurang 
> lebih
> isinya seperti ingredient yg di jelaskan diatas. Dari pabrik pembuat tepung
> premix sudah diatur sedemikian rupa "recipe ingredient" yg di inginkan
> untuk menghasilkan donut yg empuk dll. Jadi ketika di outlet (J-CO/Dunkin) 
> hanya
> cukup menambahkan air dan fat (margarine/butter/shortening). Terigu, gula,
> telur, garam, susu, improver, flavor sudah termasuk dalam tepung premix
> tersebut. Jd so pasti daya tahan mereka bisa lbh lama karena ingredientnya pun
> di atur pH nya, kebersihan dari bakterinya pun terjaga. Selain lingkungan
> kerjanya yg bersih pula. Perhatikan di J-Co, yg kerja semuanya menggunakan
> sarung tangan dan penutup mulut, rambut tidak ada yg berantakan, pakai topi
> semua. Minimal sekali kontak dengan tangan langsung.
>
> Kemudian sistem yg mereka gunakan jg mempengaruhi daya tahan donat.
> Kalau saja mereka menggunakan sistem sponge dough, artinya ada adonan yg di
> fermentasikan terlebih dahulu, di buat biang dan diamkan selama 4 jam, maka 
> akan
> menghasilkan adonan yg wangi harus seperti wangi tape (sebenernya wangi 
> tersebut
> adalah hasil fermentasi (CO2 dan Alkohol). Nah dari hasil fermentasi ini 
> membuat
> pH adonan turun, di bawah 7. Dengan demikian bila pH turun maka jamur pun 
> tidak
> tumbuh.
>
> Untuk sistem sponge dough ini saya gak jelas, apa J-Co dan Dunkin
> menggunakannya, karena sistem ini butuh waktu yg lama dan ada loss (penguapan
> air) dari proses fermentasi.
>
> Kemudian adonan biang yg sudah jadi di mixer kembali dengan sisa bahan 
> lainnya,
> baru di cetak, di kembangkan (proofing) dan di goreng. Digoreng pun tidak
> sembarangan, mereka biasanya menggunakan minyak padat (deep frying oil), 
> dengan
> suhu 190-200 C. Kalau gunakan minyak cair, tidak akan bisa sampai suhu 190
> karena pada suhu 170 sudah berasap dan mengakibatkan struktur minyak cair tsb
> rusak. Kalau minyak padat di design khusus hingga suhu 220, jadi ketika donat 
> yg
> siap goreng di masukkan. Karena sangat panas lsg membuat lapisan tipis 
> permukaan
> (matang di kulit luar) sehingga minyak tidak masuk ke dlm donat. Tiap sisinya
> biasanya paling lama 1 menit. Hasil goreng yg baik menghasilkan donat yg
> mempunyai donut ring, seperti pita putih disekeliling donatnya.
>
> Setelah itu baru di coating dengan sugar glazing (Fondant). Kalau di lihat 
> J-Co
> mempunyai mesin coating seperti air terjun yg bisa mengcover seluruh donat. 
> Nah
> fondant tersebut membuat donat tetap terbungkus rapat, sehingga mengurangi
> kontak dengan udara. Dgn demikian jamur pun sulit untuk tumbuh. Fondant 
> sendiri
> terbuat dari gula dan turunannya (glukose dll) seperti penjelasan ttg 
> ingredient
> diatas, salah 1 fungsi gula untuk daya tahan produk lbh lama.
>
> Pernah ada yg tau gak selain donut ada juga roti yg bisa tahan lama.
> Kalau di Eropa seperti French dan Italy, biasa dengan produk Panettone,
> Colomba, Pandoro, Brioche.
> Kalau di Indonesia, roti bluder jawa timur (Blitar, Tulung Agung), lama juga
> daya tahannya tnp bahan pengawet.
> Nah produk2 tersebut di buat dengan menggunakan sistem sponge dough, daya
> tahannya bisa sampai 1 thn, tanpa ditambahkan pengawet (Calsium Propionate).
> Wanginya rotinya pun enak sekali, biasanya agak kering saja karena kadar air
> dalam roti sudah habis. Karena kadar airnya sudah habis tidak akan tumbuh 
> jamur.
>
> Saya pernah coba membuat dengan sistem spoge dough, memang terbukti dengan
> sistem tersebut roti yg biasanya 5 hari jamuran, dengan sistem tsb 2 bln pun
> tidak jamuran. Yg ada malah habis di makan.
>
>
> OK deh sudah panjang lebar berbagi pengetahuan .......
>
> Salam,
>
> GARRY
> Technical Bakery Advisor
> PT SMART Tbk
> Jl. Rungkut Industri Raya No 19
> Surabaya 60293
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
>
>
>
> Ini ada tanggapan dari milis BSD Society, tempat asal thread ini bermula...
> JFYR.
>
> Dear TTM,
>
> Kemarin tanggal 22 Agustus saya dan teman mengunjungi JIBEX yang berlokasi
> di PRJ Kemayoran. Expo ini banyak dihadiri oleh produsen tepung, mesin
> pembuat kue, produsen bahan -bahan kue dan member dari Asosiasi Bakery
> Indonesia yang mempromosikan produknya di sana.
>
> Saya keliling-keliling ke stand Mero (penghasil coklat), Palmia, Lippolis
> (produsen gelato), Guten Braun (pembuat kue dari Jerman), Muehlenchemie
> (penghasil enzim roti) dari Jerman juga dan
> akhirnya saya terdampar agak lama di Sangra Ratu Boga (produsen Fermipan)
> gara-gara ngomongin si donat hasil penelitian pak Marsel he..he..
>
> Dari hasil diskusi saya dengan salah satu manager marketing Fermipan
> terbuka cerita bahwa Fermipan adalah salah satu bahan yang sering dipakai
> oleh Dunkin Donat untuk membuat donat. Dari koki yang berada di stand
> tersebut saya bertanya apakah mungkin produsen donat menggunakan pengawet
> agar donatnya bisa tahan lama. Dan jawabannya ... tidak karena jika
> terdapat pengawet di dalam adonan donat maka dipastikan donat itu beracun
> karena ragi bertemu, dengan pengawet..mhm ...bener juga ya.. Saya tanya
> lagi kok Dunkin Donut bisa tahan seminggu tuh cuma agak keras? Maka
> berceritalah si koki kepada saya bahwa untuk membuat donat produsen harus
> memperhatikan banyak aspek yaitu sterilisasi tempat, ragi yang digunakan,
> cara membuat dan tepung mix yang digunakan. Donat yang kita makan selama
> ini digoreng bukan dengan menggunakan minyak goreng biasa melainkan minyak
> padat. Minyak ini berfungsi memasakkan donat tapi minyak terserap ke dalam
> sehingga kalopu ada sedikit air di dalam adonan maka dipastikan pada
> digoreng air sudah tidak ada. Jika tempat untuk membuat donat tidak steril
> sudah pasti si donat tidak jadi. Jadi dimana letak kuncinya? Ternyata pada
> tepung mixnya (campuran tepung).
>
> Setiap produsen donat mempunyai rahasia campuran tepung yang berbeda-beda.
> Dan tepung mix ini tidak ada di pasaran. Si koki bercerita kepada saya
> bahwa beliau pernah masuk ke dapur Dunkin Donut. Di sana dia hanya
> menemukan karung tepung yang tidak bertuliskan apa-apa dan dia bertanya
> apakah ini tepung mixnya? Dan jawabannya iya. Mereka tidak boleh
> memberitahukan apa isi tepung tersebut. Karena rahasia perusahaan.. Saya
> bertanya lagi bagaimana dengan Jco yang bisa awet 9 bulan? Jawaban si bapak
> adalah semakin mahal donat tersebut maka semakin
> bagus tepung mixnya. Yang jadi masalah kita tidak tahu apa sih isi dari
> tepung tersebut karena rahasia perusahaan...
>
> Nah itulah oleh-oleh dari perjalanan saya mengunjungi JIBEX kemarin. Oh
> ya..kalo kita mau uji makanan juga ada informasi laboratorium uji keamanan
> Pangan yang letaknya di JLN Rasamala 46 Taman Yasmin Bogor dengan nomor
> telpon 0251 - 7540927.
>
>
>
>
> (email dari [EMAIL PROTECTED])
> kebetulan saya dari margarine & frying fat business, kalau
> boleh kasih input adalah donut biasanya dicover oleh gula. Jika gula
> tersebut kualitasnya bagus (icing-nya diatas standard) maka akan
> melindungi donut tersebut dari jamur yang dibawa oleh udara. Jika gula
> yang dipakai yang tidak bermerk, maka lebih berisiko mudah dan cepat
> terkena jamur.
>
> Selain itu penggorengan juga menentukan umur donut. Jika digoreng
> dengan minyak padat, maka kandungan air dalam adonan akan sangat
> sedikit, sehingga jamur sulit berkembang. Jika digoreng dengan minyak
> cair, maka akan lebih cepat berjamur.
> Penggunaan baik gula dengan stadard icing bagus maupun menggoreng
> dengan minyak padat tentu membuat harga donut menjadi lebih mahal dari
> yang biasa, karena kualitas ketahanannya lebih lama.
>
>
>
>  
>

Kirim email ke