2008/8/28, Made Teddy Artiana <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> *Jelang Ramadhan : Kisah Kucing dan Putera Mahkota*
>
> By Made Teddy Artiana
>
> http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com
>
>
>
>
>
> Alkisah seorang raja yang sudah lanjut usia, tengah mencari calon pewaris
> tahtanya. Beliau berputera kembar, keduanya laki-laki. Sama gagah, sama
> kesatria dan sama bijaksana. Keduanya pantas jadi raja, tetapi sayang kursi
> tahta hanya diperuntukkan untuk satu calon. Akhirnya sayembara pun digelar.
> Raja memberikan keduanya teka-teki. Dia yang sanggup menjawab dan
> membuktikan jawabnyalah yang akan duduk sebagai raja. Demikian bunyi
> teka-teki tersebut : Apakah seorang kesatria sejati dilahirkan ataukah
> dibentuk ?   Putera kedua lebih dulu menjawab. Ia berpendapat bahwa
> kesatria sejati dilahirkan bukan dibentuk. Ternyata putera pertama
> berpendapat lain, ia yakin bahwa kesatria sejati itu dapat dibentuk. Sang
> Ayahanda tersenyum bijak. "Anakku, kata beliau,"Aku memberikan kalian
> kesempatan selama 40 hari untuk membuktikan jawaban kalian. Tepat satu hari
> menjelang bulan purnama, kalian harus berkumpul di alun-alun istana dan
> membawa bukti-bukti yang memadai sesuai pendapat kalian."
>
>
>
> Putera pertama segera bergegas pergi ke sebuah desa. Ia mengumpulkan 10
> ekor kucing kampung dan tanpa buang-buang waktu segera melatih kucing-kucing
> itu. Mereka diajari berbagai hal yang mustahil dikerjakan oleh seekor kucing
> sebelumnya, yaitu berdiri diatas kedua kaki, menari, bersolek, berenang,
> bahkan bermain kecapi. Siang dan malam dilalui tanpa kenal lelah melatih
> kucing-kucingnya.  Akhirnya dari sepuluh ekor itu terpilihlah satu ekor
> yang terbaik. Binatang itu kini telah menjelma menjadi mahluk yang luar
> biasa. Betapa tidak, kucing itu sekarang sudah bertingkah seperti layaknya
> manusia biasa. Tak ayal, kucing miliknya kini jadi pusat perhatian seluruh
> negeri. Semua bibir bergunjing tentang kehebatan kucing, putera pertama.
> Kabar itupun akhirnya terbawa angin dan sampai ketelinga raja dan putera
> kedua. Walau belum dapat mengumpulkan bukti apapun, sang putera kedua, tetap
> tinggal tenang di istana.
>
>
> Hari yang ditunggu-tunggu tibalah sudah. Alun-alun sedari pagi tadi sudah
> penuh sesak dijejali ribuan rakyat. Mereka semua seakan tak sabar ingin
> menyaksikan akhir sayembara itu. Sang Raja muncul kemuka memberi kesempatan
> putera pertama untuk tampil. "Wahai baginda,", seru putera pertama,
> "Ayahanda tercinta. Seperti yang sudah ananda utarakan 40 hari yang lalu,
> bahwa seorang kesatria itu dapat dibentuk dan tidak dilahirkan. Kini ananda
> membawa buktinya." Maka mulailah kucing miliknya beraksi. Tepuk tangan, dan
> sorak sorai, riuh rendah memenuhi udara. Sejenak putera pertama memberi
> aba-aba, dan si kucing pun menghentikan akrobatnya. "Wahai baginda dan
> rakyat kerajaan ini seluruhnya. Apa yang kalian saksikan belumlah seberapa,
> sekarang kucing milik ku akan berkata-kata seperti layaknya seorang
> manusia". Semua orang di alun-alun itu terdiam menahan napas. Mereka tampak
> saling berpandangan satu sama lain. Apa ? Berkata-kata ? Mustahil. Sang
> putera pertama pun berdiri sambil mengangkat tangannya sementara kucing itu
> terlihat bersia sedia, berdiri dengan kedua kaki belakang sembari
> membusungkan dada. "Ehm..ehm..ehm…",beberapa dehm kecil terdengar dari mulut
> binatang berkumis jarang itu membuat ribuan pasang mata terbelalak dengan
> mulut ternganga. "Tunggu !" Tiba-tiba putera kedua berdiri mengalihkan
> perhatian. Ia tampil kedepan sambil mengacungkan bungkusan plastik yang
> telah dipegangnya sedari tadi. Seluruh hadirin, tak terkecuali si kucing pun
> menoleh kearah putera kedua. "Aku punya sesuatu untuk mu !", teriak putera
> kedua. Tangan kanannya tampak membuka bungkusan itu dan sekonyong-konyong
> sepuluh ekor tikus berlompatan keluar. Melihat santapan lezat didepan mata,
> karuan saja si kucing menyeringai ganas. Tanpa ba-bi-bu, ia segera melompat
> kalap, memburu tikus-tikus itu. Mereka terlibat kejar-kejaran seru
> disela-sela kaki para penonton. Segera saja suasana berubah jadi kacau
> balau. Seorang pedagang makanan menjadi korban. Seekor tikus lari kearah
> dagangannya, diikuti si kucing. Seolah tak peduli mereka mengacak-ngacak
> makanan yang ada, kemudian melompat berlari kearah lain. Keadaan semakin
> bertambah gaduh ditambah  teriakan geli bercampur ngeri para wanita yang
> panik berlarian kesana-kemari. Putera pertama tampak tak bisa berbuat
> apa-apa. Ia lebih sering menggaruk-garuk rambut dikepala dan sesekali
> menutup wajah dengan kedua tangannya. Sementara Raja, putera kedua dan para
> punggawa kerajaan tampak terpingkal-pingkal menyaksikan semuanya. Akrobat
> yang tadinya spektakuler, sekonyong-konyong berubah jadi tontonan konyol.
> Rusuh namun menggelikan. Mirip pasar malam yang kedatangan perampok tepat
> pada saat lampu padam. Kejar-kejaran itu berakhirnya disebuah tumpukan
> sampah dekat sebuah selokan. Dengan baju compang-camping dan bulu-bulu dan
> wajah hitan belepotan lumpur Si kucing akhirnya keluar dengan membawa tikus
> diantara gigi-giginya. Tanpa peduli dengan ribuan pasang mata yang
> memelotinya, si kucing pun berlalu. Seolah ingin menyantap makananya tanpa
> diganggu siapapun juga.
>
>
> "Wahai baginda, ayahanda tercinta dan rakyat seluruh negeri", tiba-tiba
> terdengar teriakan lantang dari putera kedua "Ananda rasa apa yang ananda
> sampaikan pada baginda 40 hari yang lalu adalah benar. Sekarang kita
> sama-sama menyaksikan bahwa kesatria sejati itu tidak sekedar dibuat tetapi
> harus dilahirkan ! Ya seorang kesatria sejati itu pertama-tama harus
> dilahirkan terlebih dahulu."
>
>
>
> *Selamat menjalankan ibadah puasa saudaraku. Semoga Bulan Ramadhan membuat
> kita bertekad bulat untuk  terlahir kembali dan bukan sekedar menjadi
> seekor kucing terlatih dengan baik. Yang tinggal menunggu waktu, akhirnya
> akan memunculkan prilaku lama nya kembali. Selamat berjumpa di alun-alun
> istana raja* ! (MTA)
>
>
> --
> warm regards,
> Made Teddy Artiana
> photographer || graphic designer || writer
> mobile. 0815 740 900 80 - 0813 178 227 20
> email. [EMAIL PROTECTED]
>
> Photo Galery
> # Commercial Photography #
> http://companyprofile.multiply.com
> http://withbobsadino.multiply.com
>
> # Jurnalism Photography #
> http://fotojalanan.multiply.com
>
> # Wedding Photography #
> http://prewedding3.multiply.com
> http://prewedding2.multiply.com
> http://prewedding.multiply.com
> http://candidwedding.multiply.com
> http://weddingcandid.multiply.com
> http://weddingceremony.multiply.com

Kirim email ke