ada yg tergoda dengan ayam betutu tidak...................????/ kalo ada 
infonya yang paling enak di jalan tuban.. bali



best regerd
Yvonne



----- Original Message ----
From: elmyrha <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, September 9, 2008 13:11:34
Subject: [bango-mania] Tergoda Lotek Garing & Cendol Aren


Tergoda Lotek Garing & Cendol Aren 

Jakarta - Sayuran rebus bergumul dengan bumbu kacang plus kerupuk 
memar. Saus kacang yang gurih membuatnya makin lezat saja. Rasa 
pedaspun diredam dengan es cendol yang 'kenyil-kenyil' legit gula 
aren!

Pagi itu kami terjebak dalam kemacetan lalu lintas di seputaran Pasar 
Baru. Tiba-tiba saya melihat papan nama Jalan Banceuy. Wah, saya jadi 
ingat kopi Aroma yang harum dan segar. Toko kopi Aroma ada di jalan 
tersebut. Namun, saat mobil merambat, saya malah kegirangan karena 
menemukan Jalan ABC. Di sudut jalan Alkateri dan ABC itulah saya 
melihat meja penjual lotek mulai ditata.

Meskipun semangkuk bubur sudah saya santap sebagai sarapan tetapi 
saya tetap saja memaksa turun di ujung jalan ABC demi seporsi lotek. 
Lotek langganan saya sebenarnya adalah Lotek Kalipah Apo yang 
legendaris. Lantaran saya pernah diprovokasi mas Bondan soal lotek 
Alkateri ini, saya jadi tertantang membuktikan kelezatannya.

Melihat semua barang di meja ditutup rapat saya jadi deg-degan 
juga. "Wah, jangan-jangan nggak jualan," pikir saya. Si ibu penjual 
langsung bangkit dari kursi menyambut saya. Ternyata memang begitu 
cara penjual menjaga kebersihan. Sambal kacang ditaruh dalam panci 
bertutup. Sayuran ditaruh dalam wadah bambu dan ditutup rapat. 
Lontongpun dibuat pendek mirip arem-arem dan terbungkus daun pisang. 
Sementara tumpukan kerupuk aci putih dan pink dalam kemasan plastil 
bertumpukan di sisi meja.

Cobek besar dengan diameter sekitar 50 cm segera dibuka oleh ibu 
penjualnya. Satu sisinya dipenuhi gundukan bumbu kacang yang sudah 
ditumbuk halus. Si ibu langsung menggerus cabai rawit plus mencolek 
sedikit bumbu dan mengaduk rata.

Tanpa menambahkan air seperti lazimnya penjual lotek lain, langsung 
ditambahkan kacang panjang, tauge, kol, daun pepaya plus pare dan 
diaduk. Bumbu memang sengaja tak ditambahkan air. "Kalau dibiarkan 
beberapa jam lotek tetap enak, air dari sayuran cukup membuat bumbu 
lotek jadi kental," demikian alasan si ibu.

"Kerupuknya dicampur atau dipisah?" tanya si ibu. Karena saya 
penggila kerupuk maka kerupuk aci putih langsung dimemarkan dan 
diaduk dengan sayuran dan bumbu. Lotekpun dipindahkan ke selembar 
kertas cokelat yang sudah dipincuk dan diberi sepotong kerupuk aci 
berwarna pink. 

Suapan pertama lotek ini membuat kejutan kecil. Potongan sayuran 
terasa sangat renyah, balutan bumbu yang pekat, memberi aksen gurih 
yang kental ditambah aroma harum bawang putih. Karena tak berair 
alias garing maka agak sulit menyendoki lotek ini. Tapi ini tak 
membuat saya berhenti menyuap. Justru terkena renyah pare dan daun 
pepaya yang jadi ciri khas lotek ini membuat saya menyantap habis 
lotek ini. Apalagi ada memaran kerupuk aci yang sudah berbalut bumbu, 
sebagian renyah, sebagian melempem! Wouuw...!

Saat menghabiskan suapan lotek terakhir mata saya tertuju pada 
gerobak cendol yang persis ada di depan penjual lotek. Deretan gelas, 
plus dua buah gentong mengisi gerobak mungil yang bertulisan 'Es 
cendol Alkateri'. Rasa pedas di mulut ternyata menjadi alasan ampuh 
buat memesan 1 gelas cendol.

Saat  gentong dibuka, terlihat buliran cendol yang putih 
butek. "Kenapa kok putih ya?" tanya saya pada mas penjual. "Ya, saya 
kan dari Banjarnegara, saya pengin bikin cendol yang beda. Kalau 
hijau sudah ada, cendol beras juga banyak, maka saya bikin cendol 
aren, bahannya kayak es goyobod," tuturnya sambil menyerahkan gelas 
cendol.

Setelah diaduk warna es cendol menjadi merah kecokelatan. Buliran 
cendol memang terasa 'kenyil-kenyil' karena terbuat dari sagu aren, 
dengan rasa gurih santan plus legit gula aren yang jadi siropnya. 
Tambahan es batu membuat es cendol yang unik inipun habis berpindah 
ke perut saya. Padahal jam baru menunjukkan pukul 11.00 siang. Wah, 
hitung-hitung makan siang kepagian!

Kalau jalan-jalan ke Bandung akhir pekan ini, silakan menguji 
kelezatan lotek ini (di hari Senin tutup karena penjual istirahat). 
Harga seporsi lotek Rp 6.000,00 dan segelas cendol aren Rp 2.500,00. 
Dengan Rp 8.500,00 Anda bisa sarapan enak mengeyangkan lagi!

Lotek Alkateri
Perempatan Jl. ABC (depan Toko Gorden 'Jaya Abadi')
Bandung
Harga Lotek: Rp 6.0000,00
Harga Es Cendol : Rp 2.500,00

    


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke