referensi, bukan reverensi. 2008/10/13 mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
> > > ----- Original Message ----- *From:* ruang baca <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [EMAIL PROTECTED] > *Sent:* Monday, October 13, 2008 9:48 AM > *Subject:* [Ruang Baca] Menjinakkan Kedahsyatan Rasa Kuliner Nusantara > > > <http://4.bp.blogspot.com/_zEELQz8DoEM/SPK2dGqbmlI/AAAAAAAAAX8/bB9Y4c2khh8/s1600-h/buku+80+warisan+kuliner+nusantara.jpg> > Makanan merupakan bagian dari keaneragaman budaya nusantara yang jumlahnya > termasuk paling variatif, namun sangat mudah diadaptasi oleh siapa saja, > dengan bersenjatakan lidah, sebagai indera perasa. Tak mengherankan, bila > belakangan ini wisata kuliner seakan menjadi tren tersendiri, dan termasuk > bagian dari gaya hidup masyarakat. > > www.arohman.co.cc DEMAM wisata kuliner yang terjadi pada masyarakat kita > saat ini, tentu tak dapat dipungkiri dan merupakan hal positif bagi > kelangsungan makanan tradisional itu sendiri. Apalagi, hal tersebut didukung > oleh media massa yang secara spontanitas memanfaatkan 'kepedulian > masyarakat' itu lewat rubrik maupun acara khusus. Hasilnya, kampanye kuliner > pun berjalan dengan sendirinya, sehingga mampu meningkatkan daya jual > sekaligus mengangkat perekonomian para penjual makanan tradisional sekaligus > memopulerkannya. > Selama ini, orang datang ke sebuah tempat makan (warung, depot, resto) > biasanya didasarkan atas kefamilieran lidahnya terhadap makanan favoritnya. > Lebih dari itu, suasana penunjang dan lain-lainnya adalah perhitungan nomor > ke sekiannya. Padahal bila dicermati secara seksama, setiap makanan khas > yang ada di negeri ini memiliki kelebihan lain di samping kelezatan rasanya. > Dan, itulah yang tertuang utuh dalam buku 80 Warisan Kuliner Nusantara ini. > > Dalam buku yang dikemas eksklusif ini, terdapat 80 makanan juara; yaitu > makanan-makanan dari berbagai daerah di Indonesia yang tak terbantahkan lagi > kedahsyatan rasanya. Dihadirkan sebagai food guide, disertakan pula 3 lembar > peta makan khusus yang meliputi lokasi makan enak di kota Surabaya, Jakarta, > dan Bandung. > > Reverensi Terlengkap > Sebagai buku yang ditujukan bagi pecinta kuliner, buku ini termasuk paling > komplet di antara buku-buku kuliner yang telah terbit sebelumnya. Bukan > hanya performanya yang sangat istimewa (format hardcover dan isi artpaper, > full color) tentu sangat menarik. Desainnya pun excellent. Kontensnya pun > benar-benar lengkap. Selain setiap makanan diulas detail dengan bahasa yang > simple dan mudah dipahami, diceritakan pula asal muasalnya. Diikutsertakan > juga resep-resepnya, dan tak ketinggalan tempat makan atau depot tempat > makanan tersebut berasal dan pupuler di daerah asalnya maupun perwakilannnya > di daerah lain. > Misalnya ketika Anda membaca tentang menu soto, maka dalam buku ini Anda > langsung dapat memperoleh informasi berbagai jenis soto dan keistimewaanya. > Mulai dari soto Madura, Betawi, Makassar dan lain-lainnya. Bahkan ada pula > sejarah mengenai soto-soto itu sendiri. Misalnya saja Soto Tangkar. Pada > halaman 24 dipaparkan bahwa Soto Tangkar adalah sotonya orang Betawi, yang > ada sejak zaman penjajahan Belanda. > Alkisah, nama Soto Tangkar diambil dari isi soto yang dibuat dari tulang > iga (tangkar artinya tulang iga). Karena pada zaman perang, masyarakat kita > sangat miskin, hanya bisa mendapatkan tulang iga dengan sedikit daging yang > menempel pada tulangnya atau yang oleh orang Surabaya dinamakan tétélan. > Resep dan cara membuatnya pun langsung bisa diaplikasikan untuk dicoba > langsung di dapur. Sementara bagi yang tidak hobi memasak, bisa langsung > mencobanya di tempat yang telah direkomendasikan oleh buku ini untuk > mencicipi keaslian Soto Tangkar. Misalnya saja, Soto Tangkar ini bisa > didapat di Rumah Makan Soto Tangkar Omah Sendok di Jakarta yang buka pada > pukul 10.00 – 17.00. Begitu seterusnya dengan makanan khas lainnya, > dijelentrehkan oleh tim penyusun yang merupakan para pakar kuliner > Indonesia. > Contoh lain adalah, misalnya ketika kita yang tinggal di Surabaya kemudian > ngidam kepingin Rujak Soto Banyuwangi, maka telah tersedia rekomendasi > tempatnya, yaitu di Depot Dahlia, Jl. Ngagel Jawa Barat. Sedangkan bagi yang > penasaran apa itu Rujak Soto, terlebih dahulu dapat mengetahui deskripsi > performa dan cara penyajiannya melali buku ini. Bahkan resepnya juga sangat > lengkap, tinggal dicoba melihatnya di halaman 105. > > Kitab Wajib Kuliner > 80 hidangan yang merupakan makanan khas pilihan dari seantero nusantara > dalam buku ini, kesemuanya merupakan warisan adiluhung nenek moyang kita. > Pertautan budaya dan suku di negeri ini menghasilkan aneka rasa dan warna > yang memperkaya kekhasannya kuliner nusantara. Diperlukan ketajaman lidah > untuk membedakan setiap jenis masakan. Karena ada jenis masakan yang serupa > namun komposisi bumbu dan penampilannya berbeda jauh. > Trik dan tips dalam menyiasati bumbu agar masakan tetap enak serta > menyehatkan juga terselip di antara paparan kekhasan masakan daerah. > Misalnya saja rahasia gurih Sroto Banyumas yang ternyata bukan berasal dari > penyedap rasa, melainkan dari bumbu kemiri, kacang, dan kelapa parut > sangrai. > Dari total 80 makanan warisan kuliner nusantara yang ada, buku ini > mengategorikannya ke dalam 8 bagian untuk memudahkan mengenali jenis > masakannya. Jenis sate disajikan 9 pilihan aneka sate; dari sate Meranggi > sampai sate Padang. Kemudian Soto juga ada 9 macam. Disusul jenis nasi ada > 13 varian, mulai nasi Uduk hingga nasi Buk. Kategori lontong ada 7 jenis. Mi > ada 5 jenis. Sop dan hidangan berkuah ada 12 macam. 7 buah masuk kategori > Ayam, Bebek dan Ikan, dan 18 jenis masakan lainnya. > Sepertinya, buku ini juga pantas sekali dijadikan inspirasi bagi mereka > yang memiliki usaha di bidang makanan, atau akan memulai bisnis depot > makanan. Sajian resepnya bisa dijadikan rujukan, sementara falsafah dan > hikayat ke-80 makanan itu dapat menjadi modal untuk lebih mengenal dan > melanggengkan kuliner nusantara ini. > Yang lebih penting lagi dari buku ini, adalah efek pasca membaca yang > menimbulkan gairah untuk mencoba setiap menu yang benar-benar menggiurkan > selera itu. Dijamin Anda pasti akan menahan liur untuk sekadar menjinakkan > kedahsyatan setiap rasa. * (RADAR SURABAYA; 12 Oktober 2008) > > Judul Buku : 80 Warisan Kuliner Nusantara > Penyusun : Samijati Purwadari > Genre : Kuliner > Cetakan : Pertama, September 2008 > Tebal : 168 halaman > Penerbit : PT Media Boga Utama > Harga : Rp. 50.000,- > Peresensi : Abdur Rohman, S.Pd > > > > -- > Posted By ruang baca to Ruang > Baca<http://arrohman.blogspot.com/2008/10/menjinakkan-kedahsyatan-rasa-kuliner.html>on > 10/13/2008 09:41:00 AM > > -- Adham Somantrie. Wired and Wireless Network Engineer, Web Programmer and Designer. www.adhamsomantrie.com
