Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal: Empuknya daging kambing muda berpadu 
dengan Susu Kambing Etawa

Anda pasti sering mendengar kata warteg alias warung Tegal, tapi bagaimana 
dengan Sate Tegal? Memang belum setenar Sate Madura atau Sate Padang, tapi soal 
rasa hmmm... boleh diadu. Sate Tegal umumnya terbuat dari daging kambing yang 
masih berumur di bawah tiga bulan, sehingga dagingnya masih empuk. Jika Anda 
kebetulan tertarik ataupun gemar dengan kudapan ini tampaknya Sate Kambing 
Batibul Bang Awi Khas Tegal yang lokasinya di Kelapa Gading Jakarta Utara bisa 
memuaskan selera makan Anda. Selain sajian Sate Kambing yang istimewa And ajuga 
bisa menikmati Susu Kambing yang berkhasiat. Tertarik mencoba?

Bagi Anda penggemar Sate Kambing, kriteria apa yang paling diharapkan dari Sate 
Kambing yang Anda makan? Empuk, tidak prengus, atau rendah kolesterol? Tahukah 
Anda ternyata daging kambing memiliki kadar lemak jenuh (saturated fat) yang 
lebih rendah daripada ayam. Padahal lemak jenuh sangat berpengaruh dapat 
menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Jadi bagi Anda penggemar segala olahan 
daging kambing tak perlu terlalu parno atau khawatir soal kolesterol. Apalagi 
takut untuk mengonsumsi Sate Kambing Khas Tegal ala Bang Awi yang tersohor 
kelezatannya. Walaupun demikian dalam menikmatinya disarankan dalam porsi 
sewajarnya.

Rumah makan Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal menempati ruko yang 
terletak di jalan Boulevard Raya Blok QJ Nomor 20 atau lebih tepatnya berada di 
dekat kompleks Perumahan Villa Permata Gading. 

Sebagai penanda di Rumah Makan ini terpasang banner ukuran 0,6x5 meter berwarna 
biru muda dengan tulisan Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal berwarna 
merah dan kuning. Tempat pembakaran sate yang terletak pada bagian depan 
membuat aroma pembakaran yang harum terasa menggugah selera. Bagi Anda yang 
membawa kendaraan pribadi tak perlu khawatir soal parkir karena di depan rumah 
makan ini tersedia lahan parkir yang mampu menampung kira-kira 4-5 mobil. Jika 
penuh Anda masih bisa memarkir di bahu jalan sepanjang Jalan Raya Boulevard. 
Rumah makan Sate Kambing Batibul Bang Awi buka setiap hari mulai pukul 10 
hingga pukul 11 malam.

Bagian dalam rumah makan Bang Awi terasa nyaman karena dilengkapi dengan 
pendingin ruangan.l Di ruang makan seluas 5x10 meter ini berjejer rapi kursi 
dan meja yang terbuat dari kayu jati dengan kapasitas 40 orang. Begitu Info 
Kuliner menempati salah satu tempat duduk yang tersedia seorang ramah 
berseragam kemeja batik Pekalongan datang menghampiri menawarkan menu andalan 
Sate Kambing, Sop Kambing, Teh Poci, dan Susu Kambing Etawa.

Tak perlu menunggu lama dalam waktu kurang dari 10 menit pesanan Anda telah 
siap dihidangkan. Sekilas Sate Kambing khas Tegal ini terlihat seperti masih 
agak mentah alias belum terpanggang dengan baik karena warnanya pucat dan 
cokelat tua kehitaman seperti sate pada umumnya. Sambal kecapnya pun tidak 
dicampur dengan satenya melainkan terpisah. Kecap diletakkan di piring kecil 
dengan tambahan sambal terasi, sementara di piring kecil lainnya tersedia 
irisan bawang merah dan tomat yang dapat dicampurkan ke sambal kecap sesuai 
dengan selera.

Ternyata setelah sate dicocol dengan campuran kecap dan sambal terasi, sate 
yang tadinya polos dan pucat menjadi terlihat begitu menggiurkan dengan baluran 
kecap yang hitam saat digit, hmm.. dagingnya ternyata sangat empuk dan juicy. 
Sama sekali tak terasa mentah seperti kelihatannya, ini dikarenakan dagingnya 
berasal dari kambing betina muda berusia di bawah tiga bulan. 

Rasanya begitu mantap karena rasa dagingnya yang gurih berpadu dengan kecap 
manis asli Tegal dan sambal terasinya yang manis pedas. Tidak terdeteksi 
sedikitpun bau prengus khas kambing yang biasanya hadir di setiap olahan 
kambing.

Agar bau prengus kambing hilang caranya setelah daging dibersihkan dan 
dipotong-potong, dan ditusuk dengan tusukan sate, lalu ditiriskan selama kurang 
lebih satu jam baru kemudian dibakar setengah matang. Setelah itu sate 
dicelupkan pada campuran susu kambing, minyak kambing (dihasilkan dari buntut 
kambing yang di gongso), dan bumbu halus yang terdiri dari campuran kunyit, 
jahe, dan lengkuas, merica, ketumbar dan bawang putih. 

Penggunaan susu kambing dan minyak kambing di atas membuat citarasa Sate 
Kambing khas Tegal ini makin gurih, dan lezat. Tidak tercecap rasa amis ataupun 
prengus karena telah ternetralisir oleh penggunaan aneka rempah dalam bumbu 
sate. "Penggunaan susu kambing dan minyak kambing ini juga menjadi salah satu 
keunikan dari Sate Tegal," jelas Moh. Abdul Jamil sang pemilik rumah makan 
cabang Jakarta. Setelah sate dibumbui kemudian sate kembali dibakar sampai 
matang.

Untuk menambah kenikmatan dan menghasilkan aroma sate yang khas maka sang 
pemilik tidak menggunakan arang dari jenis kayu sembarangan namun menggunakan 
arang kayu asam yang khusus didatangkan dari Tegal. "Iya sengaja saya pakai 
arang kayu asam karena nanti aroma satenya jadi lebih harum dan tidak terlalu 
tajam menusuk seperti arang batok dari Jakarta sehingga rasanya lebih 
istimewa,' ujar Jamil.

Selain Sate Kambing khas Tegal, rumah makan ini juga menyediakan Sop Kambing 
Batibul alias kambing bawah tiga bulan. Sop Kambing ini terasa sangat gurih dan 
lezat karena menggunakan kaldu kambing dengan campuran bumbu seperti bawang 
putih, pala, lada, cengkeh. Selain untuk mempertajam citarasa penggunaan bumbu 
rempah juga dimaksudkan untuk menghilangkan bau prengus kambing dan memberikan 
efek hangat pada tubuh. Ditambah lagi campuran mirepoix yang terdiri dari 
batang seledri, wortel, bawang bombai dan daun bawang yang membuat aroma Sop 
Kambing ini menjadi harum dan makin memikat. 

Sebagai teman menikmati hidangan tersedia juga Teh Poci khas tegal. Teh ini 
aromanya khas dan rasanya agak sepet. Hidangan minuman ini disajikan dengan 
gula batu dan lebih pas diminum selagi masih hangat agak panas. Kebiasaan minum 
Teh Poci atau Moci telah menjadi tradisi bagi orang Tegal, ini disebabkan 
pertumbuhan pabrik-pabrik teh di Tegal pada tahun 1930-an yang cukup pesat. Teh 
Poci khas Tegal ini disajikan dengan poci yang terbuat dari tanah liat dan 
diminum dengan menggunakan cangkir mungil yang terbuat dari porselen, 
sluuurpp...Nasgitel banget pokoke.

Selain Teh Poci yang khas, tersedia juga minuman sehat yang berasal dari 
kambing, namanya Susu Kambing Etawa (kambing Etawa adalah kambing keturunan 
India yang berbadan cukup besar dan memiliki tinggi 1 meter). Dari hasil survei 
di beberapa tempat Susu Kambing Etawa dikenal memiliki berbagai manfaat untuk 
tubuh seperti dapat menetralisir asam lambung, menambah vitalitas dan daya 
tahan tubuh, mengatasi masalah impotensi dan mengoptimalkan pertumbuhan pada 
anak.

Susu Kambing Etawa sangat dianjurkan untuk penderita penyakit TBC, asma, 
anemia, hepatitis, kram otot dan maag. Saat disajikan susu kambing ini terlihat 
biasa saja namun setelah diperhatikan ternyata susu ini lebih cepat mengental 
jika terlalu lama didiamkan, maka jika kita ingin meminumnya sebaiknya diaduk 
terlebih dahulu. Susu Kambing Etawa ini memiliki bau prengus khas kambing yang 
khas namun untuk mengatasinya disediakan Syrup Mocca, Strawberry, dan Cokelat 
agar susu ini tetap dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk anak-anak.

Semua makanan dan minuman yang tersedia harganya sangat terjangkau sehingga 
Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Sate Kambing Batibul polos hanya 
Rp 2 ribu per tusuk, dengan tambahan hati menjadi Rp 2,5 ribu per tusuk, Sop 
Kambing Rp 13 ribu per porsi, Teh Poci Rp 4,5 ribu per poci dan Susu Kambing 
Etawa Rp 9 ribu per gelas. Berminat? Selamat mencoba. Anggi.

Resep Sate Kambing Khas Tegal ala Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal 

Bahan: 
500 gr Kambing muda
500 gr hati Kambing

Bumbu Rendaman:
100 cc Susu kambing
300 ml Minyak kambing
2 cm Kunyit
2 cm Jahe
2 cm Lengkuas
2 sdm Merica
1 sdm Ketumbar
3 siung Bawang Putih
Garam secukupnya

Sambal Kecap:
Kecap manis secukupnya
2 buah Tomat, potong-potong
5 butir Bawang merah, potong-potong
1 sdm Sambel terasi

Cara Membuat:

Potong-potong daging dan hati kambing dengan ukuran 2 x 3 x 2 cm atau dengan 
ukuran sesuai selera. Setelah dipotong-potong tusuk sate dengan menggunakan 
tusukkan sate yang terbuat dari bambu, satu tusuk sate bersii 5 potong daging 
dan hati. Lalu tiriskan selama 1 jam.

Untuk membuat bumbu olesan, kunyit, jahe, lengkuas, merica, ketumbar dan bawang 
putih dihaluskan, lalu dicampur dengan susu kambing, minyak kambing dan garam, 
aduk hingga rata, sisihkan.

Setelah 1 jam, bakar daging kambing hingga setengah matang, lalu rendam dalam 
bumbu rendaman dan bakar lagi hingga daging kambing matang.

Siapkan piring hidang beri kecap dan sambal terasi, aduk rata, lalu letakkan 
sate diatas piring, dan campur rata dengan sambal kecap. Sajikan bersama dengan 
potongan tomat dan bawang merah.

Sajikan untuk 50 tusuk

Info Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:
Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal, Jakarta
Jl Boulevard Raya Blok QJ7 No 20 Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telp 0817810529, 081911511870

Tegal
Jl Raya II Ujungrusi Adiwerna - Tegal
Telp 0283-3448049, 081802889603

Info Kuliner
Senin, 09 Juni 2008
_______________________________________________________

Bahan baku didatangkan langsung dari Tegal (Anggi)

Kegigihan Syaiful Malawi (41) alias Bang Awi sang pemilik usaha Sate Kambing 
Batibul dalam membangun usaha patut diacungi jempol. Dari mulai usaha konveksi 
sampai menjadi peternak ayam pernah dilakoninya dan meskipun usahanya itu tidak 
berjalan lancar ia tetap gigih mencoba usaha lain. Ternyata usahanya di bidang 
makanan yaitu Sate Kambing Batibul menjadi buah dari kegigihanya selama ini.

Usaha ini pertama kali dirintis pertama kali dirintis Awi di Tegal pada tahun 
1992. Seiring waktu berjalan usahanya semakin berkembang dengan pesat sehingga 
pada tahun 2007 Awi memutuskan untuk memperluas usahanya hingga ke Ibukota 
Jakarta. Kebetulan Awi mempunyai seorang adik yang berdomisili di Jakarta yaitu 
Moh Abdul Jamil (26) yang kini menjadi pemilik sekaligus pengelola Rumah Makan 
Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal cabang Jakarta.

Bahan Baku. Salah satu keunggulan rumah makan ini selain citarasanya adalah 
sebagian besar bahan baku yang digunakan dikirim langsung dari Tegal. Sebut 
saja kambing, arang kayu asam, bawang merah Brebes hingga kecap manis yang 
tidak akan Anda temukan di Jakarta. 

"Kami memang ingin menyajikan sajian yang khas dari Tegal maka itu kami pun 
mendatangkan bahan bakunya langsung dari sana agar citarasa dan ciri khas 
Tegalnya semakin terasa," tutur Jamil yang hingga kini masih bekerja di Astra 
International.

Karyawan. Dalam menjalankan usahanya Jamil dibantu oleh enam orang karyawan. 
Masing-masing karyawan diberikan fasilitas yang sangat lengkap seperti makan, 
tempat tinggal, rokok dan kebutuhan sehari-hari lainnya seperti sabun, pasta 
gigi, shampo. Gaji yang mereka dapatkan berkisar antara Rp 1-1,1 juta 
tergantung lama bekerja. 

Pelanggan

Meskipun usia Rumah Makan Sate Kambing Batibul Bang Awi Khas Tegal cabang 
Jakarta ini masih seumur jaging namun soal peminat dan pelanggan tak boleh 
dianggap remeh. Dalam sehari sekitar 800-1000 tusuk sate ludes terjual apalagi 
di akhir pekan bisa sampai 1500 tusuk. Ada beberapa public figure yang menjadi 
langganan tetap seperti Jaya Suprana, Ferry Salim, pebulutangkis senior Rudi 
Hartono, Bondan Winarno. "Bapak Sutanto sang Kapolri juga setiap bulan selalu 
memesan Sate Kambing Batibul ini," ujar Jamil sambil tersenyum. Anggi

Info Kuliner 
Senin, 09 Juni 2008
_______________________________________________________

Kirim email ke