Selamat Pagi Pak Agung..

Terima kasih sekali untuk saran yang telah diberikan pak Agung pada saya..

Maaf saya lupa untuk menyebutkan bahwa saya adalah seorang yang semi vegetarian 
sya tidak mengkonsumsi hewan atau barang bernafas...itu sebabnya saya tidak 
bisa berjualan somay,kalau es teler bisa menjadi pertimbangan..

Pak Agung, rencana usaha yang akan saya jalankan adalah usaha roti bakar, 
pisang bakar, dan sebenarnya saya ingin usaha mie ayam dan kwetiau juga, tetapi 
dengan menggunakan oncom atau kerupuk pangsit tanpa isi....

Dan sepertinya dalam waktu dekat ini
saya akan mempunyai orang yang bisa menjalankan usaha tersebut selagi
saya bekerja diluar...rencana saya, akan segera berhenti bekerja jika
memang ternyata usaha saya bisa berjalan lancar, amin.




Mohon untuk sarannya...


Terima kasih Pak...



Mariska.

--- On Mon, 3/2/09, Agung S <[email protected]> wrote:
From: Agung S <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Untuk Ibu Mariska
To: [email protected]
Date: Monday, March 2, 2009, 4:39 AM











    
            

Terima kasih Mas Haryo Pramoe yg sudah reply sharingnya.. .....
Maaf sebelumnya utk Ibu Mariska kalau baru dijawab, karena postingan pertanyaan 
Ibu Tgl 26 tsb tidak muncul di tempat saya........ dan baru muncul setelah 
dijawab oleh Mas Haryo ini.......


Anyway...... ..sy yakin kalau niat kita baik segala sesuatunya pasti ada 
jalannya.

Sedikit sharing sy mungkin begini;

Untuk membuka usaha seperti yg ibu inginkan harus benar2 dipersiapkan segala 
sesuatunya.


Modal, resep dan orang yg bisa masak saja sangatlah tidak cukup.
Sudah banyak usaha yg awalnya hanya disiapkan seperti ini dalam perjalanannya 
harus menerapkan trial & error untuk bisa tetap bertahan. 
Ini tidak melihat scope usahanya, baik kecil maupun besar kalau sudah 
berlarut-larut akhirnya ya terpaksa ditutup. 


Hal yang utama dalam usaha ini adalah bagaimana seluruh orang yg terlibat 
didalamnya mempunyai panduan secara detail dari seluruh aspek pengelolaan yg 
jelas dalam menjalaninya.
Sehingga lebih mudah dalam mengontrol maupun menindak lanjuti jika ada 
penyimpangan2 yang umumnya pasti akan terjadi.


Hal ini bisa tidak terjadi jika Ibu sendiri yang melakukan seluruh proses 
termasuk pengelolaannya. .........

Untuk jenis usaha dan modal yg Ibu sampaikan bisa diwujudkan menjadi apapun 
yang Ibu inginkan.... .....sebisa mungkin yang memang benar2 dikuasai dan modal 
diperhitungkan untuk mengantisipasi belum konsistennya penjualan pada 3 bulan 
pertama..... .


Salam,
Agung
ServeSmart Indonesia


2009/2/28 Haryo Pramoe <haryopramoe@ yahoo.com>



















    
            

Ibu Mariska,

Dengan modal 10 juta,untuk lokasi di pinggir jalan raya sebenarnya sudah bisa 
memulai dengan usaha makanan rakyat seperti es teler dan es kelapa muda dengan 
spesialisasi makanan tertentu.
seperti somay ikan dengan brand parung-kedai Somay dan es Teler Mariska 
terkenal karena kelezatannya."klaim tersebut ibu ciptakan saja sendiri denga 
printing yang besar.



Atau Kedai Nasgor Mariska"terkenal dengan kualitasnya"!-menyajikan aneka 
hidangan nasi goreng.
Untuk contoh produk ibu bisa pergi ke nasi ndut gandaria,ibu lihat cara 
memasaknya dan kwantitas penyajiannya.



kalau tidak ada lahan parkir mobil yang luas ibu bisa membuat strategi 
menjaring pengendara bermotor atau klub klub motor.carannya dengan menjaring 
klub2 motor berikan harga discount khusus atau berikan ketua rombongan persenan 
agar membawa anak buahnya untuk makan di
 tempat ibu.

dengan lokasi di pinggir jalan raya saya rasa ibu sudah bisa segera memulai 
usaha makanan rakyat(somay dan es teler).kareana kendala usaha makanan adalah 
lokasi,lokasi dan lokasi.
dan ibu sudah satu langkah di depan.



salam Kuliner,
Chef Haryo Pramoe
presenter harmoni alam Trans TV 
tiap hari minggu jam 1 siang
--- On Thu, 2/26/09, mariska sukijat <icha_0...@yahoo. com> wrote:


From: mariska sukijat <icha_0...@yahoo. com>
Subject: [bango-mania] Please Give me Suggestion


To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Thursday, February 26, 2009, 6:19 PM








    
            

Dear Mr. Agung..

I am Mariska, i am living in bogor.Parung Exactly, i am really want have my own 
business . 

I want open food place, but i am only have capital around Rp 10.000.000, i have 
a small 

place beside the road. The economic class in my place is middle to low, but as 
you know 



many cars pass  parung for their journey if they want go to the top or bogor.

Would you tell me tips about what the suitable business base on my environment 
and my 

capital.?

Please tell me..i am really confused about this.. Now i am still working in 
jakarta, but i 



really want to Quite coz i want open my own
 business even its only small business..

Thank you..


Best Regard,



Mariska  

--- On Wed, 2/25/09, Agung S <mags...@gmail. com> wrote:


From: Agung S <mags...@gmail. com>
Subject: [bango-mania] Resto Mgt Tips
To: bango-mania@ yahoogroups. com, pedulirestoran@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, February 25, 2009, 5:20 AM








    
            What "Should" Your Food Cost Be? - And Why It's Important to Know



A recent survey reveals that cost control, food cost in

particular, is a top priority of many independent operators today.



Most operators indicate that they track their food cost each week,

or at minimum, each month. They know that keeping close tabs on

their food cost can alert them to potential problems when the

cost is higher than expected.



Spikes in cost percentages set in motion the usual investigation

process of reviewing controls for monitoring waste, receiving

procedures, cost increases, theft, etc. Yet, even with proper

controls, some operators are never able to "hit" their target

cost percentage.



Maybe your "food cost target" needs reviewing. When was the last

time you costed out your menu? Whether you use recipe costing

software, spreadsheet, or even handwritten computations, you should

keep the cost of each menu item up to date. Once you have each menu

item costed, take one more step and compute your ideal food cost

based on the sales mix report from your POS.



Depending on your menu, cost percentages can fluctuate

materially from sales fluctuations particularly in high cost

items. But that doesn't mean you have a food cost problem.



A cost control problem is when there is an unacceptable

difference between the ideal and actual cost for a given period.



A 2% variance for a restaurant that does Rp. 100.000.000, - a week in food

sales amounts to Rp. 2.000.000,- a week. That's over Rp. 100.000.000, - a year! 
However,

if the targeted cost is inaccurate then you'll be left scratching

your head looking for a food cost problem that doesn't exist.



Here are some tips on how to know what your ideal cost should be:



 1. Accurately cost out each menu item.


 
Further more.....http://servesmartin donesia.blogspot .com/




Salam,

Agung





 

      


         
        
        


      
 

      


         
        
        


      
 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        






 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke