salam kenal member baru dari surabaya nie...
pengen nyoba sekali2

--- In [email protected], Wulansari Arliyanto <wulan.ar...@...> wrote:
>
> Thanks ya mbak Ratna untuk info-nya.... Huv a great weekend.
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: "ratnasury...@..." <ratnasury...@...>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Sabtu, 14 Maret, 2009 12:29:45
> Topik: Re: Bls: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi 
> Ketiga
> 
> 
> Rujak cingur yg enak (tp dibogor ya, toh deket ama depok) di air mancur. 
> (Jl.sudirman) pernah diliput pak bondan Bukanya sore. Kalo dulu mangkal di 
> rumahan tp krn rumahnya mau dijadiin hotel katanya jd dia skrg mangkal di 
> dpnnya. Selamat hunting ya....
> 
> Ratna
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> From:  Wulansari Arliyanto 
> Date: Sat, 14 Mar 2009 12:50:34 +0800 (SGT)
> To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
> Subject: Bls: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi 
> Ketiga
> 
> Setujuuuuuu, mahal banget ya, btw ada yang bisa bantu kasih info rujak cingur 
> yang enak di Jakarta- khususnya Jaksel or Depok, sekalian harganya kaleee ya. 
> Tks b4.
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: "herry...@gmail. com" <herry...@gmail. com>
> Kepada: bango-mania@ yahoogroups. com
> Terkirim: Sabtu, 14 Maret, 2009 11:01:05
> Topik: Re: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga
> 
> 
> Wah rujak cingurnya mahal banget,tp menurutku harganya kemahalan untuk 
> sepiring rujak cingur.di delta plasa rujak cingurnya jg enak dan tidak 
> semahal itu
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> From:  Abdur Rohman 
> Date: Wed, 11 Mar 2009 22:44:49 -0700 (PDT)
> To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
> Subject: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga
> 
> Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga
> 
> Makanan yang satu ini sangat khas dan telah jadi ikon kota Surabaya sejak 
> dulu. Campuran sayur, buah, tahu dan tempe dengan potongan cingur sapi yang 
> kenyal, yang di-topping bumbu petis yang nikmat, membuat sajian ini kerap 
> dicari pemburu kuliner dari berbagai daerah.
> 
> SURABAYA  POST | Rujak Cingur sepertinya telah menjadi menu wajib para 
> pecinta kuliner saat berada di Surabaya. Meski begitu khas dan sangat 
> terkenal, keberadaan penjual kudapan ini sangatlah berbeda dengan penjual 
> bakso atau lontong balap di Surabaya yang sangat banyak jumlahnya.
> 
> Jumlah pedagang rujak cingur boleh dikata tak terlalu banyak. Apalagi yang 
> favorit dan mempunyai pelanggan banyak, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. 
> Satu lagi, mereka yang favorit ini bisa dipastikan merupakan penjual yang 
> sudah puluhan tahun malang melintang di usaha rujak cingur dan diturunkan ke 
> generasi penerusnya.
> 
> Depot makan di kawasan Ahmad Jais merupakan satu depot rujak cingur yang 
> sudah populer sejak 1970. Sebagai usaha makanan tradisional yang dikelola 
> oleh warga Tionghoa, depot ini juga sudah melalui batas generasi dalam 
> perjalanan usahanya. Setidaknya, pengelolaan depot tersebut sudah menjadi 
> tanggung jawab generasi ketiga pendirinya.
> 
> Awal  bukanya depot ini juga agak unik. “Sekitar tahun 70-an itu kami 
> sekeluarga sering mendapat kiriman cingur dari seseorang setiap harinya. 
> Lantas bingung mau diapakan karena terlalu banyak. Kemudian mulai ada 
> keinginan untuk membuka warung yang menjual rujak cingur. Ternyata hasil dari 
> racikan keluarga banyak yang suka. Buktinya bisa bertahan sampai sekarang,” 
> kata Sin Siu, generasi ketiga yang dipercaya melanjutkan usaha makanan ini.
> 
> Menggunakan ruang depan sebagai depot, rujak cingur ini buka mulai pukul 10 
> pagi hingga 5 sore pada Senin - Sabtu dan pukul 11 siang - 5 sore pada Minggu.
> 
> Beberapa perkumpulan kuliner yang kerap berinteraksi di dunia maya menyebut 
> rujak cingur depot ini sebagai alternatif makanan khas Surabaya yang cukup 
> banyak peminatnya.
> 
> Salah satu yang kerap menyebutkan sajian rujak cingurnya enak, adalah Rendi 
> yang tinggal di kawasan Babatan Rukun. Meski tidak begitu sering makan, 
> lantaran harga per porsinya yang  cukup mahal, Rp 35 ribu, tetapi ia mengakui 
> sangat menyukainya. “Kalau pas ada uang lebih dan ingin makan rujak cingur 
> pasti datang ke tempat ini. Biasanya aku pilih yang bumbu petis yang memang 
> sangat cocok dengan rasa cingurnya,” ujarnya.
> 
> Selain rujak cingur berbumbu petis yang banyak disukai kebanyakan 
> pelanggannya, tersedia juga rujak dengan sambal kacang dan rujak bumbu manis.
> 
> Karena rasanya yang enak itulah, tidak salah kalau beberapa institusi kerap 
> menjadikan makanan ini sebagai sajian ketika menggelar acara. Salah satunya 
> Polda Jatim. Belum lagi orang-orang terkenal seperti Bang Yos â€"mantan 
> gubernur DKI Jakarta-- sengaja datang ke Surabaya untuk melihat dan merasakan 
> langsung bagaimana racikan bumbu rujak dibuat di tempat ini. Kerap juga orang 
> yang datang dan membungkus rujak untuk dibawa ke luar kota.dwi
> 
> 
> Sin Siu
> Jaga Kualitas Bumbu
> 
> Menjadi penerus bagi usaha keluarga yang diminati masyarakat dirasa sangat 
> menarik bagi Sin Siu, pengelola Rujak Cingur Ahmad Jais.
> 
> Semasa remaja, dia mulai suka membantu usaha yang dikelola oleh 
> kakek-neneknya. Kesenangan dan seringnya membantu, ternyata membentuk dia 
> jadi orang berbakat meracik bumbu rujak cingur dengan rasa yang masih sama 
> sejak dulu. “Waktu pertama kali membantu, memang saya sudah bisa meracik 
> bumbu sampai dengan cara menghaluskannya. Makanya sampai sekarang depotnya 
> masih bertahan dengan pelanggan yang baru atau yang lama,” ujar Sin Siu 
> yang terkadang masih bergantian meracik dan mengulek dengan sang mama.
> 
> Satu hal penting baginya dalam melanjutkan usaha ini ialah menjaga kualitas 
> rasa, terutama racikan dan ulekan bumbu. “Harus tetap dijaga kualitas rasa 
> dari bumbu. Begitupun dengan bahan-bahannya, seperti buah, sayur, tempe, 
> tahu. Dan cingurnya harus pilihan, belinya juga di pasar tradisional.  Dengan 
> begitu orang yang makan tidak akan merasakan perbedaan rasa dulu atau 
> sekarang,” ucap anak ketiga dari 6 bersaudara ini.
> 
> Saat ditanya pengembangan rujak cingur ini, Sin Siu mengaku belum bisa 
> memastikan.. “Sulit cara yang ngulek bumbunya, nanti malah kerepotan,” 
> ujarnya sambil tertawa. dwi
> 
> Sumber: Surabaya Post 
> 
> ________________________________
>  Apa dia selingkuh?  
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 
>    
> 
> 
>       Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! 
> Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
> http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>


Kirim email ke