Dear all

wader bisa ditemukan di Rumah Makan SS.depok, margonda
jangan lupa pesen sambelnya yang super pedes
hehe




________________________________
Dari: Panusuk NST <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 23 Maret, 2009 10:46:02
Topik: Re: [bango-mania] Re: [mediacare] Wader Goreng Sambal Terasi


salam,
Cerita tentang wader, membawa ke tahun-tahun masa kecil saya ketika dengan 
serok atau jaring kami segerombolan anak mencari wader di parit-parit sawah, 
dan menggorengnya hingga kering sebagai lauk yang dahsyat, sayang di Jakarta 
tidak kutemukan lagi kegurihan wader, tolong jika ada kawan yang tahu info 
warung dengan menu wader goreng di sekitaran Jakarta, tengyu.
P

--- On Sun, 3/22/09, mediacare <mediac...@cbn. net.id> wrote:


From: mediacare <mediac...@cbn. net.id>
Subject: [bango-mania] Re: [mediacare] Wader Goreng Sambal Terasi
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Sunday, March 22, 2009, 11:30 PM




http://mediacare. blogspot. com
----- Original Message ----- 
From: Abdul Rohim 
To: media-jatim@ yahoogroups. com ; mediac...@yahoogrou ps.com 
Sent: Saturday, March 21, 2009 1:12 PM
Subject: [mediacare] Wader Goreng Sambal Terasi



Wader Goreng Sambal Terasi
Kenikmatan Bersantap Terasa Kian Serasi.
Hari mulai siang. Puluhan kendaraan bermotor berangsur-agsur datang. Tidak 
hanya kendaraan roda dua. Mobil berbagai merek dan tak sedikit yang kinclong 
tampak parkir berjajar tepat di depan sebuah warung di kawasan Ketintang Permai 
Selatan, Surabaya: Warung Wader Kincir Angin milik Wardi. 
Pengunjung siang itu--yang merupakan pelanggan warung--terdiri atas beragam 
kalangan. Ada rombongan pegawai negeri sipil dari berbagai instansi. Ada 
karyawan swasta berbagai perusahaan, mahasiswa, juga masyarakat biasa. 
Bersamaan dengan arah jarum jam menunjuk pada pukul 11.00 hingga pukul 14.00 
WIB, bertepatan dengan jam santap siang, warung semakin padat. 
Di dalam warung, ada yang memilih duduk lesehan, ada pula yang menempati kursi 
yang ditata rapi di antara meja-meja panjang. Sambil ngobrol ringan, mereka 
tampak lahap menyantap menu andalan warung ini: wader goreng. "Yang membuat 
sensasi kenikmatan karena wader disajikan di atas piring tanah," kata Sholihin, 
salah seorang pegawai swasta yang mengaku selalu menyempatkan diri mampir ke 
warung ini dua kali sepekan. 
Di warung tersebut, penyuka makanan memang disuguhi wader goreng disertai 
sambal terasi khas Surabaya. Hidangan dilengkapi dengan beragam pilihan nasi, 
dari nasi putih biasa, nasi jagung, sampai nasi gurih. Banyaknya porsi nasi 
disediakan secara bebas. Pembeli bisa sesuka hati mengambil sesuai keinginan. 
Menu pun masih dilengkapi kacang panjang, daun kemangi, daun papaya rebus, 
serta mentimun sebagai bahan lalapan. Maka, yang tampak saat itu adalah tangan 
yang cekatan menyuapkan sajian ke mulut, disertai dengan keringat bercucuran 
membasahi wajah yang dipicu rasa pedas sambal. Suara tawa riang di antara 
penikmat sembari bercanda karena kawannya tampak wajahnya memerah menahan 
pedas. 
Ikan wader tak sebesar ikan air tawar lainnya, seperti lele, mujair, bandeng, 
atau gurame. Bahkan, bagi penghobi memancing, kerap muncul olok-olok bahwa 
mendapatkan wader adalah musibah. Namun, meski ukurannya sangat kecil, atau 
paling banter hanya sebesar jempol, ikan yang biasanya hidup bergerombol di 
sungai ini ternyata memiliki rasa yang tak kalah "maknyus" dibanding ikan air 
tawar lainnya. 
Kelezatan ikan ini setidaknya bisa terlihat dari menjamurnya warung bahkan 
restoran-restoran yang tersebar di Kota Surabaya, juga di daerah lainnya yang 
juga menyediakan menu khusus wader goreng. Namun, Anda boleh membandingkannya. 
Wader di warung Mardi terasa lebih lezat. Harganya pun tergolong enteng di 
kantong, yakni Rp 6.000 setiap porsi. 
Menurut Mardi, menu wader goreng telah membuat warung miliknya menjadi 
terkenal. Setiap hari, tak kurang dari 200 orang memadati warungnya. Dia 
menghabiskan sekitar 20 kilogram wader kali yang rutin diperolehnya dari 
seorang langganan yang setiap pagi mengirimkan wader segar kepadanya. 
Jika Anda tidak suka wader, jangan urungkan niat Anda untuk mendatangi warung 
ini. Di Warung Wader Kincir Angin juga disediakan berbagai menu lainnya, 
seperti nasi goreng, mi pangsit, gurame bakar, ikan patin bakar, ayam panggang, 
ayam goreng, serta ayam penyet. Harganya juga Rp 6.000 per porsi... 
Berbagai bothok juga disediakan. Ada bothok ikan patin, bothok ikan teri, 
bhotok telur asin, serta bhotok rempelo ati. Harganya dibanderol Rp 2.500 per 
bungkus, kecuali bothok ikan patin yang agak mahal, Rp 5.000 per bungkus. 
Menu minuman pun menyegarkan, bahkan menyehatkan tubuh. Ada sinom, beras 
kencur, dan teh manis. Minuman sehat ini juga tidak mahal. Setiap gelas hanya 
Rp 3.000. ROHMAN TAUFIQ 
Wader Goreng Goyang Kereta 
Letaknya nyelempit di antara permukiman padat serta di tepi jalan sempit 
berpaving. Namun, tidak sulit menemukan Warung Wader Kincir Angin milik Mardi. 
Siapa pun yang ditanya akan segera menunjuk warung yang berdekatan dengan 
perlintasan rel kereta api itu. Getaran gerbong kereta terasa bersamaan 
lahapnya menyantap wader goreng. 
Warung wader, seperti diakui Mardi, bermula dari ketidaksengajaan. "Semula di 
tempat ini saya hanya nyambi jualan es degan (kelapa muda) sambil membuka 
tempat cuci mobil dan motor," ujarnya. 
Merasa jualan es degan lebih laris dibanding cuci kendaraan, Mardi lantas 
menambah menu jualannya dengan nasi dicampur bothok telur asin. Rupanya, bakat 
masak istrinya membawa hoki. Nasi bothok telur asin laris manis. 
Mardi terus melengkapi menunya. "Saya teringat di Jember dan Lumajang banyak 
warung wader yang laris, ya, saya iseng coba menu wader. Ternyata malah bawa 
rezeki berlimpah," dia mengisahkan tentang awal mula menu utamanya yang mulai 
digelutinya pada 2001 itu. Usaha pencucian kendaraan pun dihentikan. 
Sejak adanya menu wader, warung miliknya semakin diserbu pelanggan. Mardi pun 
membuka satu warung lagi di kawasan Ketintang Barat, tak jauh dari Rolak 
Gunungsari. Warung didesain secara nyaman dan alami karena pengunjung warungnya 
merasa sejuk oleh embusan angin dari Kali Jagir. 
Agar bisa melayani seluruh pelanggannya, Mardi membagi jadwal buka dua 
warungnya. Warung lamanya dibuka mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 
sore. Sedangkan warung di Rolak Gunungsari dibuka mulai pukul 12.00 siang 
hingga pukul 22.00 malam. ROHMAN TAUFIQ
 
http://www.korantem po.com/ korantempo/koran/ 2009/03/20/ Berita_Utama_ 
-_Jatim/krn. 20090320.160028. id.html

 
http://media- klaten.blogspot. com/
 
http://groups. google.com/ group/suara- indonesia? hl=id
 
salam
Abdul Rohim 
 




      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke