Warung Leko - Mantapnya Iga Sapi Penyet


 Makanan
dengan sambal penyet sepertinya menjadi satu suguhan yang sangat khas
bagi warga Surabaya. Hampir di setiap sudut kota banyak dijumpai
bermacam warung yang menjual makanan dengan menu penyet-penyetan.

Selama
ini yang banyak beredar biasanya makanan standar, seperti tempe, tahu,
lele, bebek, ayam dan lainnya. Tidak banyak tempat yang sengaja membuat
menu baru yang unik, seperti yang disediakan oleh Warung Leko, yang
pertama kali buka di Ruko Surya Inti Permata kawasan HR. Muhammad ini.

Kalau
biasanya iga disajikan dalam bentuk kuah seperti sup, bakso atau iga
bakar. Namun di Warung Leko yang buka pada 15 November 2006 lalu,
daging bercampur lemak yang menempel di tulang sapi ini ternyata juga
enak kalau dibuat penyet-penyetan. Seperti nama warungnya, Leko (dalam
bahasa Jawa, berarti nikmat), pembeli penyetan ini bisa dibuat leko
saat menyantap.

Hanya dengan sambal bajak dan taburan gorengan
bawang putih sebagai pelezat yang ditempatkan di cobek sedang, rasanya
4 potong iga berukuran sedang ini memang cukup mantap menjadi sajian
pengenyang perut.

Tidak salah, dengan rasa yang cukup menantang
tersebut, iga sapi penyet ini menjadi salah satu menu spesial yang
banyak diburu oran. Termasuk artis-artis yang sempat datang ke
Surabaya, seperti Giselle Idol, Chelsea, VJ Daniel, Ruth Sahanaya
(Uthe), Ira Wibowo, Fachri Albar, Butet Kertarajasa dan beberapa
lainnya.

Salah seorang pelanggan juga mengatakan mantapnya iga
penyet ini. “Enak kok rasanya, iganya empuk dan sambalnya juga mantap,
pas dengan lidah orang Surabaya,” katanya.

Untuk penyajian juga
terbilang cepat, maksimal 10 menit sajian sepiring nasi dengan lauk Iga
Penyet ini langsung tertuju ke meja makan. Setiap harinya 20 orang
pegawai memang siap melayani pembeli setiap saat.

Selain iga
penyet, beberapa menu iga juga tersedia di tempat yang berkapasitas
untuk 60 orang ini, seperti sup iga dan iga goreng. Sedangkan menu
tambahan yang baru beberapa bulan ini disajikan di tempat ini yaitu iga
hot plate dan iga goreng tepung dengan pelezat sambal korek (sambal
terasi mentah). Lalu dari sapi tersebut juga masih dibuat menu otot
penyet, sup sumsum, babat, empal dan buntut.

Selain makanan
berbahan sapi, warung yang buka sejak pukul 11.00 hingga pukul 22.00
ini juga menyediakan menu alternatif seperti gurami goreng, bandeng,
ayam pedas, dan bakwan penyet. Sedangkan untuk minuman, tersedia cincau
susu dan es kelapa muda.

Selain cabang di Manyar Kertoarjo,
manajemen Leko juga telah memiliki sejumlah cabang di berbagai kota
seperti Solo, Jogjakarta, Medan, Bali, Jakarta, Samarinda, dan Serpong
(Deli Serdang). Ke depan mereka berencana membuka cabang lagi di
sejumlah kota. dwi

Tampilkan yang Berbeda


Enterpreneur
sejati! Begitulah kata yang cocok untuk menggambarkan sosok Yusuf
Danianto Lindra, pemilik warung Leko. Bagaimana tidak, selang hanya 6
bulan setelah sebagai marketing di sebuah bank, ia berbalik menjadi
wirausahawan dengan menciptakan menu iga sapi penyet hingga menjadi
terkenal sekarang ini. “Sejak lama memang saya ingin buka usaha sendiri
di bidang makanan, tetapi memang harus yang berbeda dengan tempat makan
yang lain di Surabaya,” ujar bapak dari seorang anak ini.

Seperti
iga, selama ini yang banyak dikenal memang iga bakar atau dibuat sup
dan bakso, tetapi untuk iga yang dimakan dengan sambal penyet beserta
lalapannya memang belum ada. “Untuk itulah saya mencoba bagaimana
rasanya kalau iga ini dijadikan makanan penyet, kelihatannya menarik
dan langsung saya buka depotnya,” ucap Yusuf, pemilik 9 warung iga
penyet.

Beraninya, begitu ide membuat iga sapi penyet tersebut
ia memilih berhenti kerja dan fokus untuk mengembangkan idenya
tersebut. Kebetulan sang mama mendukung dan ikut membantu mencari resep
yang sesuai. “Untuk resep-resep membuat sambal dan cara memasak iga
juga dibantu mama, jadi lebih berpengalaman,” kata Yusuf.

Usaha
ini pastinya tidak bisa lepas dari kegemarannya makan. “Saya memang
suka makan dan berburu makanan. Hampir di setiap tempat baru, kalau ada
makanan enak pasti saya coba,” ujar pria yang tinggal di kawasan Darmo
Permai Selatan ini. (dwi)

Sumber: Harian Sore SURABAYA POST
Simak info dunia kuliner di BLOG BANGOMANIA
Jangan lupa gabung juga di FACEBOOK BANGOMANIA


      

Kirim email ke