Dear Bangoers,

Negeri kita sudah kaya akan rempah - rempah yang apabila di padu - padankan 
dengan bahan makanan akan menjadi sebuah hidangan yang bercitarasa unik, 
eksotic, lezat, beraroma ( rich flavour ), enak dan tentunya lebih menyehatkan. 

Saya bukannya anti MSG, tapi jika kita sudah memasak makanan dan meracik 
bumbunya secara benar, akan lebih bijaksana dengan memunculkan rasa asli dari 
suatu bahan yang dimasak tersebut ( Based taste of ingredients ). Jaman dahullu 
di Aceh dan bahkan sampai sekarang, dalam tradisional kulinernya, mereka 
menggunakan kelapa parut yang di sangrai sampai gosong kemudian dihaluskan 
sampai berminyak dann itu sebagai bumbu penyedap alami, di Padang sendiri ada 
kas - kas dan aneka rempah yang biasa digunakan rumah tangga dalam kuliner asli 
tradisional, kemudian di Jawa - Bali banyak dicampurkan gula dalam masakan 
untuk menguatkan rasa, di sulawesi utara komposisi bumbu segar seperti kemangi, 
jahe, sereh, cabe rawit banyak digunakan untuk meng-enakan makanan dan itu 
semuanya lebih memberikan warna asli ke-indonesiaan dan lebih banyak lagi 
penyedap berbahan dasar rempah alami nan segar seantero nusantara ini. 

Cobalah untuk lebih mempersembahkan hidangan yang sesedikit - minimal mungkin 
menggunakan / mencampurkan Food Additive / Food Artificial / Penguat Rasa / 
Pemanis Sintetis dll, dalam Makanan yang dihidangkan untuk kelurarga anda 
tercinta, keluarga indonesia.....

MSG...??? Boleh juga sebagai pilihan jika memang anda memasak tanpa bumbu 
lainyya...

Salam Kuliner Indonesia,

Dimas Permadi

 


--- Pada Sen, 1/6/09, sunny <[email protected]> menulis:

Dari: sunny <[email protected]>
Topik: [bango-mania] Manfaat Penggunaan MSG dalam Makanan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 1 Juni, 2009, 11:38 AM











    
            
            


      
      



Refleksi : Moto moto  
ajinomoto ! "The return of  Ajinomoto-san issue", akan segera muncul di 
layar Anda :-))
 
 
http://www.republik a.co.id/berita/ 51470/Manfaat_ Penggunaan_ MSG_dalam_ 
Makanan
 


Manfaat Penggunaan MSG dalam 
Makanan

By Republika Newsroom
Jumat, 22 Mei 2009 pukul 07:01:00 




 

Hampir semua orang tahu bahwa penambahan MSG 
pada makanan menyebabkan rasa makanan menjadi sedap. Rasa sedap ini sebenarnya 
bukan hanya sekedar kenikmatan cita rasa pada lidah kita saja. Rasa sedap dari 
MSG yaitu rasa umami ternyata secara fisiolois berkaitan erat dengan pencernaan 
makanan yang pada akhirnya juga mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Adanya umami 
dalam makanan menyebabkan otak mendapatkan sinyal dari reseptor dilidah dan 
lambung yang memicu produksi kelenjar pencernaan yang lebih baik bagi 
kelancaran 
proses pencernaan makanan.

Rasa umami dari MSG dapat menyedapkan berbagai 
makanan, baik makanan Indonesia maupun makanan internasional. MSG efektif dalam 
menyedapkan makanan yang secara total memiliki rasa asin dan rasa asam, seperti 
bakso kuah dan sayur asam. Namun, penambahan MSG pada sirop manis dan obat yang 
pahit tidak akan menyedapkan kedua bahan yang memiliki rasa manis dan pahit 
ini.

Meskipun MSG mengandung natrium,namun MSG bukanlah penyumbang utama 
natrium dalam makanan yang perlu dihindari oleh penderita darah tinggi atau 
penyakit jantung.Penyumbang utama natrium dalam makanan pada umumnya adalah 
garam. Kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari natrium dalam garam. 
Pengurangan garam dalam makanan menyebabkan berkurangnya rasa enak makanan yang 
akhirnya menimbulkan resiko kekurangan asupan gizi. 

Namun demikian, 
penambahan sedikit MSG pada makanan yang dikurangi garamnya dapat menurunkan 
kadar natrium dalam makanan hingga 40% tanpa mengurangi rasa enak makanan. 

Makanan yang kurang garam ini tidak saja baik bagi penderita darah tinggi 
dan penyakit jantung, tapi juga bermanfaat bagi orang yang sehat karena dengan 
menkonsumsi makanan ini mereka dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit 
tersebut.

Ada yang menganggap bahwa jalan pintas untuk mendapatkan makanan yang 
sedap adalah dengan menambahkan MSG dan semakin banyak ditambahkan rasa makanan 
akan semakin enak. Ini bukanlah hal yang benar. MSG tidak dapat memperbaiki 
makanan yang tidak dimasak dengan baik atau bercita rasa buruk. Demikian pula, 
sama seperti halnya pemakaian garam yang terlalu banyak, penambahan MSG yang 
terlalu banyak juga tidak menyedapkan rasa. 

Dosis optimum MSG sebenarnya 
tergantung dari kandungan glutamat dalam bahan-bahan makanan yang digunakan. 
Dosis tersebut berada pada kisaran 0.2% - 0.8% dari volume makanan yag dimakan. 
Jika makanan memakai bahan-bahan yang kaya glutamat seperti kecap, terasi dan 
saos tomat, maka lebih sedikit  MSG diperlukan dibandingkan dengan tidak 
digunakannya bahan-bahan tersebut.  Penggunaan berdasarkan dosis inilah 
yang dimaksudkan oleh pedoman makanan internasional sebagai “Acceptable Daily 
Intake Not Specified” atau “Secukupnya”menurut BPOM. Penggunaan MSG yang 
melebihi dosis optimum, walaupun tidak membahayakan kesehatan, tetapi ini tidak 
realistis karena tidak wajar orang senang memakan makanan yang tidak sedap 
akibat penggunaan seperti ini.    








 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke