Dear All,

Di Global TV juga mulai ditayangkan program Kuliner Resto Sedap bersama Chef 
Kelana yang ditayangkan setiap Sabtu, pukul 10.00 WIB. Program ini selaian 
mengajak pemirsa menyipi makan unggulan sebuah restoran juga membongkar rahasia 
membuat makanan enak tersebut. Sabtu ini tayang eps 2 yg menampilkan menu 
Dragon Roll dari resto Sushi Tei dan Gado-gado Boplo. walaupun baru tayang 
minggu lalu, eps 1 program tersebut yang menampilkan Kepiting Asap Juhi Resto 
Rasane dan Chicken Casadilas Resto Boundies, langsung menduduki posisi ke 5 
dari keseluruhan program kuliner di semua stasiun tv. 

Panca

--- Pada Sab, 6/6/09, mediacare <[email protected]> menulis:

Dari: mediacare <[email protected]>
Topik: [bango-mania] Acara Kuliner Enggak Ada Matinya
Kepada: "warga" <[email protected]>, "naratamatv" 
<[email protected]>, [email protected]
Tanggal: Sabtu, 6 Juni, 2009, 11:18 PM











    
            
            


      
      



Acara Kuliner Enggak Ada 
Matinya
 






  
  
     
    
  
    
      metro tv 
William Wongso di 
      Pasar Samarinda 
      Minggu, 22 Februari 2009 | 01:23 WIB 

Budi Suwarna
Tahun terus berganti. Acara kuliner tetap bertahan di layar kaca. Rupanya, 
penggemar acara yang berkaitan langsung dengan urusan perut ini tergolong 
loyal.
Di Trans TV, acara Gula-gula asuhan Bara Pattirajawane dan Wisata Kuliner 
asuhan Bondan Winarno masih tetap berkibar. Kedua acara ini masing-masing 
ditayangkan sejak tahun 2005 dan pertengahan 2006. Belakangan, stasiun ini juga 
meluncurkan acara kuliner baru Ala Chef yang diasuh Farah Quinn.
Indosiar masih mempertahankan acara Bango Cita Nusantara yang tayang sejak 
tahun 2007. Sebelumnya, acara tersebut diputar di Trans TV sejak awal tahun 
2005.
Di Metro TV, acara masak asuhan William Wongso juga masih ada. Awalnya, acara 
itu bernama Cooking Adventure With William Wongso, kemudian berganti nama 
menjadi Cita Rasa William Wongso. Acara itu, hingga pekan lalu, telah memasuki 
episode ke-96.
Di TPI, Santapan Nusantara telah bertahan 13 tahun. Stasiun yang identik 
dengan dangdut ini, mengeluarkan lagi tiga acara kuliner lainnya, yakni Koki 
Kikuk, Sooo Puas, dan Emak Mencari Anu.
Sementara itu, di Trans7, ada Koki Cilik. Selain itu, Trans7 menyisipkan 
segmen kuliner asuhan Chef Rustandy di program berita Selamat Pagi.
Di RCTI, acara kuliner justru menghilang. Padahal, stasiun televisi swasta 
pertama ini pernah memiliki ikon acara kuliner Selera Nusantara asuhan Rudy 
Choirudin yang bertahan lebih dari satu dekade.
Mengapa acara kuliner bertahan dan tidak timbul tenggelam mengikuti tren 
seperti acara-acara lainnya? Kepala Departemen PR Marketing Trans TV 
Hadiansyah, 
Kamis (18/2), mengatakan, acara kuliner memiliki segmen pasar yang cukup luas 
dan mampu menarik iklan.
”Dari sisi rating, acara kuliner saat ini tidak besar, paling mentok 2. Tapi, 
acara ini punya penonton loyal, terutama ibu-ibu,” katanya.
Humas Indosiar Gufroni mengatakan hal senada. ”Acara kuliner itu bisa menjadi 
salah satu ikon, jadi kami tidak akan menghilangkannya.”
Konteks sosial
Meski bertahan cukup lama, pendekatan acara-acara kuliner di televisi 
nasional sejatinya tidak banyak berubah. Kebanyakan masih sebatas bagi-bagi 
resep atau mengajak pemirsa mencicipi makanan di tempat tertentu.
Sebagian juga masih mengandalkan selebriti untuk menarik perhatian penonton 
meski pengetahuan mereka tentang kuliner kadangkala pas-pasan. Akibatnya, 
sebagian dari mereka hanya mampu mengapresiasi makanan dengan kalimat, 
”Masakannya enak banget. Rasanya manis, gurih, sedikit asin.”
Namun, ada beberapa acara kuliner yang memberikan informasi dan edukasi cukup 
baik mengenai dunia kuliner. Salah satunya adalah acara Cita Rasa William 
Wongso.
William tidak hanya mempraktikkan kepiawaiannya memasak, tetapi, lebih jauh, 
dia berusaha memberikan konteks sosial-budaya atas kegiatan kuliner. ”Buat 
saya, 
kalau acaranya hanya masak, tidak banyak gunanya karena memasak itu hanya salah 
satu dari sebuah proses panjang,” kata William, Kamis, di sela-sela 
shooting.
Karena itu, William mengawali acaranya dengan ”bertamasya” ke pasar 
tradisional. Sambil menjelaskan bagaimana memilih bahan-bahan masakan yang 
baik, 
dia juga akan bercerita keunikan masing-masing pasar yang dia kunjungi.
Kelihatannya, ini seperti jalan-jalan biasa. Namun, sebenarnya kita sedang 
diajak menyelami akar tradisi kuliner di daerah tertentu.
Dari sudut pasar tradisional yang semrawut, dia berusaha menemukan makanan 
khas di sana. Lalu, berbincang-bincang seputar makanan itu dengan pedagangnya. 
William juga mampu menjelaskan pengaruh budaya tertentu yang terkandung dalam 
sejumlah masakan yang dia cicipi.
Di segmen terakhir, William mencoba memasak makanan lokal yang dia temui di 
pasar tertentu dengan interpretasinya sendiri.
Segmen kuliner di Selamat Pagi Trans7 juga memberikan edukasi cukup baik. Di 
segmen itu, Chef Rustandy tidak hanya menunjukkan bagaimana cara memasak sebuah 
menu dengan baik. Namun, dia juga menghitung nilai gizi dan kalorinya.
Acara kuliner memang sebaiknya terus mencari pendekatan-pendekat an baru yang 
sesuai dengan kebutuhan pemirsa. Membagi resep atau mengajak berwisata makanan 
tidak lagi cukup.
http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/02/22/ 01232424/ acara.kuliner. 
enggak.ada. matinya
 
Please add my Facebook: 
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke