Mencicipi 70 Sajian Khas Nusantara di FJB Bandung 2009
Masyarakat Bandung dan sekitarnya sepanjang hari dan petang ini berkesempatan menyantap 70 aneka sajian menu nusantara yang disajikan dengen sepenuh hati. Ya, itu bisa terjadi karena Sabtu (11/7) ini di lapangan Tegellega Bandung tengah diselenggarakan Festival Jajanan Bango 2009. SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, Festival Jajanan Bango (FJB) tahun ini kembali digelar di tiga kota, seperti Jakarta yang berlangsung sukses 23-24 Mei lalu, hari ini di Bandung, dan Agustus mendatang di Surabaya, begitu tandas Radityo Djadjoeri, pendiri Komunitas Bangomania kepada KabarSurabaya.Com. Masih menurut Radityo, dalam pelaksanaan FJB Bandung kali ini, masyarakat bisa menikmati makanan khas nusantara yang sudah puluhan tahun bertahan di tengah gencarnya waralaba makanan asing. ”Unilever melalui produk Kecap Bango kembali menggelar festival Jajanan Nusantara yang diberi nama Festival Jajanan Bango 2009. Edisi 2009 merupakan kali kelima diselenggarakan, untuk sekarang tema yang diangkat "Festival Kelezatan Sepenuh Hati". Tema diambil selain dimaksudkan untuk menunjukan konsistensi melestarikan warisan kuliner nusantara tapi juga mengutamakan kelezatan dari setiap sajian yang difestivalkan,” ujar pria murah yang senyum itu. Sementera itu, menurut Marketing Spread Cooking Category & Savoury Manager Unilever Adeline Ausy S. Suwandi, penyelenggaraan FJB dari tahun ke tahun coba ditingkatkan kualitasnya demi memuaskan pengunjung. Terkait tema, menurutnya, segala sesuatu yang datangnya dari hati tentu akan memberikan hasil yang istimewa. Tak hanya mengemban misi mewariskan kuliner nusantara, FJB juga berusaha untuk turut ambil bagian dari usaha meramaikan visit Indonesia 2009 melalui wisata kuliner nusantara. Dengan begitu, ucap Ausy, FJB turut memajukan sektor periwisata Indonesia.”Kami menyadari makanan adalah bagian penting dari budaya,” terangnya. Sesuai dengan temanya, FJB tahun ini akan mejajakan puluhan makanan pilihan berdasarkan keunggulan resep warisan, bahan baku pilihan, cara memasak otentik dan penyajian tradisional. Brand Manager Bango, Memoria Dwi Prasita menyatakan, melalui FJB, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisionl yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya kini kalah bersaing dengan sajian makanan mancanegara. Selain menghadirkan penjaja kuliner lokal, FJB turut menghadirkan duta bango yang berasal dari Surabaya, Yogyakarta, Tegal, Semarang, Medan, Jakarta, dan tuan rumah Bandung. Pondok Sate Pejompongan Jakarta, Rujak Cingur Sedati Surabaya, Tengkleng Ibu Edi Solom Brongkos Daging Ibu Suprih Yogyakarta, Nasi Lengko Warung Makan Pi’an Tegal, Tahu Goreng Sei Putih Medan, Bakmie Jawa Rilexs Semarang, dan Kupat Tahu Gempol Bandung. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa digelarnya FJB merupakan upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam menumbuh kembangkan sektor UKM bidang kuliner serta menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia melalui wisata kuliner. Demikian ungkap Nurulita Novi Arlaida, Media Relations Manager PT. Unilever Indonesia, Tbk. Dijelaskannya, Bango menyadari bahwa makanan (kuliner) adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi, termasuk Bandung yang juga merupakan kota bersejarah di negeri ini. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara. Empat Kategori Sajian Istimewa Khusus untuk di Bandung kali ini, ujar Radityo, FJB telah menyediakan empat kategori menu istimewa; Resep Warisan (20 jenis), Bahan Baku Pilihan (16 macam), Cara Memasak Otentik (17 jenis), dan Penyajian Tradisional (10 macam). Untuk Resep Warisan meliputi Bakso Gerobak, Bakso Ja’i, Batagor Elizabeth & Es Cendol. Batagor Yeye, Bubur Mirasa, Gado-Gado Tengku Ankasa, Ikan Laut Bakar Pak Edi, Lotek Bu Cicih, Mak Uneh, Mie Kocok Parahyangan, Nasi Goreng Jl. Kalimantan SMA 3, RM Manjabal 2, Soto Bandung Ojolali, Soto Kambing Pak Kumis, Warung Lele, Cireng Cipaganti, Nasi Goreng AEP, Es Oyen Priangan, Onde Pararsih, dan Sop Bua Pak Ewok. Bahan Baku pilihan FJB menampilkan antara lain: Aneka Pepes Ikan Jl. Indramayu, Baso Tahu Tulen Situ Indah, Batagor Riri, Bebek Van Java, Kantin Reog 45 ”Sambal Goreng Tongkol”, Kupat Tahu Gempol Yang Jempol, Lomie Imam Bonjol, Moe Kocok Akbar, Nasi Bakar 15, Nasi Goreng Enjoy, RM Ibu Seha Khas Indramayu, Warung Pedesaan Entong Bang Combat, Sate Pak Gino, Es Durian Medan, Tahu Bulat Pak Dindin, dan Es Teler Utuy. Kemudian untuk Cara Memasak Otentik menyajikan Ayam Bakar Madu, Mie Kocok SKM, Bubur Ayam H Man Oyo, Gudeng Yu Nap, HDL Seafoof Cilaki, Kantin Nasya, Lontong Kari Gang Kebon Karet, Mie Bakso Si Boy, Martabak Kubang, Sate Sapo dan Kikil Cimandiri, Sate Kardjan, Sop Kaki Kambing 999 ”Dua Saudara”, Waoreng Bawal Reds Dipo, Cibadak Andeprok, Colenak Murdiputra, Singkong Meletus, juga Surabi NHI. Sedangkan untuk Penyajian Tradisoinal tampil antara lain Ayam Bakar Taliwang Bersaudara, Ayam Bakar + Goreng Sampurna, Iga Bakar Si Jangkung, Nasi Bakar Halilintas ”saung Baraya”, Nasi Jamblang Mang Dul, Nasi Uduk Rajiman, Pepes Ikan Majalaya Kafe Rumah 1930, Sate Meranggi Trunojoyo, Nasi Timpel Ciliwung Istiqomah, dan Otak-Otak Bu’ Le. Itulah para legenda kuliner Nusantara yang dihadirkan Kecap Bango dalam arena FJB Bandung 2009. Bersama Bango, mari kita lestarikan warisan kuliner nusantara! (arohman) Sumber: KabarSurabaya Foto: Pikiran Rakyat Klik juga http://kecap-bango.blogspot.com atau www.bangomania.org
