Pedas-Pedas Gurih Iga Bakar



JAKARTA
| Senang dengan iga bakar? Wah, rumah makan ini bisa jadi salah satu
tempat favorit nih. Iga bakar yang besar dengan lumuran bumbu BBQ yang
cukup royal bisa memenuhi hasrat bersantap Anda hari ini. Penasaran?

Sudah
lama saya ingin mampir ke tempat ini, tapi ada saja halangannya. Hingga
akhirnya kemarin sore saya sempatkan diri untuk mampir ke rumah makan
ini. Yak, Iga Panggang Panglima namanya. Sepertinya sudah cukup
terkenal karena teman-teman saya banyak membicarakan tempat makan ini.

Setibanya
di lokasi, dugaan saya ternyata meleset. Saya mengira akan disambut
dengan pelayan berseragam seperti di resto pada umumnya. Ternyata rumah
makan ini sederhana saja, menempati area parkir sebuah kantor dan tidak
hanya iga bakar saja yang menempati area ini tapi ada juga satai Padang
dan mi Aceh.

Karena penasaran dengan iga bakarnya, saya langsung
memesan Black Pepper Ribs plus dengan french fries dan juga corn stew.
Sedangkan teman saya memilih satai Padang dan juga Mi Aceh. Kalau
diperhatikan, tempat makan ini lebih mirip seprti foodcourt karena
banyak aneka makanan di jual dalam satu area. Mulai dari Iga Bakar
Panglima, satai Padang, Mi Aceh, dan juga Bakso Paun 9.

Tak lama
berselang, pesanan saya akhirnya datang. Tiga potong iga panggang
berukuran cukup besar disajikan dalam piring putih datar besar. Di
dampingi oleh potongan kentang goreng yang cukup besar dan tak
ketinggalan jagungnya. Aroma lada hitam nyamulai menggelitik hidung
saya. Membuat saya makin tak sabar untuk mencicipinya.

Saat
garpu menyentuh daging iga, saya sontak kaget pasalnya daging ini
sangat mudah terlepas dari tulangnya. Saya tak menemukankesulitan dalam
memotongnya. Dagingnya berlumuran bumbu, meskipun tak terlalu royal
tapi cukuplah tidak berlebihan menurut saya.

Rasanya kenyal
empuk dan gurih, dengan rasa dan aroma lada hitam yang kuat. Apalagi
ditambah dengan kentang goreng yang masih hangat dan jagung manisnya.
Tambahan sedikit saus sambal membuatnya jadi semakin enak saja. Tanpa
terasa iga bakar pun telah licin tandas tak bersisa.

Melihat
teman saya yang asyik menyantap satai Padang, bikin saya ngiler. Saat
saya mencicipinya, wah.. satai Padang ini memang berbeda dengan satai
Padang yang pernah saya makan sebelumnya di tempat lain. Dagingnya di
bakar hingga kering barulah disiram dengan bumbu yang warnanya cokelat
kemerahan. Ini menandakan kalau satai Padang ini khas Pariaman.

Garingnya
daging pas sekali bertemu dengan bumbunya yang sedikit pedas.
Lontongnya juag pulen, meskipun satainya sudah habis makan lontong
hanya dengan bumbupun masih terasa enak. Setelah satai Padang hampir
ludes, mi Aceh baru tiba. Aroma rempah bumbu mie yang menguap masih
membuat liur saya menetes, sluurrp!

Mi Aceh nya gurih kenyal
meskipun bumbunya tak terlalu kuat tapi aromanya cukup tajam. Acar
mentimu sebagai condiment bikin saya makin lahap menyantapnya.
Berhubung perut saya sudah tak sanggup lagi menampung semua, akhirnya
mi Aceh pun saya bungkus.

Kepuasan saya sore kemarin tak
berhenti sampai situ saja, saat membayar ternyata harganya pun cukup
terjangkau. Seporsi iga bakar tanpa pelengkap dihargai Rp 50.000,00 dna
jika ditambah dengan kentang goreng dan jagung menjadi Rp 55.000,00.
Sedangkan mi Aceh di hargai sebesar Rp 10.000,00 dan Rp 5.000,00 untuk
satai Padangnya. Hmm.. cukup murah bukan? (eka/Odi) 

Iga Panggang Panglima BBQ Ribs
Jl. Gandaria tengah II/30
Telp: 08159268289/081514041263

Sumber: detikFood
Klik juga http://kecap-bango.blogspot.com atau www.bangomania.org


      

Kirim email ke