Kesengsem Krengsengan dan Satai Kambing Hotplate



JAKARTA
| Masakan khas Jawa Timur yang sudah bercampur dengan citarasa Timur
Tengah ini memang pas dijadikan menu utama berbuka puasa. Daging
kambing yang empuk dengan kuah kecokelatan ini tidak meninggalakan
jejak BB si kambing sama sekali. Penasaran?

Sengaja saya
bertandang ke daerah Condet dan sekitarnya untuk mencari nasi kebuli
yang enak membelai lidah seperti yang sering kali saya lakukan setiap
Ramadhan tiba. Saat laju mobil sedikit mengalami hambatan di sekitar
wilayah masjid Condet mata saya menangkap sebuah banner besar
bertuliskan "Warung Sate Tegal Abu Salim".

Wah, daripada
berlama-lama terjebak kemacetan langsung saja saya parkir di depan
resto ini. Keinginan saya makan nasi kebuli tiba-tiba saja hilang saat
melihat menu bertuliskan Nasi Kabsyah dan juga krengsengan kambing.
Namun hari itu saya kurang beruntung, pasalnya nasi kabsyah sudah habis
dipesan.

Sebagai gantinya, satai kambing yang tampak menggiurkan
di meja sebelah saya jadi penggantinya. Sambil menunggu pesanan tiba,
saya mengambil kue bongko pisang yang ada di meja dekat kasir. Kue
bongko pisang ini salah satu jajan pasar tradisional khas masyarakat
Jawa. Adonan tepung beras dan isian pisang yang dibungkus dengan daun
pisang ini kemudian dikukus. Hampir mirip dengan kue pisang, tapi
sedikit perbedaannya. Kalau kue bongko pisang ini diberi santan kaental
diatasnya. Jadi ada semburat rasa gurih saat dimakan.

Krengsengan
kambing dan satai kambing akhirnya datang. Uniknya, satai kambing
disajikan diatas hotplate yang masih mendesis panas. Condimment seperti
sambal rawit, kecap, jeruk nipis, bawang merah disajikan dalam wadah
terpisah. Sebelum menyantap satai kambing, keempat condimment tadi saya
racik jadi satu.

Satai kambing tadi saya cocol dengan sambal
kecap yang sudah saya campur dengan sambal, jeruk nipis, dan juga
bawang merah. Wow..dagingnya kenyal empuk tidak alot. Yang paling
penting adalah tidak ada aroma kambing yang tertinggal. Hampir saya
lupa kalau ini adalah satai kambing. Cocolan sambalnya membuat satai
kambing ini semakin enak. Pedas, asam , manis menjadi satu, mantab!

Saking
asyiknya berkutat dengan satai kambing, hampir saja saya lupa kalau
masih ada krengsengan kambing yang belum saya sentuh sejak tadi.
Krengsengan ini merupakan salah satu masakan khas Jawa Timur. Daging
kambing yang diungkep dengan bumbu sehingga dagingnya empuk. Penggunaan
tomat membuat rasanay jadi lebih segar. Seporsi krengsengan kambing ini
terdiri dari 4-5 potong daging kambing plus tulang berukuran sedang.
Warna kuahnya kecokelatan sedikit kental.

Harum aroma rempahnya
cukup kuat. Saat saya mencicipi kuahnya, rasanya mirip dengan semur
namun sedikit lebih tajam rasa rempahnya. Dagingnya empuk dan mudah
sekali terlepas dari tulangnya. Hmm.. pasti daging kambing ini sudah
melalui proses pemasakan yang cukup lama.

Sama seperti satai
kambingnya, krengsengan kambing ini juga tidak meninggalkan jejak BB si
kambing sama sekali. Ditambah dengan nasi putih hangat rasanya jadi
semakin enak. Tak terasa nasi putih sudah bolak balik mampir di piring
saya. O ya, di tempat ini juga menjual aneka makana ringan seperti
samosa, pastel, dan juga asida. Samosa dan pastel ini dijual tidak
hanya yang sudah matang, tapi juga yang masih mentah.

Aneka
minuman seperti sirup asam, sirup jahe, dan yoghurt dengan beragam rasa
dijual di sini. Sebagai oleh-oleh sebelum pulang saya membeli yoghurt
strawberry. Hmm.. kapan-kapan saya ingin kembali ke tempat ini untuk
mencicipi nasi kabsyah dan tentu saja nasi kebuli racikan mereka. (eka/Odi) 

Warung Sate Tegal Abu Salim
Jl. Raya Condet No.2 (depan Masjid Condet)
Telp: 021-808 786 32
Buka    : 10.00-22.00
Ramadhan: 15.00-habis

Sumber: detikFood
Kunjungi selalu http://bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke