Minuman dan Jenang Khas Yogyakarta, Kesegaran yang Menyehatkan



Puas
menikmati beragam jajan pasar berupa lumpia dan kue-kue basah, anda
tentu merindukan sesuatu yang menyegarkan. Tak usah khawatir karena
pasar-pasar tradisional pun menyediakannya, berupa minuman dingin yang
akan menyapa kerongkongan yang kering hingga beragam macam jenang yang
tak kalah nikmat. Masing-masing bisa dinikmati hanya dengan
mengeluarkan uang kurang dari Rp 3.000,00.

Es Dawet menjadi
pilihan paling tepat bila datang ke pasar pada siang hari yang terik.
Kombinasi rasa manis, dingin dan bahan-bahan es yang menyegarkan mampu
mengobati dahaga setelah lelah berkelana. Es ini terbuat dari dua macam
cendol sebagai bahan utama, yaitu cendol berwarna hijau yang terbuat
dari tepung kanji dan cendol berwarna putih yang terbuat dari tepung
beras. Keduanya akan terasa lembut dan gurih di lidah.

Sebagai
bahan pelengkap, es cendol juga dilengkapi dengan cam cao yang akan
memberikan sensasi unik di lidah. Cam cao sendiri merupakan agar-agar
alami yang terbuat dari perasan daun cam cao yang didiamkan selama
beberapa jam sehingga memadat. Adanya cam cao inilah yang membedakan es
dawet Yogyakarta dengan daerah lain. Umumnya, es cendol daerah lain
hanya terdiri dari satu macam cendol saja.

Dua macam cendol yang
lembut dan cam cao yang segar akan berpadu dengan rasa manis paduan
kuah santan kental dan sirup gula jawa yang beraroma nangka. Sensasi
manisnya tak hanya mampu menyapa lidah yang sering terasa hambar pada
siang hari, tetapi juga mampu memberikan ketenangan dan membuat anda
cooling down sejenak. Tak perlu khawatir akan pemanis buatan, sebab
sirup pemanis seratus persen terbuat dari gula jawa.

Selain
cendol, minuman segar lainnya adalah jamu-jamuan. Salah satu jenis jamu
yang cocok dijadikan makanan penyegar adalah beras kencur, terbuat dari
beras yang ditumbuk kemudian direndam semalaman dan kencur yang diparut
dan diperas sarinya. Selain menyegarkan, beras kencur juga cukup
bermanfaat bagi kesehatan. Efek hangat yang ditimbulkan kencur dapat
mencegah tenggorokan mengalami radang dan dipercaya membuat suara
semakin merdu.

Pilihan jamu lain adalah kunyit asam, terbuat
dari parutan kunyit yang diperas dan dicampur air asam yang telah
diberi gula jawa. Ada pula gula asam yang hanya terdiri dari air asam
yang dicampur gula jawa. Semuanya sangat sehat bagi tubuh, kunyit yang
kaya akan antioksidan mampu menyegarkan kulit dan melancarkan peredaran
darah, sementara asem yang kaya akan vitamin C bisa meningkatkan daya
tahan tubuh.

Sementara es dawet dan jamu-jamuan akan memberi
kesegaran di siang hari, beragam jenang akan memberi kehangatan jika
berjalan di pasar pada sore atau pagi hari. Biasanya, penjaja jenang
akan mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 06.00 - 09.00 pagi hari
atau pukul 15.00 - 17.00 pada sore hari. Umumnya, jenang terbuat dari
tepung beras yang dikreasikan menjadi beragam bentuk dan kuah santan
kental yang kadang dicampur dengan air gula jawa.

Jenang mutiara
adalah salah satu yang bisa ditemui pada pagi hari di Pasar Kotagede
atau Pasar Beringharjo. Jenang ini terbuat dari butir-butiran seperti
mutiara yang berwarna putih di bagian dalam dan merah bening di bagian
luar. Sebagai kuah, butir-butir mutiara yang direbus itu dilengkapi
dengan kuah santan kental yang berasa gurih. Paduan rasa manis sedang
butir mutiara yang kerap disebut 'monte' dengan kuah santan yang gurih
sangat pas bila disajikan hangat.

Jenang gempol adalah pilihan
lain yang bisa dicicipi meski kini penjualnya semakin jarang. Bahan
utama jenang ini adalah 'gempol', bulatan berasa gurih yang terbuat
dari tepung beras bercampur santan yang dibentuk bulat dan dikukus.
Sebagai pelengkap, ditambahkan adonan jenang dari tepung beras yang
dicampur gula merah dan kuah yang terbuat dari santan kental. Biasanya,
jenang ini disajikan dalam mangkuk kecil.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Agung Sulistiono Mabruron

Sumber: www.yogyes.com
Kunjungi selalu http://bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke