Wak Radit,
terima kasih juga sudah memforward tulisan saya, awalnya saya ragu untuk
posting di sini soale dikira oot,
Betul kalau kebuh teh tambi awalnya milis Belanda, begitu juga kebun teh
Pagilaran.. dan mungkin kebun teh lainnya di Indonesia awalnya milik
Belanda.
Kebetulan, selain pernah ke Tambi, saya juga pernah ke Pagilaran, tulisannya
ada di sini
http://sulastama.wordpress.com/2009/05/25/pagilaran-menemani-ibunya-afa-pengabdian-masyarakat/.
Sayangnya pada saat itu bertepatan dengan ulang tahun pagilaran,
sehingga
saya tidak bisa melihat-lihat proses pengolahan daun teh menjadi teh siap
dikonsumsi. Sayangnya lagi, waktu itu saya ngasuh anak, sementara Ibunya
ikut bakti masyarakat kerjasama FKG UGM-Pagilaran, dan cuaca gerimis tidak
mendukung untuk jalan-jalan.
Kalau dilihat dai fasilitasnya untuk agrowisata, relatif sama.. mungkin
pengelolaan Tambi sedikit lebih baik. Akses dari Jogja juga lebih dekat,
namun Pagilaran mempunyai kerjasama dengan Asita Jogja kalau tidak salah,
sehingga bisa ada angkutan dari Jogja.
Kalau melihat produknya, mungkin kualitasnya relatif hampir sama [Tambi
lebih oke dikit], sama-sama diekspor dan sedikit yang dipasarkan di dalam
negeri kualitas terbaiknya. Kalau Tambi hanya memproduksi teh hitam,
Pagilaran memproduksi teh hitam dan teh hijau. Salah satu kelebihan
Pagilaran, kebun ini dimiliki oleh Pertanian UGM, sehingga banyak digunakan
untuk penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Dharma
Perguruan Tinggi...

2009/9/13 mediacare <[email protected]>

>
>
> Terima kasih untuk postingannya tentang Tambi di Wonosobo, Jawa Tengah.
> Perkebunan ini dulunya didirikan dan dikelola oleh Belanda bukan?
>
> Jadi VOC lah yang memperkenalkan dan membudidayakan teh dalam skala luas di
> Indonesia. Sedangkan tanaman teh sendiri bukanlah asli Indonesia. Di google
> ada infonya.
>
> Menurut Kang Komo, bagusan Tambi (saya suka keliru dengan Tembi di Bantul)
> atau Pagilaran di Kabupaten Batang?
>
> salam,
>
> radityo
>
>
>
>
>
> Please add my Facebook:
> Radityo Indonesia
> Mediacare Indonesia
>
> ----- Original Message -----
> *From:* tomo <[email protected]>
> *To:* [email protected] ; [email protected]
> *Sent:* Friday, September 11, 2009 10:54 PM
> *Subject:* [bango-mania] Tour de Tambi : Jalan-jalan di Perkebunan teh
> Tambi
>
>
>
> Kami berangkat dari rumah Turi tanggal 31 Desember 2008 jam 17.00, dengan
> menggunakan 3 mobil. Setelah sholat maghrib di Magelang dan makan malam di
> Temanggung, kami sampai di Perkebunan Tambi jam setengah 11 malam. Kami
> kemudian menikmati minuman teh, lumayan untuk menghangatkan badan dari hawa
> dingin yang menusuk tulang dan setelah minum kami segera menuju ke kamar
> masing-masing yang sudah dipesan. Saya dan Afa kemudian tidur, sementara
> rombongan yang lainnya melewatkan pergantian tahun baru dengan menyaksikan
> pesta kembang api bersama pengunjung yang lain di halaman.
>
> Keesokan harinya kami menikmati paket agrowisata yang ditawarkan oleh
> Agrowisata Tambi, Paket yang ditawarkan meliputi:
> - Menikmati teh dan makanan ringan khas Wonosobo
> - Berjalan-jalan menyusuri kebun teh
> - Menyaksikan proses produksi teh di pabriknya
> - Sarapan pagi
>
> Selengkapnya silahkan baca di sini Tour de Tambi di Tahun 
> Baru<http://sulastama.wordpress.com/2009/09/10/tour-de-tambi-di-tahun-baru/>
>
> --
> ~tomo~
> http://kulineronline.wordpress.com
>
>
>   
>



-- 
~tomo~
http://kulineronline.wordpress.com
http://www.facebook.com/wisatakuliner

Kirim email ke