Selasa, 15/09/09 09:13Tematis Mudik 2009
Menu Makanan Perjalanan Mudik 
________________________________
 
OTOMOTIFNET - Agar tubuh tetap prima dan ibadah puasa tetap terjaga selama 
perjalanan yang mencapai ratusan kilometer, cermati menu makanan yang 
dikonsumsi.

Dokter spesialis gizi klinik, DR. Dr. Yustina Anie Indriastuti M.Sc, SpGK, 
punya beberapa tips bagi Anda yang melakukan perjalanan mudik pada malam atau 
siang hari. Insya Allah, Anda sampai di tujuan tanpa halangan berarti. 

KARBOHIDRAT KOMPLEKS DAN SERAT

Secara umum waktu berbuka dan makan sahur menunya seimbang. Mengandung sumber 
kalori (nasi, mi, kentang), protein (hewani dan nabati), serta vitamin, mineral 
dan serat (sayur, buah-buahan) . Lemak atau minyak (mentega, santan) sebagai 
sumber energi dan untuk membuat hormon, tetapi dikonsumsi secukupnya, kalau 
berlebihan bisa menimbulkan rasa mual dan perut penuh.

Jika memilih perjalanan malam hari, contoh menu terdiri dari nasi 1 piring, 
ayam/daging/ ikan 1 potong, tahu/tempe 1 potong atau kacang-kacangan (buncis, 
kacang panjang, kecipir), sayur bayam, wortel, tomat, sawi dan sayur berwarna 
hijau/merah. Minum air matang 1-2 liter (mulai berbuka sampai sahur) untuk 
menghindari kurang cairan (dehidrasi) serta buah-buahan.     
Perjalanan setelah sahur, upayakan sebelumnya makanannya lengkap: nasi, lauk 
pauk, sayur dan buah. Makanan lama dicerna (8 jam), yaitu karbohidrat kompleks 
(nasi dan gandum) untuk menghindari cepat lapar. Perbanyak sayur karena 
mengandung serat yang cukup lama dicerna sehingga menimbulkan rasa kenyang 
lebih lama. Konsumsi buah yang mengandung vitamin dan mineral. Kurangi makanan 
yang cepat dicerna (3-4 jam seperti mi, roti dan pasta.

Mengenai jumlah porsi, bukan berarti boleh makan sebanyak-banyaknya karena akan 
menempuh perjalanan jauh. “Porsinya disesuaikan kemampuan perut, jangan 
berlebihan karena perut penuh bisa kembung, nyeri ulu hati dan dapat 
menyebabkan mengantuk,†ujar dr. Anie.

HINDARI KAFEIN DAN PEDAS

Dokter Anie menganjurkan hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein 
atau beralkohol, seperti kopi, brem arak dan sejenisnya, tapai, durian, nangka 
karena akan menyebabkan hilangnya konsentrasi dan sakit kepala, serta gangguan 
pencernaan (maag).

Juga jangan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, terlalu 
manis, berlemak tinggi dan mengandung bumbu-bumbu beraroma tajam serta 
goreng-gorengan. Ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, maag bahkan diare.

BUAH BERMINERALDAN BERKALORI

Selain makanan, buah juga perlu. Pilih buah yang mengandung kadar air dan 
mineral tinggi, seperti semangka, melon apel, pear, pepaya, alpukat dan pisang. 
Khusus pisang, ini mengandung kalori dan kalium tinggi, baik untuk menu buka 
puasa.

Buah kurma juga bagus buat mengawali buka puasa, karena mengandung gula alami 
yang mampu memulihkan energi. Cocok buat pemudik mudik siang hari dan 
melanjutkan perjalanan setelah berbuka puasa.

CEMILAN RINGAN DAN JUS BUAH

Bagi yang mudik malam hari dan ingin membawa cemilan untuk menemani sepanjang 
perjalanan hingga waktu makan sahur tiba, "Cemilan yang dianjurkan makanan yang 
plain, untuk mencegah gangguan pencernaan. Seperti biskuit, crackers atau roti, 
agar kestabilan energi sepanjang perjalanan tetap terjaga,†bilang dokter Anie 
yang juga sektretaris PDGKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik 
Indonesia).

Sedangkan minuman disarankan jus buah, susu/yogurt atau larutan isotonik karena 
menambah energi dan mineral untuk menjaga tubuh tetap bugar. “Minumlah 
sesering mungkin agar tidak dehidrasi. Lebih baik konsumsi air putih daripada 
kopi atau minuman yang mengandung sirup atau es.

VITAMIN DAN SUPLEMEN

Mengonsumsi vitamin atau suplemen tidak mutak harus diminum, apalagi kalau 
konsumsi makanannya sudah beragam. “Kalau mau minum multivitamin, boleh-boleh 
saja. Tetapi lebih baik konsultasi dahulu ke dokter, vitamin apa yang sesuai 
untuk kondisi masing-masing,†jelas mantan PNS di Depkes yang buka praktik di 
Apotek Century-Husada, Gading Serpong, Tangerang, Banten ini.

MENU BUAT PENUMPANG

Menu buat penumpang (dewasa) tidak berbeda dengan pengemudi, sepanjang 
penumpang itu sehat. Dalam artian tidak menderita penyakit tertentu seperti 
diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi) dan penyakit lain 
yang perli diet khusus.

Yang harus diperhatikan memang menu makan pengemudi (jumlah makanan dan 
jenisnya), karena dialah yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpang. 
“Sebab salah pilih makan bisa menyebabkan sakit perut dan akan mengganggu 
konsentrasi mengemudi,†urai ketua bidang profesi PDGMI (Perhimpunan Dokter 
Gizi Medik Indonesia).

Disarankan ada 2 orang yang bisa mengemudi untuk saling bergantian dan 
beristirahatlah jika ada kesempatan.

Penulis/Foto: Fend / Johan 

More -> www.otomotifnet. com
www.OTOMOTIFNET. com
Digital Media Department

Gd. Gramedia Majalah Unit 1 Lt.3
Jl. Panjang No 8 A, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
P. +62-21 5330150/70 ext. 32072
F. +62-21 5306186

  
. 




      Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke