Hidangan Sunda khas Tasikmalaya: Tersedia Sate Sapi, Tutug Oncom, sampai Rujak 
Honje

Kota Tasikmalaya biasanya menjadi salah satu pemberhentian awal bagi para 
pemudik via jalur selatan dari arah Jakarta. Banyak hidangan khas kota Tasik 
yang patut di coba. Jika ingin yang gurih, ada Sate Sapi, Soto Ayam hingga Sop 
Dengkul Sapi. Atau ingin yang lebih khas? Coba saja Nasi Tutug Oncom dan Kupat 
Tahunya. Kalau ingin yang segar-segar, coba saja Kolak plus Rujak Bi Icar.

Sate & Gule Sapi Harris

Sate dan Gulai berbahan kambing sepertinya kurang begitu disukai warga 
Tasikmalaya. Buktinya, cukup jarang kedai yang menjual menu ini di kota Tasik. 
Namun kalau sate dan gulai sapi, justru cukup banyak penjualnya. Salah satu 
kedai favorit adalah kedai Harris yang sudah dirintis sejak tahun 1960-an. 
"Dulu kami berjualan di Jl Empang," jelas Ny Charish (55), pemilik kedai.

Sate buatannya berkomposisi seragam. Satu tusuk berisi 5 potong dengan 
kombinasi daging-lemak-daging. Semua sate dibuat dnegan susunan yang sama 
sehingga terlihat cantik. Lemak yang digunakan pun khusus. Jadi bukan lemak di 
berbagai bagian, namun hanya menggunakan lemak di bagian susu sapi. Lemaknya di 
rebus dulu sebentar agar lebih padat. Baru ditusuki dan dibakar. Kelebihan 
lemak ini adalah rasanya kenyal dan tidak lengket di mulut. "Jadi rasanya lebih 
enak," imbuh Charsih.

Untuk dagingnya, Charsih hanya menggunakan bagian lamusir. Daging ini terletak 
di punggung sapi sehingga teskturnya lebih empuk. Disajikan dengan saus kacang 
bercampur kecap, irisan bawang merah, timun dan taburan bawang goreng. Seporsi 
sate berisi 10 tusuk dijual Rp 12 ribu.

Sementara gulainya berisi daging dan tetelan yang dimasak dengan kuah kuning 
bersantan. Teksturnya empuk pertanda mengalami proses perebusan yang lama. 
Kuahnya gurih cenderung manis, mirip gulai ala Solo. Seporsi gulai nikmat ini 
harganya Rp 11 ribu.
Sudah 4 bulan ini Kedai Harris menempati bangunan baru yang lebih megah. 
Kapasitasnya kini mencapai 40-an orang. Letaknya di Jl Saharjo. Kedai ini buka 
sejak pukul 14.30-20.00 WIB.

Soto Ayam Pataruman 23

Nama soto ini paling dikenal di kota Tasikmalaya. Sudah dirintis oleh Hj Aah 
oleh anaknya, Bpk Entjeng Suherman. "Sekarang saya mulai ikut mengelola usaha 
ini,' ujar Rina 930), putri Entjeng.

Soto Pataruman berbahan ayam kampung. Jadi soal rasa kuahnya sudah pasti lebih 
sedap. Apalagi soto ala Pataruman ini menggunakan santan sebagai campuran 
kuahnya. Uniknya, soto bisa disajikan dnegan kuah santan kental atau bening. 
jika ingin soto dnegan kuah santan kental, kita akan diberi lapisan atas kuah 
yang banyak santannya. Jika ingin yang bening, santan akan disingkirkan 
sehingga bisa terambul kuahnya yang being di bagian bawah.
Isi sotonya juga beragam. Setidaknya ada 8 jenis isi. Kita bisa memilih daging 
paha, dada, kulit, telur, biji, hati ampela, brutu hingga kepala. Telur yang 
digunakan bukan telur jadi, melainkan bakal telur yang hanya berisi kuningnya 
saja. Jika ingin mencoba semuanya, pilih saja Soto Campur. Jadi Anda bisa 
mencicipi semuanya dalam satu porsi. Harganya dipukul rata Rp 13 ribu per porsi.

Seporsi soto berisi nasi yang diberi pilihan ayam sesuai selera Anda. kemudian 
ditambahkan kedelai goreng, bawang daun, dan bawang goreng. Lalu dilengkapi 
sambal, kecap dan jeruk nipis. Kuahnya gurih dengan semu manis. Setelah diaduk 
rata, barulah rasa merica terangkat naik. Membuat hidangan ini makin nikmat. Di 
meja terdapat aneka kudapan renyah seperti kerupuk udang, emping hingga kerupuk 
kulit.

Sesuai namanya, kedai ini terletak di Jl Pataruman no 23 Telp (0265) 337641. 
Kapasitasnya mencapai 60 pengunjung. Kedai ini buka sejak pukul 6 pagi-7 malam. 
Dalam sehari, Rina mengaku menghabiskan 8 ekor ayam per hari.

Warung Nasi Pribumi

Mau hidangan yang nikmat untuk menghangatkan tubuh? Coba saja menu spesial si 
Warung Pribumi ini. Ada Sop Dengkul yang lezat betul. Namanya memang cukup 
aneh. Namun sebenarnya yang dimaksud adalah kaki sapi alias kikil. Jadi menu 
ini adalah sop yang dibuat dari kikil sapi. "Kalau di Tasik sering disebut 
dengkul sapi," jelas Bpk H. Heri (35), yang mengelola rumah makan milik sang 
ibu, Hj. Titin.

Sop Dengkul Sapi berkuah bening, namun sedikit kental karena menggunakan kaldu 
dari kaki sapi. Berisi potongan kikil sapi, tulang kaki sapi, irisan tomat, 
seledri dan daun bawang. Disajikan panas-panas sungguh nikmat sehingga kondisi 
tubuh makin fit. Aroma merica makin memperkuat efek hangat pada tubuh. Daging 
kikilnya juga empuk betul. Menu ini patut dicoba. Seporsi dijual Rp 10 ribu.

Selain itu kedai juga masih punya beberapa menu andalan seperti Ayam Pedas, 
Gulai Jeroan, Ayam Goreng, dendeng Paru, aneka Pepes hingga menu khas berupa 
mustopa dan kacang Garut. Mustopa adalah kering kentang khas Tasikmalaya. 
Bumbunya kurang lebih sama dengan kering kentang lainnya. Hanya teksturnya yang 
berbeda. kentangnya tidak diiris tipis atau potong korek api, melainkan diparut 
memanjang mirip mi. Ada juga kacang Garut yang bentuknya mirip kacang merah. 
Kacang ini digoreng hingga kering dan renyah, lalu dibumbui manis pedas.

Kedai yang sudah 25 tahun berdiri ini terletak di Jl Mitra Batik No 58 Telp 
(0265) 332612, yang merupakan salah satu jalan uta,a di kota Tasikmalaya. Kedai 
berkapasitas 40 pengunjung ini buka sejak pukul 7 pagi-pukul 10 malam. 

Kupat Tahu Berdikari

Singgah di Tasikmalaya tanpa mencicipi Kupat tahu tentu kurang pas. Pasalnya 
hidangan ini salah satu yang cukup banyak penjualnya. Ada yang dijual dengan 
gerobak keliling, ada juga yang mangkal di kedai-kedai sederhana. Salah satunya 
kedai kupat Tahu Berdikari yang terletak di Jl RE Martadinata, tepat di 
seberang Style Radio atau keda Bakso Bangkit. Kedai sederhana ini sudah 8 tahun 
berdiri.

Seporsi Kupat Tahu terdiri dari irisan ketupat, tahu goreng, taoge rebus, dan 
daun bawang. Lalu diguyur saus kacang yang gurih dengan kucuran kecap. Agar 
lebih mantap, kupat tahu disajikan dengan sambal cabai rawit. Tahunya berukuran 
besar dan berwarna putih. Rasanya lembut dan gurih. "Tahu ini khusus untuk 
Kupat Tahu yang didatangkan dari Indihiang," jelas Ny Titin (48), pemilik kedai.

Tingkat kematangan tahu bisa disajikan sesuai selera. Boleh digoreng sebentar, 
setengah matang, atau sampai kering berkulit. Seporsi dijual dengan harga Rp 4 
ribu saja. Saat bersantap, sepiring kerupukaci disajikan dalam sebuah mangkuk 
terpisah sebagai teman bersantap.

Selain Kupat Tahu, kedai ini juga menyediakan menu khas Tasik lainnya, Tutug 
Oncom. Namun sajiannya lebih gurih, lo. Rupanya oncom yang digunakan tidak 
dibakar, melainkan digoreng, ditumbuk kasar, lalu ditumis dengan bumbu seperti 
bawang merah, bawnag putih, kencur dan cabai. Saat hendak disajikan, barulah 
tumisan oncom ini diaduk mambaur dengan nasi hangat. Rasanya ternyata jauh 
lebih gurih ketimbang oncom bakar. Tutug Oncom disajikan dengan telur dadar, 
tempe goreng, kerupuk dan sambal tomat. Hidangan ini juga dibandrol dengan 
harga Rp 4 ribu saja.
Kedai berkapasitas pengunjung 15 orang ini buka sejak pukul 9 pagi-pukul 3 sore 
saja. 

Rujak Uleg Bi Icar

Nah, di bulan puasa ini kawasan Kolektoran biasanya diserbu pembeli. Letaknya 
di belakang Masjid Agung Tasikmalaya. Sebenarnya ruas jalan ini bernama Jl R 
Ikik Wiradikarta. Namun warga Tasik lebih mengenalnya dengan nama Kolektoran 
karena dulunya bernama demikian. Salah satu kedai yang dituju adalah Rujak Uleg 
Bi Icar di Jl R. Ikik. Wiradikarta no 53. Telp (0265) 330907.

Kedai yang sudah berdiri sejak tahun 1967 ini punya beberapa menu yang cocok 
sebagai hidangan berbuka puasa. Pilihannya ada aneka kolak dan rujak. Kolaknya 
cukup lengkap. Ada Kolak Candil, Pisang, Sekoteng, Kunyit, Kacang Hijau dan 
Ketan Hitam. Anda boleh memilih kombinasi yang disukai. Bisa juga campuran 
semua jenis kolak. Rasanya manis dengan kuah santan encer yang gurih. Kolak 
disajikan dalam mangkuk dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Harganya cukup 
Rp 5 ribu saja.

Jika ingin yang segar-segar, beli saja rujak buahnya. Ciri khas rujak Tasik 
adalah penggunaan buah honje sebagai pengganti asam. Aroma dan rasanya lebih 
segar membuat rujak buah ini begitu nikmat. Sausnya dibuat dari kacang tanah 
goreng, gula merah, cabai, buah honje dan cau manggala alias pisang batu dalam 
bahasa setempat. Semuanya diulek di tas sebuah cobek besar, lalu diaduk dengan 
aneka buah yang sudah dipotong-potong. Jika melihat butiran kehitaman mirip 
biji selasih di antara bumbunya, itulah biji buah honje yang membuat aromanya 
makin segar. Rujak ini dijual Rp 8 ribu. Sedangkan jika dibungkus untuk dibawa 
pergi atau oleh-oleh, harganya jadi Rp 20 ribu. "Soalnya jumlah buahnya lebih 
banyak dan bumbunya dipisah," jelas Ny Tuti (41), yang melanjutkan usaha sang 
ibu, Ny. Icar (76).
Sausnya cukup awet. Bisa disimpan hingga 1 bulan di dalam kulkas. Jadi kita 
bisa membeli buah segar sendiri jika sausnya masih tersisa.

Kedai ini buka setiap hari sejak pukul 9 pagi-pukul 4 sore. Namun selama bulan 
puasa jam bukanya berubah menjadi pukul 1 siang-pukul 5 sore. Dalam sehari, 
Tuti mengaku menghabiskan 50 kilogram buah-buahan untuk dibuat rujak.

Rumah Martabak & Pisang Goreng Kremes

Kedai ini terbilang baru di kota Tasik. Usianya baru setahun lebih. Namun menu 
yang ditawarkan cukup unik di kota ini. Berupa martabak dan pisang goreng 
krispi ala Pontianak. Penjual martabak dengan pilihan isi yang variatif memang 
terbilang jarang di kota ini. Maka tak heran kedai ini langsung dibanjiri 
pembeli yang penasaran dengan rasanya.

Martabak manis di kedai ini menggunakan variasi isi yang cukup banyak. Ada yang 
klasik semacam cokelat, keju dan kacang. Namun ada juga yang menggunakan 
modifikasi dari buah segar dan selai. Pilihannya ada pisang, kismis, lemon, 
stroberi, bluberi, nanas, mangga, apel, hingga nangka. Tentu saja semua bisa 
dikombinasi sesuai selera. Agar lebih menggigit, martabak juga diolesi mentega, 
susu dan aneka selai yang cocok. "Ada selai lemon, nanas, bluberi, dan 
stroberi," terang Ingewati (43), pemilik usaha ini.

Harganya bervariasi antara Rp 11 ribu-Rp 14 ribu tergantung kombinasi isinya. 
Bisa disantap ditempat maupun ditenteng dalam kemasan dus sebagai buah tangan.
Selain martabak, kedai ini juga menyuguhkan pisang goreng krispi ala Pontianak. 
Namun pisang tak hanya dibuat berbaut tepung renyah. Melainkan diberi selai 
dengan berbagai variasi rasa di atasya usai digoreng. Pilihannya ada selai 
kacang, nanas, lemon dan bluberi. Semua bisa dipadu dengan tambahan susu, 
coklat dan keju. Sebuah pisang goreng dijual Rp 3 ribu-Rp 6 ribu.

Kedai ini terletak di Jl Dr Suharjo No 102. Telp (0265) 7081921. Letaknya tak 
jauh dari simpang lima kota Tasik yang kerap jadi patokan arah. Cirinya 
menggunakan spanduk berwarna kuning cerah bertuliskan aneka jenis martabak. 
Keai ini buka jam 2 siang-10 malam. Karena dibuat fresh, paling tidak kita 
harus selama 10-15 menit hingga martabak matang. Namun sepadan dnegan rasanya 
yang legit. Satu tip untuk menjaga agar teksturnya tetap empuk dan lembut, 
jangan menyimpannya di dalam kulkas. Biarkan saja pada suhu ruangan. "jika 
ingin disajikan hangat, tinggal dipanskan dengan microwave,' saran inge.



Alamat-alamat:
Sate & Gule Sapi Harris
Jl Dr Suharjo no 9 Telp (0265) 339605, HP 085224320336

Soto Ayam Pataruman 23
Jl Pataruman No 23 Telp (0265) 337641
Warung Nasi Pribumi
Jl Mitra Batik No 58 Telp (0265) 332612

Kupat Tahu Berdikari
Jl RE Martadinata, tepat di seberang Style Radio atau Kedai Bakso Bangkit
Rujak Uleg Bi Incar
Jl R. Ikik. Wiradikarta No 53
Telp (0265) 330907

Rumah Martabak & Pisang Goreng Kremes
Jl Dr Suharjo No 102 Telp (0265) 7081921


Saji
Minggu, 21 September 2008

Kirim email ke