Susah Tidur? Coba Minum Bir Pletok



Bir
pletok adalah salah satu minuman khas Betawi yang sulit ditemui. Namun,
tak jarang, minuman ini salah diartikan masyarakat karena namanya
dengan embel-embel bir. Padahal, bir pletok adalah minuman kebugaran
dari rempah alami yang memiliki beragam khasiat. Bahkan, diyakini
setelah minum sedikit bir pletok ini, siapa saja yang mengalami sulit
tidur akan ternyenyak.

Banyak orang beranggapan, bir pletok
adalah minuman memabukkan dengan kadar alkohol tinggi. Padahal, bir
pletok merupakan minuman suplemen untuk meningkatkan stamina warga
Betawi pada zamannya.

Kenapa dinamakan bir pletok? Dahulu kaum
pribumi hanya bisa menyaksikan warga Belanda yang berpesta dengan
minuman yang mengeluarkan "busa" (bersoda). Tak mau kalah, warga Betawi
mencoba meramu berbagai bahan alami menjadi minuman yang menyerupai
soda. Setelah jadi, mereka kesulitan memberi nama minuman tersebut.

Beberapa
orang Belanda juga mencicipi minuman tersebut. Supaya lebih enak,
mereka mengocok minuman tersebut hingga berbusa. Caranya dengan
memasukkan bir pletok ke dalam sebuah botol. Lantas dicampur dengan es
batu dan dikocok hingga berbusa. Saat dikocok tersebut, botol
mengeluarkan suara pletok-pletok efek benturan dari es batu dengan
botol. Sejak itu, minuman itu dinamakan bir pletok.

"Yang nyebut
ramuan ini bir juga orang Belanda. Mereka menyebutnya bir pletok," kata
Umatun Sarwa (54), warga Utanpanjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang
ditemui saat Festival Ramadhan 2009 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Disebut bir karena minuman ini hangat di badan seperti bir.

Ternyata,
banyak khasiat yang terkandung dalam minuman tersebut. Orangtua dulu
meyakini, bir pletok bisa melancarkan pengeluaran urine serta
menghilangkan pegal-pegal, masuk angin, dan batuk. Bahkan, mereka
yakin, dengan meminum bir pletok bisa membuat orang tertidur nyenyak.
"Emang enggak ada penelitian ilmiah. Namun, coba sekali-kali minum bir
pletok, pasti gampang tidurnya," ujar Umatun, Jumat (11/9).

Umatun
membeberkan rempah-rempah yang terkandung dalam pembuatan bir pletok.
Minuman kesehatan ini terbuat dari sari jahe, gula, sari bunga selasih,
secang, cabai jawa, kapol, akar-akaran, gula merah, dan gula pasir.
Saat pertama kali meminum bir pletok, akan terasa pedas, tetapi
selanjutnya badan terasa hangat karena pengaruh dari ramuan yang
terdapat di dalamnya.

Cara pembuatannya minuman ini cukup mudah,
semua rempah-rempah itu dimasukkan ke dalam panci, lalu direbus hingga
bergejolak. Untuk rasa manisnya dapat disesuaikan dengan selera.
"Biasanya tergantung orang mau lebih banyak gula merahnya atau gula
pasirnya," kata Umatun yang membuka usaha pembuatan bir pletok di
rumahnya.

Kendati sudah tidak seperti dulu, minuman ini masih
dicari banyak orang, khususnya oleh orang Betawi yang sudah sepuh.
Karena memang dipercaya dapat menghilangkan masuk angin, menghangatkan
badan, dan membuat orang gampang tidur. "Ini memang ramuan tradisional,
jadi kebanyakan orang Betawi menyukainya," ujarnya. Khasiat bir pletok
tetap sama kala disajikan dalam keadaan hangat ataupun dingin.

Untuk
setiap satu botol bir pletok ukuran 600 mililiter, Umatun memberi harga
Rp 15.000. Saat ini, Umatun membuka stan di Festival Ramadhan, Lapangan
Banteng, Jakarta Pusat. "Ramuan ini saya tahu dari orangtua. Untuk
melestarikannya, setiap ada festival atau acara tertentu saya selalu
menjual bir pletok," katanya.

Sumber: KOMPAS
Klik dan kunjungi juga http://bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke