Lembut dan Nikmatnya Kikil Bu Medi Pagesangan

18 September 2009

.fullpost{display:inline;}

Malam
akhir-akhir Ramadhan, ternyata membawa berkah tersendiri bagi Bu Medi.
Penjual Kikil Sapi di Raya Pagesangan Surabaya (depan pabrik korek) ini
dengan senyum lebar menutup warung tendanya yang berdindingkan tembok
pabrik, meski waktu masih menunjukkan pukul 19.00 WIB. 
Dua panci
besar kikilnya telah habis, karena semenjak buka pada jam 4 sore,
pembeli silih berganti minta dibungkus untuk dibawa pulang dan sebagian
lainnya makan di tempat. Tak ayal ketika bertandang ke sana kemarin,
saya pun hanya kebagian sisa-sisa kikil plus tulang. Tak apalah, saya
termasuk beruntung karena petang itu masih kebagian kesedapan kikil Bu
Medi yang maknyus. Karena banyak juga calon pembeli yang kecewa karena
tidak kebagian. So, sebelum mudik lebaran meninggalkan Surabaya, makin
lengkap rasanya setelah menyantap kikil khas Sepanjang ini. 
Bu
Medi merupakan salah satu penjual Kikil yang maknyus di Pagesangan.
Meskipun namanya masih kalah populer oleh Kikil Pak Said, namun soal
rasa kok menurut saya lebih unggul Bu Medi. 
Nah, di balik
kesuksesan Bu Medi mampu memiliki pelanggan setia, yang secara otomatis
pula memastikan pundi-pundi rupiah baginya, ternyata menyimpan
perjuangan tersendiri.
Bu Medi sendiri pada awalnya hanyalah seorang
penjual jajanan, bukan kikil seperti sekarang. Karena rumahnya
bersebelahan dengan Pak Said (pemilik kikil Pak Said), maka suatu waktu
disarankan oleh Pak Said untuk berjualan kikil tak jauh dari tempat
mangkalnya. Siapa tahu ada pelanggan kikil yang bisa mencoba dan
kemudian menjadi pelanggannya.
Hari-hari penuh panjang mencari dan
menunggui pelanggan datang pun dilewati Bu Medi dengan penuh kesabaran.
Apalagi, saat itu dia jualan juga hanya sebagai penunjang sang suami
yang bekerja sebagai sopir. 
Tuhan sangat adil, setelah satu-dua
orang datang ke warung Bu Medi, ternyata kebanyakan dari mereka
merasakan kikilnya lebih terasa dibandingkan di tempat lain. Maka hal
itulah yang diperhatikan oleh Bu Medi, sehingga dia selalu menjaga
keutuhan bumbu guna menjamin rasanya tak pernah berubah dari waktu ke
waktu.
Kini, sudah banyak pelanggan yang selalu mampir untuk
menyantap kikil Bu Medi, ketika melintas di Raya Pagesangan depan
pabrik korek. Setiap hari Bu Medi buka mulai jam 4 sore dengan
menghabiskan 4 stel kikil (16 kaki sapi), yang biasanya setelah diolah
bisa menjadi 70-100 porsi kikil siap santap. 
Harga per porsinya
Rp. 7000. Tentu tidak mahal bila dibandingkan kenikmatan yang
diberikan. Apalagi kikil Bu Medi ini sangat lembut dengan bumbu yang
sangat pas dirasa. Apalagi kalo sudah ditambahi perasan jeruk nipis dan
kecap, hemmm... tercium aromanya langsung bikin ngilir. Tak heran anak
saya yang masih 2,5 tahun pun suka ketika saya cobakan. Apalagi yang
suka makan-makan di luar seperti saya. Kalo mo info lebih lanjut bisa
kontak Bu Medi di 031-783-43789.(arohman) 


    




Diposting oleh
ruang baca
di
2:41 PM


 




 




Label:
Jalan-Jalan




      

Kirim email ke