Antara Cikampek dan Karawang: Ada Pepes Ikan dan Soto Tangkar lezat, Mi 
Hijaunya pun berkhasiat obat 

Jalur Cikampek-Karawang merupakan salah satu jalur favorit untuk menuju wilayah 
pantura, melalui Subang, Cirebon, dan seterusnya. Maka tak heran jalur ini 
dipenuhi berbagai tempat makan yang menarik. Ada Soto Tangkar berbahan kaki 
sapi, Pepes Jambal yang nikmat hingga Sate Maranggi yang lezat. Ada juga Mi 
Hijau yang berkhasiat sebagai obat. Anda penasaran? Yuk, kita kunjungi satu per 
satu.

Soto Tangkar & Goreng Ayam Kampung

Soto Tangkar merupakan salah satu menu yang cukup banyak ditemukan di daerah 
Karawang. Namun di Cikampek tak terlalu banyak penjualnya. Salah satu rumah 
makan yang terkenal di Cikampek adalah milik Ny. Ati Uniwati (37). Kedai ini 
terletak di Jl By Pass Jomin. Telp (0264) 313494. Lokasinya tak jauh dari exit 
tol Cikampek. Rumah makan ini memiliki dua lokasi yang nyaris berseberangan. 
"Jadi biar tidak susah mampir dari dua arah," jelas Ati.

Soto Tangkar sebenarnya mengacu pada bahan dasar yang disebut tangkar. Istilah 
ini menurut Ati, merupakan nama lain kaki sapi alias kikil. Jadi Soto Tangkar 
adalah Soto Kaki Sapi, lalu ditambah irisan tomat, daun bawang, seledri dan 
bawang goreng plus taburan emping. 

Kemudian diguyur kuah panas berwarna kuning. Kuahnya agak kental perpaduan 
kaldu kaki sapi dan santan. Rasanya sudah tentu gurih. Dipadu dengan kikil sapi 
yang empuk membuat menu ini cocok memgobati rasa lapar yang mendera. "Merebus 
kikilnya saka bisa 6 jam, lo," sahut Ati soal kikil yang empuk.

Seporsi Soto Tangkar dijual Rp 10 ribu. Tersedia juga Soto Tangkar Spesial 
seharga Rp 12 ribu. Bedanya? Ada tambahan babat dan usus. Tersedia juga soto 
lain yang menggunakan daging, babat, paru dan usus sapi. Jika tak suka, bisa 
diganti daging ayam. Kalau Anda tak suka kuah santan, pesan saja sopnya. 
Kuahnya bening dari kaldu sapi dengan variasi isi yang sama. Terdapat juga 
hidangan lain seperti Ayam Kampung Goreng, Sayur Asem, Bebek Goreng, Hati 
Ampela sampai aneka pepes.

Rumah makan berkapasitas 50 pengunjung ini sudah 3 tahun berdiri. Ati memang 
berasal dari keluarga pengusaha makanan. Kedua saudaranya juga mengelola rumah 
makan di sekitar Cikampek. Karena sudah kaya pengalaman itulah Ati berani 
membuka rumah makannya ini selama 24 jam. Jadi kapanpun Anda lapar saat 
melintas di Cikampek, rumah makan ini bisa jadi alternatif pilihan.

Warung Nasi Pepes Abah

Selain Soto Tangkar, Karawang juga terkenal dengan pepesnya, terutama di daerah 
Walahar. Namun Cikampek juga punya kedai yang tak kalah sohor soal pepes. 
Namanya Warung Nasi Pepes Abah. Usaha ini sudah dirintis sejak tahun 1990 di Jl 
Ir Juanda, Rawasari, RT 04/03, Jomin Barat. Hp 081388515251. Kedai sederhana 
ini memancangkan bendera vertikal tinggi bertuliskan aneka pepes sebagai 
penunjuk lokasinya. "Ketika abah meninggal tahun 2001, saya berupaya meneruskan 
usaha ini," jelas Bpk Nasir (30), putra abah.

Total jenis pepes yang tersedia ada 16 buah. Namun di antara sekian banyak 
pepes, ada tiga jenis yang paling favorit. Yaitu Pepes Jambal, Belut dan 
daleman ikan. Pepes yang disebut terakhir menggunakan bagian perut ikan mas dan 
lele. Sedangkan jambalnya berukuran cukup besar dan gurih. Namun jangan heran 
jika pepes ini begitu kering dan renyah. Rupanya Nasir mengolahnya dalam 2 
tahap. Yang pertama, pepes dikukus hingga matang. Kemudian dilanjutkan dengan 
tahap menggoreng. Pepes digoreng lengkap dengan bungkus daun pisangnya. Jadi 
jangan heran jika pepesnya tidak lembab. Namun guratan bumbu kuning khas pepes 
dan daun kemangi masih melekat erat meninggalkan rasa lezat yang aduhai. 
Apalagi ditemani nasi hangat, lalapan dan sambal hijau pedas, Wah, nikmatnya.

Khusus Pepes Belut, Anda sebaiknya datang sebelum makan siang jika tak ingin 
kehabisan. Soalnya pepes ini yang paling diminati dan setoknya agak terbatas. 
Belut yang digunakan cukup besar dan nikmat. "Khusus belutnya saya datangkan 
dari Solo karena harus berukuran besar," imbuhnya.

Pepes dijual dengan kisaran harga antara Rp 3 ribu-7 ribu. Kedai berkapasitas 
80 pengunjung ini beroperasi mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Namun jangan 
coba-coba datang pada hari Minggu karena Nasir meliburkan kedainya. Dalam 
sehari, Nasir mengaku menghabiskan 5 kilogram ikan jambal.

Nasi Timbel Kedai Podo Suka

Nasi Timbel jelas khas Sunda. Di Cikampek Anda bisa mencicipinya di Jl Ir H 
Juanda, Sukaseuri. Hp 087879917811. Lokasinya tak jauh dari SMPN 1 Cikampek 
atau kantor DLLAJ Cikampek. Salah satu daya tarik kedai ini adalah Ayam Goreng 
Kampungnya yang berukuran besar.

Pemilik kedai, Dede Priyadi (25), awalnya sengaja memilih ayam kampung berkuran 
besar ketika memulai usahanya tahun 2003 lalu. Alasannya, agar pelanggan lebih 
tertarik dengan penyajian ayam goreng yang besar. "Padahal kalau Nasi Timbel 
biasanya menggunakan ayam kampung yang cenderung kecil," imbuhnya.

Ketika Dede mulai menggunakan ayam kampung kecil, pelanggannya langsung 
memprotesnya. Jadilah Dede kembali menggunakan ayam kampung berukuran besar. 
Sepotong ayam goreng dijual dengan harga Rp 7 ribu. Kalau dibakar, harganya 
jadi Rp 8 ribu. Ayam Goreng disajikan dengan serundeng kelapa yang gurih plus 
lalapan dan sambal. Untuk timbelnya, dijual Rp 2 ribu per bungkus. Nasi Timbel 
dibungkus dengan bentuk segitiga, bukan lonjong seperti pada umumnya. Dalam 
sehari, Dede mengaku menghabiskan hingga 30 ekor ayam. Sedangkan akhir pekan, 
bisa melonjak sampai 50 ekor.

Selain ayam, kedai ini juga masih punya menu lain yang tak kalah enak. Seperti 
Bebek Goreng, Bebek Panggang, Burung Dara, Sate Kambing, Sop Sapi hingga aneka 
Soto. Kapasitas pengunjungnya mencapai 50 orang. Pria asal Cirebon ini membuka 
kedainya mulai pukul 09.30-23.00 WIB.

Mi Hijau Tuparev

Anda mungkin pernah mendengar mi yang dibuat berwarna-warni. Ada yang hijau, 
oranye atau merah yang dibuat dari berbagai sayuran. Dari segi warna, mi yang 
ditawarkan kedai ini mungkin tak aneh lagi karena berwarna hijau. Namun 
bagaimana soal khasiatnya? "Mi buatan saya bisa membantu mengobati penyakit 
mag," tandas Bpk. Yahya (52), pemilik kedai.

Bagaimana bisa? Rupanya Yahya menggunakan sejenis daun berkhasiat yang 
sebelumnya kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati sakit mag 
yang diperoleh dari salah seorang saudaranya. Karena tak tahu jenis tanaman 
yang digunakan, Yahya pun menamai daun ini dengan nama maretys. Alasannya, ia 
mulai menggunakan bulan Maret 2008 lalu. Sebelumnya, selama 6 tahun, ia 
berdagang mi ayam biasa. Namun sejak menggunakan daun ini, Mi Hijau yang jadi 
primadona. 

Mi Hijau dibuat dengan cara manual. Yahya membuatnya dengan bahan 3 kilogram 
tepung terigu setiap hari. Caranya, daun direbus, lalu diblender halus untuk 
campuran adonan mi. Setelah diseduh dan kita cicipi, mi terasa lebih berempah 
dan licin. Disajikan bersama sawi rebus, ayam cincang dan vakso di mangkuk 
terpisah. Seporsi dijualnya Rp 10 ribu. Menurut Yahya, cukup banyak pelanggan 
yang memiliki keluhan mag merasa puas karena tak lagi terganggu rasa sakit pada 
perutnya.

Tak jarang, Yahya memberi air rebusan daun marets untuk membantu 
penyembuhannya. Rasa air rebusan ini cukup kuat. Seperti campuran cengkeh, jahe 
dan kayu putih. Saat diminum, terasa menghangatkan badan dan mengusir kembung 
di dalam perut.

Jika penasaran dengan rasa dan khasiatnya, Anda bisa datang ke Jl Tuparev No 
185. Telp (0267) 7055833. Kedai sederhana berkapasitas 25 pengunjung ini 
beroperasi mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Jika ingin mencicipi air rebusan daun 
maretys yang berkhasiat, tak perlu sungkan mengatakannya pada Yahya. Pria ramah 
ini akan dengan senang hati menyambut Anda.

Sate Maranggi Mbak Yul

Sate ini banyak ditemukan di daerah Purwakarta. Namun di Karawang juga ada Sate 
Maranggi yang tak kalah lezat. Anda bisa menemukannya di pusat jajanan Food 
Fest di dalam kompleks perumahan Resinda yang terletak di Jl Interchange Tol 
Karawang Barat. Dari pintu tol Karawang Barat, jaraknya sekitar 3 kilometer. 
Namanya kedai Sate Maranggi Mbak Yul. Hp 085693041899.

Sate racikan Yuliana (39) ini sudah dijual sejak tahun 2001. Namun dulu ia 
merintisnya dengan berjualan di tenda sederhana. Sejak kompleks perumahan 
Resinda menyediakan pusat jajanan Food Fest tahun 2007 lalu, ia pun ikut 
boyongan bersama beragam pedagang lainnya di salah satu kios yang cukup megah.

Sate Maranggi tampil cantik dengan kombinasi daging, lemak, dan daging. 
Semuanya sudah terbalut bumbu rempah. Aroma ketumbar berangkulan dengan 
karamelisasi gula melahirka aroma yang membuat kita tak sabar melahapnya. Rasa 
manis dan gurih langsung menyergap saat menggigit sate ini. Lemaknya kenyal dan 
lembab. Dicocol dengan saus kacang dan sambal tomat, makin nikmat. Seporsi sate 
dijual Rp 15 ribu, sudah termasuk nasi. Jika tak suka lemaknya, Anda bisa 
meminta versi daging saja.

Selain Sate Maranggi, ada camilan atau lauk yang patut dicicipi. Yaitu perkedel 
kentang. Namun racikan Yuliana ini punya gaya berbeda. Dalam keadaan mentah, 
perkedel dipenuhi semburat bintik merah kulit cabai. Menyiratkan rasa yang 
pedas. Jika dipesan, barulah perkedel digoreng hingga matang. Kulitnya kering 
dan renyah. Namun dibagian dalamnya begitu lembut, cenderung lembab. Rasa gurih 
dengan secuil saja rasa pedas. "Memang hanya warnanya yang merah, tapi nggak 
terlalu pedas," terang wanita asal Rengasdengklok ini.
Seporsi perkedel dijual Rp 5 ribu berisi 5 buah perkedel. Yuliana membuka 
kedainya mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Tersedia lebih dari 100 tempat duduk yang 
bisa Anda pilih karena pusat jajanan ini sangat luas. Di sana kita juga bisa 
menemukan berbagai jajanan lain yang mungkin sesuai dengan selera Anda.

Surabi Hijau Karawang Indah

Salah satu jajanan khas Karawang khususnya Rengasdengklok adalah surabi 
hijaunya yang terkenal. Surabi adalah pelafalan serabi dalam bahasa Sunda. 
Namun karena lokasinya yang cukup jauh, mencapai 20 kilometer dari Karawang, 
cukup sulit bagi para pelancong untuk menuju ke Rengasdengklok. Tapi tak perlu 
jauh-jauh ke sana jika Anda sudah ngebet. Di dekat alun-alun Karawang pun ada 
Surabi Hijau yang boleh dicoba. Tepatnya di Jl Kertabumi No 27. Telp (0267) 
403290.

Surabi Hijau dibuat dari adonan tepung terigu dengan tambahan daun suji sebagai 
pewarna hijau, dan daun pandan untuk aroma wanginya. Adonan lalu dipanggang 
hingga matang di atas cetakan serabi yang dibuat dari tanag liat. Teksturnya 
sangat lembut dnegan pori-pori kecil yang terlihat saat kita membelahnya. 
Penampilannya memang berbeda dengan serabi biasa yang berpori-pori lebih kasar. 
"Kalau surabi yang biasanya pakai oncom, itu dibuat dengan tepung beras, bukan 
terigu, terang Bpk. Maman (39), pemilik usaha ini.

Satu buah serabi dijual Rp 800 saja. Tersedia kemasan dus berisi 10 serabi yang 
dijual Rp 8 ribu. Jika dimakan di tempat, serabi disajikan di atas piring kecil 
dengan guyuran saus gula merah yang manis dan gurih. "Untuk sausnya saya 
gunakan gula merah dan santan," imbuhnya.

Jika dibungkus, sebaiknya Anda memanaskan dulu saus gulanya agar lebih enak. 
Sedangkan serabinya tak perlu dipanaskan. Khusus hari Sabtu dan Minggu, Maman 
membuat saus durian yang membuat serabi terasa lebih nikmat. Untuk menjaga 
kualitas serabi, Maman tetap menggunakan kayu bakar untuk memanggang serabi 
buatannya. Selain panasnya lebih stabil, aromanya pun lebih harum.

Kedai sederhana ini buka mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Selain Serabi, Maman juga 
menyediakan sejumlah oleh-oleh khas Kerawang, seperti Opak Kawung, Semprong, 
Simping Kencur hingga Bolu Kijing. Semuanya adalah produksi para perajin 
makanan yang tergabung dalam Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro (AIKMA) 
Karawang. Jadi kedainya juga berfungsi sebagai toko oleh-oleh khas Karawang.

Alamat-alamat:
Soto Tangkar & Goreng Ayam Kampung
Jl By Pass Jomin, Cikampek
Telp 0264-313494

Warung Nasi Pepes Abah
Jl Ir. Juanda, Rawasari, RT 04/03, Jomin Barat, Cikampek
Hp 081388515251

Mi Hijau Tuparev
Jl Tuparev No 185, Karawang
Telp 0267-7055833

Sate Maranggi Mbak Yul
Jl Interchange Tol Karawang Barat
Hp 085693041899

Surabi Hijau Karawang Indah
Jl Kertabumi No 27, Karawang
Telp 0267-403290

---------------------------------------------------

Soto Tangkar
Untuk 6 porsi

Bahan:
500 gr kikil sapi
1.000 ml air
2 cm jahe, dimemarkan
5 cm kayumanis
2 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya
3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
4 1/2 sendok teh garam
2 1/2 sendok teh merica bubuk
4 sendok teh gula pasir
1.500 ml santan dari 1 butir kelapa
3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:
12 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 sendok teh ketumbar
2 cm jahe
2 cm lengkuas
2 cm kunyit, disangrai
4 buah cabai merah keriting

Bahan pelengkap:
2 buah tomat
100 gram emping goreng
3 sdm kecap manis
4 buah jeruk limau
1 batang daun bawang, diiris
2 sdm bawang goreng

Cara membuat:
1. Presto air, kikil, dan jahe sampai matang 20 menit. Angkat. Ukur 600 ml air 
kaldunya.
2. Rebus lagi air kaldu beserta kikilnya sampai mendidih.
3. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, kayumanis, daun salam, daun jeruk, dan 
serai sampai harum.
4. Tuang ke rebusan kikil. Masak sampai empuk.
5. Masukkan santan, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai matang.
6. Sajikan dengan pelengkapnya.

Tabloid Saji
Selasa, 23 Desember 2008

Kirim email ke