Terima kasih Jiewa untuk artikelnya yang menarik.
Disambut senyuim manis? Senyum pahit kali....hahahaha..... Salam, Radit ----- Original Message ----- From: Jie W. Kusumo To: [email protected] Sent: Thursday, October 01, 2009 11:45 PM Subject: [bango-mania] Kilas Balik FJB 2009 - Seri Surabaya Masih membekas di benak ketika amarah kita meluap saat negara tetangga mencaplok warisan wisata kuliner kita sebagai komoditi wisata. Mulai dari sate, dodol hingga rendang. Tapi kalo diambil positifnya, ini bikin kita jadi introspkesi bukan? Akhirnya kita jadi bisa lebih aware sama budaya kuliner kita. Lestari Kuliner Indonesia Gak berhenti sampe disana aja lho. Kencangnya arus lifestyle modern juga mulai mengikis perlahan-lahan khasanah kuliner Indonesia. Misalnya, di Jakarta sekarang sangat langka menemukan penjual Kerak Telor, idem ditto dengan keberadaan Semanggi yg makin terpinggirkan di kota pahlawan Surabaya. Untungnya, ada Kecap bango yg peduli dengen kelestarian ragam kuliner kita. Tiap tahun Kecap Bango mengadakan acara heboh bertajuk Festival Jajanan Bango (FJB) di beberapa kota. Tiap tahun aku selalu nunggu acara ini, selain sekedar memanjakan lidah dan perut, juga ikutan mempromosikan kuliner-kuliner Indonesia yang juara lewat blog ku dong pastinya :P Festival Jajanan Bango 2009 - Seri Surabaya Tahun ini, Surabaya dapet giliran paling buncit. Gak apa-apa deh, biasanya jagoan kan selalu munculnya belakangan hehe. FJB 2009 digelar pas penanggalan cantik: tanggal 8, bulan 8, bertempat di Lapangan Kodam Brawijaya. Sengaja dateng pagi2 supaya sempet buat meliput acara pembukaannya. Eh, dateng2 dah disambut senyum manis mas Radityo, big bos Komunitas Bango Mania (Kobama). Langsung juga aku diganjar dengan goodie bag dan voucher yang melimpah. Makasih om! Menjelang jam 12, acara pembukaan ditandai dengan tarian tradisional, pelepasan balon dan pemotongan tumpeng. Yang spesial, hadir host acara Bango Cita Rasa Nusantara yang ganteng, mas Surya Saputra. Dengan gayanya yg khas dan ceria, ia menerima hibah tumpeng dari Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Kecap Bango yang tampil ayu hari itu. Tema FJB tahun ini adalah "Festival Kelezatan Sepenuh Hati". Yeah, apa yang dipesiapkan dengan sepenuh hati pasti akan berbuah baik adanya, termasuk olahan kuliner yang berbahan kecap pilihan pastinya. Baru jam 12 venue sudah dipenuhi warga kota Surabaya yang memang dikenal mania kuliner. Improvement besar dibandingkan ajang yang sama tahun lalu, FJB 2009 lebih memperhatikan soal kenyamanan pengunjung. Panitia menyediakan terop dan tenda sebagai perisai atas sengatan sinar matahari yang terik. Bravo buat panitia FJB. Ajang inipun jadi sarana sungkem ku dengan beberapa sesepuh dan dedengkot kuliner Sby seperti Mbak Manda, Mas Rohman, rekan2 Surabayafood (Carlos, Jude, Chris, Ed), mbak Nunung dan Adi Didut (tukangmakan.com). Brongkos Daging JUARA! Jam weker perut udah berbunyi tandanya minta di-isi. Wangi pembakaran Sate Bebek Tik Tok langsung membuat liur mengalir. Kalo bebek goreng kan sudah biasa, kalo sate bebek pasti beda. Tak puas hanya bersantap sate, aku pun langsung lanjut mendeteksi target operasi ku hari itu : 8 Duta Bango yang merupakan peracik kuliner kondang dari daerahnya masing-masing. Lirikan pertama jatuh pada Brongkos Daging Bu Suprih dari Jogja. Gak salah pilih pemirsa! Selain penuh keramahan, Brongkos dagingnya JUARA! Tau Gudeg Jogja kan? Nah yang ini mirip2. Pake telur pindang dan krecek juga, terus diguyur dengan kuah brongkos daging yang 'medhok' banget rasanya. Karena menggunakan Kluwak, sekilas mirip rawon, tapi dengan rasa kaldu yang lebih dominan. Ketika ditanya apa rahasianya, si Ibu dengan mesem2 bilang "Masaknya pakai kayu bakar selama satu jam". Wow, teknik tradisional yang bikin masakan lebih sedap selain juga pake kecap pilihan tentunya. Serupa Tapi Tak Sama Selanjutnya, aku menemukan kuliner yang terlihat serupa namun tak sama: Kupat Tahu Gempol dan Nasi Lengko Warung Pi'an. Yang satu dari Bandung, satu lagi dari Tegal. Sama2 pake saus kacang, tauge dan taburan kerupuk. Bedanya, Kupat Tahu pake ketupat, tahu dan kerupuk merah. Rasanya dominan manis. Bandung banget deh. Nah, kalo Nasi Lengko pastinya pake Nasi sebagai lauk utamanya, taburan kerupuk kuning dan rasa aksen gurih. Para pengunjung Festival Jajanan Bango 2009 gak cuma heboh soal makan, tapi juga aksi narsisme alias foto-foto. Sepasang replika botol Kecap Bango ukuran jumbo jadi sarana buat beraksi. Ceklik, ceklik! Hm, kalo botolnya segitu, yang makan segede apa ya Lanjut FJB Sesi Malam Gelombang kedatangan pengunjung tak putus-putus jua walopun jam telah menunjukkan pukul 2 siang. Matahari makin terik. Nah, untuk urusan penghilang dahaga aku pilih Es Dawet Blauran. Selain pake dawet yg ijo2 itu, juga pake butiran mutiara yang imut dan gula jawa. Bye-bye haus. Tapi rasa capai tak bisa dipungkiri. Akhirnya, aku memutuskan buat pulang sejenak dan balik lagi di sore hari. Selama ini cuma dateng di siang hari, jadi penasaran dengan suasana FJB di malam hari. Ok, tahan dulu sampe sini. Petualangan di FJB 2009 berlanjut! Foto2 klik di : http://tinyurl.com/fjb2009a Tabik, Jie W. Kusumo (Jiewa) http://www.inijie.com http://www.facebook.com/inijie
