*Bisa jadi gacoan kalau melapar ditengah malam* :)

Akhirnya ke warung Mbak Tum juga. Warung Mbak Tum terletak di seberang Sri
Ratu, Peterongan, Semarang. Dari jaman pertamakali tinggal di Semarang sudah
melewati jalan ini beratus kali tapi akhirnya baru sadar ada tempat makan
enak setelah diajak Ari W kemarin waktu kita kelaparan di tengah malam.

Ada 3 makanan utama yang dihidangkan disini: nasi koyor, gudeg atau lontong
opor. Begitu saya masuk kedalam warung, saya tahu isi warung ini bakalan
jadi godaan berat untuk saya karena makanan kesukaan saya ada disini semua
dari pete goreng sampai rempela goreng.

Karena kalap saya langsung memesan nasi koyor (yang juga diberi gudeg) plus
rempela plus pete goreng. Uenakkkkk rasanya. Koyornya lembut, rasa gudegnya
tidak terlalu manis (kelihatannya disesuaikan dengan lidah orang semarang)
dan rempelanya juga …hmmm..mantebh deh.

Warung Mbak Tum kelihatannya buka dari sore hari sampai ekitar jam 1 malam
atau kalau sudah kehabisan. Warung ini memang pas banget buat dijadikan
sarana pelampiasan jika melapar ditengah malam. Selain didalam warung,
biasanya digelar lesehan di belakang warung jadi pembeli tidak usah takut
untuk berdesakan kecuali kalau memang ramai sekali.

Total kerusakan untuk nasi koyor-gudeg-rempela-pete goreng, nasi koyor-telor
beserta 2 teh adalah 36.000. kelihatannya 1 porsi normal dilepas dengan
harga 10.000 – 15.000. Kata Ari W warung Mbak Tum ini sudah ada sejak
bapaknya kuliah, jadi minimal warung ini sudah berjualan selama 29 tahun,
wew!!! Saya jadi aware kalau di semarang memang banyak tempat makan yang
legendaris seperti warung makan Mbak Tum ini.

Semakin malam malah membuat warung ini semakin ramai. Saya lihat sangat
beragam pembeli diwarung ini dari penikmat kuliner dari luar kota, pekerja
yang biasa bekerja pada malam hari seperti pedagang pasar sampai orang yang
baru pulang kegiatan hiburan malam, semua tumprek jadi satu di warung ini.
Saya suka suasana orang-orang yang menikmati makanan bebas lepas sambil
bercengkrama.

Dilain waktu saya mencoba opor ayam kampungnya. Enak juga walau daging
ayamnya tidak terlalu lembut. Nasi-opor ayam dengan teh panas dibandrol
dengan harga 15.000.

Waduh kok tiba-tiba saya jadi melapar setelah menulis ini. Selamat berburu
masakan nusantara yah.

*Foto-foto bisa dilihat di
http://blog.tukangmakan.com/2009/10/10/semarang-warung-makan-mbak-tum/*

--
http://didut.dagdigdug.com - kopdar ... kopdar ... dan kopdar lagi...
http://tukangmakan.com - makan .... makan ... dan makan lagi...

Kirim email ke