PDRTJS_settings_364139_post_698 = {
"id" : "364139",
"unique_id" : "wp-post-698",
"title" : "Bebek+Super+Top",
"item_id" : "_post_698",
"permalink" :
"http%3A%2F%2Fmakanlagilagimakan.wordpress.com%2F2009%2F10%2F02%2Fbebek-super-top%2F"
}
BEBEK SUPER TOP
… Ini nama yang diberikan oleh Mas Iwan dan Mbak Novy untuk outlet pertama
mereka berlokasi
di Jalan Warung Buncit Raya (sesudah belokan warung jati, pas sesudah bengkel
motor B-Bike). Ciri-ciri khasnya gampang, ada tenda yang terang
dengan warna oranye dan kuning dengan tulisan di atas… Lokasi berjualan mereka
siang hari digunakan sebagai bengkel juga … dan mereka menyewa untuk dipakai
malam hari sampai dengan pukul 12… Dalam menu terdapat bebek dan ayam … bisa di
goreng ataupun di bakar …
Sekilas saja melihat menu, pasti nggak mungkin pesan ayam di tempat bebek
toh, makanya segera saya pesan Bebek Bakar dan Bebek Goreng bersama
nasi, minumnya air jeruk nipis. Ada
sih sebetulnya bebek super top, yang
menurut Mas Iwan ukurannya lebih besar [karena pakai bebek peking].. tapi saya
lebih suka yang bebek biasa, bebek kampung yang dagingnya lebih manis dan gurih
…
Bebek panggang datang duluan, wah penghidangannya bebek ini juga model tidak
pakai piring, hanya wadah rotan dan kertas laminasi. Apa sekedar meniru atau
memang praktis, tinggal
buang bersama tulang-tulangnya ya… Nah ada yang unik disini, bumbu cair
berwarna kehitaman berada
disamping nasi [nggak kayak cabe nih, apa sihh], untung pas dicoba kok enak
juga rasanya jadi ingat saosnya peking duck, tapi ya bukan … jadi dilanjutkan
deh makannya…
Sesudah berapa gigit baru ingat
oh iya tadi dibilang sambelnya ada di wadah… jadi langsung deh saya coba ambil
beberapa sendok sambel merahnya … oops ternyata ini sambel merah muantap bener,
begitu masuk mulut langsung dia menyebarkan rasa pedas kemana-mana .. huaduh
mana minumku air jeruk nipis anget lagi… Nah ini dia yang kucari-cari, sambel
yang enak buat dimakan … jadilah kusikat terus bebek panggang dan sambel merah
ini ….
Sayang sekali pengalaman yang
serupa tidak terulang saat mencoba sambel ijonya … selain kurang rasa pedas
(memang tujuannya bikin sambel ini tak terlalu pedas kata pemiliknya) .. tetapi
kok rasanya ada banyak yang belum pas gitu lho … semoga ini hanya masalah
selera saja …
Segera setelah bebek panggang
habis ludes, sayapun mulai mengganyang bebek goreng yang telah tersedia …
Bagusnya bebek goreng ini sudah dipotong lebih kecil, seperti bebek panggangnya
… saat diambil dari wadah masih utuh .. dada atau paha, baru dipotong supaya
lebih mudah dimakan … Nah bebek
goreng pun disajikan dengan bumbu hitam tadi, rupanya khas disini .. dan saya
setujulah ini khas disini …. Karena gorengannya pas, maka segera habislah
seporsi bebek, nasi dan banyak sambel merah yang saya campur dengan saos
hitamnya
…..
Setelah kenyang saya sempat
berbincang dengan Mas Iwan pemiliknya yang ramah, dia seorang lawyer yang punya
lawfirm tapi masih bersemangat membuka usaha ini bersama sang istri, Mbak
Novy. Katanya bumbu hitam itu dipelajari saat makan itik alabio di
kalimantan, dan dicoba berulangkali supaya dapat racikan yang pas dengan selera
disini … [selamat Mas Iwan .. hasilnya baik lho]. Mereka juga sangat
terbuka untuk mendapat masukan-masukan baik soal rasa makanan, penyajian dan
lain-lain… saya sudah sampaikan soal sambel ijonya yang kurang berkesan… dan
soal sambel merah dan saos hitamnya yang enak …. Cukup fair kan sebagai
masukan..
Semoga kali berikut mampir sudah lebih baik semuanya …
[Eh disini malah masih sempat ketemu seniorku dari bogor, dia ingat aku
waktu hadir di peresmian KSU Mahatani dulu … dan ternyata Mas Suprapto yang
aktifis PAN ini supplier Soto di Mahatani … ah kapan-kapan mampir deh di
Manhattan coba kuliner aktifis..]
Okay selamat mencoba ya …..
Bebek Super Top – Warung Buncit Raya, tenda oranye sebelah bengkel B-Bike
(Bajaj), tanjakan sesudah belokan warung jati.
Buka malam jam 19 – 24.
Harga: 15rb bebek panggang/goreng, nasi 3rb, jeruk nipis 4,5rb