Digoyang Cita Rasa Alami Amboja




JAKARTA
| Libur tlah tiba! Jika belum memiliki rencana untuk si kecil dan
keluarga, restoran bertemakan alam ini bisa menjadi salah satu pilihan
menarik untuk dikunjungi. Sambil menikmati makanan lezat bercita rasa
alami, anak-anak pun bisa diajak belajar mengenal berbagai tanaman
herbal Indonesia. Mau?

Jika Anda sering berkunjung ke Kaliurang,
Yogyakarta pastilah sudah tak asing dengan restoran yang satu ini.
Restoran unik bernama 'Amboja' yang bisa diartikan sebagai
'menyuguhkan' ini memang benar-benar menyuguhkan hidangan lezat alami
dan juga pemandangan hijau yang membuat segar mata.

Restoran
Amboja terletak di lereng Merapi dan memiliki areal luas berupa
perkebunan tanaman herbal dan organik milik CV. Indmira. Kebayang kan
bagaimana rasanya bersantap di tengah-tengah areal perkebunan? Namun
jika peratama kali berkunjung ke Amboja seperti yang kami lakukan harus
ekstra berhati-hati. Pasalnya letak restoran yang menyempil seringkali
terlewat. 

Hanya ada sebuah banner besar yang menjadi
satu-satunya petunjuk keberadaan Amboja. Setelah berbelok beberapa
meter barulah tampak wujud Amboja, yaitu sebuah bangunan sederhana dari
bambu berlantai dua. Sedangkan disekelilingnya berdiri gubuk-gubuk
kecil dengan pemandangan hijau sejauh mata memandang.

Kedatangan
kami disambut ramah oleh salah seorang pelayan berseragam batik.
Sayangnya ternyata restoran belum buka karena jam belum lagi
menunjukkan pukul 11 pagi. Ia pun menyarankan agar kami melihat-lihat
dulu perkebunan herbal. Wah, karena penasaran kesempatan tersebut tidak
kami sia-siakan, menggunakan mobil kami pun mulai berkeliling. 

Memang
menarik, selain sawah disekelilingnya ada aneka tanaman seperti cabai
merah, purwaceng, rosella hitam, lavender, jahe, temu ireng, buah naga
dll. Dari sini kami jadi mengenal berbagai tanaman yang belum pernah
kami lihat sebelumnya. Jadi tak hanya bisa makan enak konon restoran
ini juga dijadikan media untuk memberikan pengetahuan tentang tanaman
herbal Indonesia. Wah, menarik bukan?

Saat kembali ke bangunan
utama, pas sekali waktu makan siang telah tiba. Ada dua pilihan tempat
duduk yang ditawarkan yaitu di bagian bawah dengan kursi biasa dan
lantai dua yang berupa lesehan. Kami pun segera naik ke lantai dua dan
ternyata pilihan kami tak salah.

Jendela-jendela yang rendah
membuat kami bisa tetap menikmati hijaunya tanaman dari ketinggian
sambil sesekali dihembus hawa dingin. Apalagi disediakan kursi khusus
dari anyaman rotan. Berkat kursi tersebut kami bisa duduk santai
bersila sambil bersandar dengan nyaman.

Semua menu yang
ditawarkan adalah menu Indonesia. Mulai dari yang standar berupa nasi
goreng, aneka olahan ayam, ikan, jamur, sup, sayuran dll. Uniknya
beberapa bahan pembuatan makanan ini diambil dari hasil perkebunan tadi
sehingga benar-benar fresh. 

Pilihan kami jatuh pada Ayam
Rempah Pedas yang menurut sang pelayan merupakan salah satu andalan
Amboja. Kemudian seporsi Nila Masak Balong dan Jamur Tlogo Nirmolo.
Sayang kesempatan kami untuk mencicipi nasi hitam organik belum bisa
terlaksana, sebab nasi tersebut hanya tersedia di waktu tertentu.
Sebagai pelepas dahaga es beras kencur dan serbat yang bisa
menghangatkan badan jadi pilihan.

Saat menanti pesanan sang
pelayan kembali membawakan welcome drink berupa teh rosella yang
menyehatkan. Selain itu ada pula snack berupa opak berbentuk memanjang
ditaruh dalam wadah. Udara dingin memang selalu membuat lapar, sehingga
kami pun langsung menyerbunya kerupuk renyah tersebut.

Tak lama
satu-persatu hidangan bermunculan. Ayam Rempah Pedas terdiri dari
daging yang dipotong dadu dan dibalut tepung tipis dan digoreng hingga
kering. Diatasnya diberi limpahan topping berupa irisan rempah seperti
sereh, bawang merah, cabe rawit ijo, daun jeruk purut, dan tomat. 

Sedikit
kucuran jeruk nipis membuat sensasi rasa asam, pedas, dan kriuk ayam
bercampur jadi satu. Saat disuap bersama nasi putih organik yang harum
dan pulen hmm... mencipatakan sensasi enak yang menggoyang lidah! Untuk
meredam setruman pedas cabe rawit, seteguk es beras kencur yang asem
segar terasa sungguh melegakan.

Sesekali saya pun menikmatinya
bersama Jamur Tlogo Nirmolo yang berkuah kecoklatan. Jamur tiram ini
diris-iris dengan campuran sayuran dan wortel serta ginseng. Sehingga
tak heran kalau memberi efek hangat setelah menyantapnya.

Hampir
saja kami melupakan si ikan nila yang disajikan utuh berukuran sedang.
Selain bumbu kuning irisan cabai hijau turut memberi warna cerah yang
membuat hidangan ini tampil menggoda. Wangi rempah kunyit dan jahe
begitu terasa saat menyentuh lidah. Dagingnya kenyal segar ini telah
disayat dan dipotong-potong kecil sehingga mempermudah saat
menikmatinya.

Selama dua jam kami terpesona oleh racikan alami
Amboja beserta pemandangan alamnya yang menyejukkan mata. Saat hidangan
telah habis pun kami masih betah berlama-lama sambil menyeruput Serbat
yang terbuat dari rempah dan berkhasiat menghangatkan badan. Nah,
tertarik menikmati cita rasa alami a la Amboja? (dev/Odi)

Amboja
Herb Garden Resto
Jl. Kaliurang KM.18.7
Yogyakarta
Telp: 0274-895490/896490
Jam Buka: 12.00 - 20.00 (Senin-Sabtu) 
11.00 - 21.00 (Minggu)
Range Harga: Rp 10.000,00 - Rp 33.000,00

Sumber: detikfood
Kunjungi Blog Bangomania di http://bango-mania.blogspot.com/


      

Kirim email ke