Dear Bangoers,

Cukup membuat saya penasaran lama sekali untuk mencicipi martabak bolu Golden 
Bell. Sejak tahun lalu saya membuka sayembara buku Perkawinan Antarbangsa; Love 
and Shock dengan sponsor utama Marbol. Juga seringnya Ibu Nadia mengirim hadiah 
marbol ke para rekan Bangoers, membuat saya mirip orang ngidam ingin makan 
marbol.

Setelah lebih setahun akhirnya, cita-cita dan harapan saya tercapai. Walau 
sebenarnya marbol seharusnya sudah tiba sejak bulan September lalu. Namun 
karena ketika itu Lebaran, dan tidak berproduksi. Akhirnya tepat di Hari Natal 
2009 ini saya menerima marbol dalam kemasan yang rapi dan menggairahkan nafsu 
ingin segera mencoba.

Tiga hari lalu, saya langsung menghubungi Ibu Nadia-minta marbolnya dititipkan 
ke travel agent yang membawa rombongan turis Indonesia berlibur di Yunani. 
Hanya dalam waktu 3 jam marbol tiba di Jakarta dari Bandung. Beberapa belas jam 
kemudian sudah tiba di Bandara El Benizelos Yunani.

Teman yang membawa marbol, memasukkannya dalam koper sebab peraturan keamanan 
segala makanan dan cairan masuk ke dalam koper dan tidak boleh dijinjing. 
Sempat saya deg-degan juga-sebab saya minta bantuan Ibu Nadia membelikan kecap 
bango kemasan plastik. Khawatir kecapnya pecah dan kena marbol:)

Begitu bertemu teman yang membawa saya harus sabar menanti, ternyata dia 
meminta saya ikut bersama grup yg membawa 34 orang turis Indonesia ke hotel 
tempat mereka bermalam. Sebab rombongan tiba di Athena  jam 3 sore. Tiba di 
Hotel saya juga harus menunggu hingga semua turis mendapat kamar 
masing-masing. Akhirnya di lobby Hotel dibukalah koper teman tsb dan bahagia 
saya melihat tulisan Martabak Bolu Golden bell.

Kembali ke Megara naik KA metro, saya tidak sabar lagi. Langsung ambil kamera 
dan kotak marbol difoto sendiri di stasiun Metaxurgio. Keinginan saya marbol di 
foto di Acropolis (siapa tahu bisa jadi foto iklan).
Sayang model wanita cantik yang saya minta pegang marbol tidak mau difoto 
wajahnya. Jadi dia pegang marbol dan hanya tampak tangannya dan kotak marbol.

Selesai foto-2 marbolnya,  saya langsung celinguk lihat isi kotak. Wah ternyata 
tidak ada kecap Bango. Penasaran lagi, kotak marbol yg warnanya hitam khas, 
saya buka. Ternyata oleh Ibu Nadia, Kecap Bangonya diselipkan diatas marbol. 
Setiap kotak berisi satu kecap Bango kemasan plastik kecil. Kebetulan 
kedatangan kecap Bango bertepatan habisnya persediaan kecap Bango yang diberi 
teman saya dua bulan lalu.

Mumpung di Metro sepi, saya langsung ingin coba cicipi marbol. Saya lihat 
Marbol belum dipotong. Saya batalkan makan dan sabar menunggu tiba di rumah. 
Namun saya buka lagi kotaknya untuk kedua kalinya, saya temukan pisau putih 
plastik. Langsung gembira dan potong ujung marbol rasa coklat keju. 

Kesan pertama, marbol empuk, legit dan harum khas martabak manis. Ada penumpang 
orang Yunani disebarang, melihat saya makan marbol dengan lahap-mungkin dia 
ngiler juga.

Tiba di rumah, langsung saya kasih tahu anak-anak saya. "Kakak, ini ada 
martabak bolu dari Indonesia langsung masih fresh(segar)!"
Anak tertua saya langsung mengambil piring dan garpu (cara makan ala Yunani 
selalu pakai garpu). Marbol yang baru diiris ujungnya, dia langsung buka dan 
potong. Sebelumnya dia minta izin saya, apakah boleh dia makan lagi. Juga 
bertanya ada berapa loyang marbolnya. Setelah saya jelaskan ada dua loyang. Dia 
langsung makan seloyang sendiri. Berkali-kali dia sebutkan "Hmm enak Mam, adduh 
enak sekali martabaknya." Entah berapa kali dia berulang-ulang mengucapkan kata 
'enak'. Dalam hati saya geli dan senang melihat anak saya makan marbol.

Terima kasih Ibu Nadia atas kiriman marbol dan kecap bangonya.

Sekarang keinginan saya adalah empek-empek Palembang. Berharap akan  tiba di 
Yunani empek-empek lezat langsung dari pabriknya. Jika empek-empek Anda ingin 
difoto di Yunani silahkan titipkan agar saya bisa mencicipinya dan kirim 
fotonya:)

Salam kuliner!
 Hartati Nurwijaya in Megara Greece
http://bahaya-alkohol.blogspot.com 



      

Kirim email ke