Keanekaragaman kuliner sepenuh hati di Medan dan Brastagi

Medan memang dikenal sebagai surga makanan. Ke Medan belum mencicipi aneka 
sajian dari wilayah SUmatera Utara, belum lengkap rasanya. Begitu pun ketika 
kita membicarakan kuliner Medan dan Brastagi, tak ada habisnya! Apalagi seluruh 
proses pengolahannya dilakukan dengan sepenuh hati. Kita telusuri, yuk!

_______________________________________


* Sajian Mie

Mie Sate Mamang Ayep

Sajian dari warung Mamang Ayep yang berlokasi di Jalan Bandung 54 Medan ini 
memang unik. Mie rebusnya berisi tauge, tahu potong, seledri, kerupuk merah 
putih, telur rebus, dan jeruk nipis, lalu disiram dengan bumbu kacang sate 
beserta 5 tusuk sate. Ada sate ayam, sapi, jeroan kambing, dan usus. Sajian 
yang dibuat dengan sepenuh hati ini benar-benar lezat. Kuahnya dibuat dari 
kaldu udang peci dengan bumbu racikan sendiri. Gurihnya kaldu udang, pedasnya 
cabe dan rempah, serta manisnya Kecap Bango, makin memperkaya rasa sajian Mie 
Sate. Tak heran jika warung ini selalu rame sejak berdiri puluhan tahun lalu.

Mie Aceh Cumi RM Pondok Singgahan Mie Aceh Baru

Menelusuri Jalan Setiabudi Medan, sayang jika tidak singgah mencicipi Mie Aceh 
Cumi. Meski baru sekitar tiga tahunan berdiri, rumah makan milik Zakaria yang 
dibuka pada tahun 2006 ini selalu ramai oleh pengunjung yang suka dengan mie 
berbumbu rempah nan pedas.
Rumah makan ini buka mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Pembeli bebas memilih isinya. 
Ada kepiting, udang, cumi, atau sapi. Yang istimewa, mienya dibuat sendiri oleh 
pemiliknya, sehingga kualitasnya terjamin. Ini baru namanya sajian sepenuh hati!

Yang jelas, cita rasa mie di RM Pondok Singgahan Mie Aceh Baru ini memang unik. 
Selain mienya yang bulat dan besar, aromanya menggoda lidah! Ketika disajikan 
bersama acar bawang merah, timun, cabai rawit, dan emping, rasa manis pedasnya 
menghangatkan tubuh.

Pecal dan Wajik RM Bahagia

Selain wajik sebagai kudapan favorit, rumah makan milik Ijun yang berlokasi di 
Jalan Peceren Brastagi no 9-11, telepon 062 892102 ini juga terkenal sajian 
pecal bihunnya.
Sejak merintis usaha ini tahun 1975, hingga kini penerusnya masih 
mempertahankan racikan pecalnya, yaitu daun singkong, daun pepaya, tauge, 
kacang panjang, slada mentah, genjer dan slada air yang disiram dengan bumbu 
pecal lalu ditambah dengan potongan tahu dan bihun goreng yang dibumbui dengan 
bawang putih, bawang merah, tomat dan daun bawang ditambah dengan Kecap Bango. 
Sementara untuk pembuatan bumbu pecalnya masih dibuat dengan cara tradisional, 
yaitu ditumbuk dengan lumpang dan alu.

Tahu Sambal Ala Brastagi di rumah makan ini, dapat dinikmati dengan mencocol 
sambal ala Brastagi yang dibuat dari cabe, nanas, bawang putih, bawang merah, 
gula merah, dan Kecap Bango sebagai pemantap rasa tentunya. Warung milik Ijun 
ini mulai buka jam 08.00-18.00 WIB.

Mie Lidi Kedai Guntor

Bentuk Mie Lidi Guntor yang mirip spageti, seperti lidi panjang dan lebih besar 
dari mie biasa sudah digunakan oleh Yusri sang pemilik kedai sejak 25 tahun 
lalu hingga ia membuka usaha di Jalan Veteran-Brastagi, Sumut.

Mie Lidi Guntor disajikan 'nyemek' lengkap dengantauge, sawi, daun bawang, dan 
daging sapi. Penambahan jahe dalam bumbunya, selain mengharumkan masakan 
sekaligus menghangatkan tubuh Anda di daerah Brastagi yang berhawadingin. Ingin 
mencicipi hidangan ini? Anda dapat berkunjung di rumah makan ini mulai jam 
12.00-22.00 WIB.

Mie Rebus Waringin

Sejak dibuka tahun 1958, rumah makan generasi ketiga keluarga Dharma, Lily, dan 
Licien ini tak pernah sepi pengunjung. Ini karena mie rebusnya sangat istimewa 
dan resepnya masih asli dari leluhurnya.

Bumbu kuah kental yang merupakan paduan Kecap Bango, cengkeh, bawang merah, 
bawang putih, lada, garam, dan gula disiramkan ke mienya yang sudah dilengkapi 
dengan taburan udang kering sangrai, kentang rebus, satu goreng, tauge, dan 
irisan telur rebus, hm... membangkitkan selera! Warung yang berlokasi di 
Waringin Medan ini buka mulai jam 09.00-20.00 WIB. Untuk mendapatkan info lewat 
telepon Anda bisa menghubungi ke nomor 061 41517179.
_______________________________________

* Sajian Daging

Daging Rusa Merica Hitam RM Jumbo

Di Restoran Jumbo milik Chandra yang berlokasi di Jalan Putri Hijau 8 A-D 
Medan, dan buka mulai jam 11.00-22.00 WIB ini, Anda akan menemukan lezatnya 
menu berbahan daging rusa.
Sejak 22 tahun yang lalu, kelezatannya telah diketahui oleh orang banyak. Untuk 
dagingnya, khusus mendatangkan rusa dari Aceh dan memakai hanya bagian paha 
atas untuk memastikan keempukannya.

Bumbunya terdiri dari bawang putih, bawang bombay, saus tiram, merica hitam dan 
Kecap Bango meresap dengan sempurna dalam dagingnya. Rasa pedas manisnya 
betul-betul menggoyang lidah Daging Rusa Merica Hitam yang dihidangkan dengan 
hotplate. Informasi selengkapnya silahkan hubungi 061 4525760 / 4525653.

Gatgat Rumah Makan Baginda Karo

Tepat di depan Tugu Brastagi, Medan, yaitu di Jalan Veteran nomor 51, berdiri 
rumah makan milik Baginda dengan menu favoritnya Gatgat, masakan asli 
masyarakat Batak Karo. Keotentikan resepnya antara lain masih dipertahankannya 
penambahan parutan kelapa ke dalam bumbunya. Sajian makin komplit dinikmati 
bersama rebusan sayur sawi atau jipang (sebutan di Jawa). Jika ingin mengenal 
lebih lanjut masakan di rumah makan yang buka mulai jam 11.00-22.00 WIB, atau 
hubungi nomo 062 891339 untuk mendapatkan informasi via telepon.

Daging Lembu Bakar RM Sipirok

Untuk mendapatkan cita rasa khas aneka sajian Daging Lembu Bakar, sajian khas 
warga Sipirok, juga Sop Iga Kerbau, Sop Sumsum, dan menu favorit lain, Anda tak 
harus mendatangi kota Sipirok yang ditempuh dengan perjalanan darat dari Medan 
selama 8 jam. Datang saja ke RM Sipirok, Jalan Kapten Muslim, Sei Kambing, 
Medan, Telepon 061 77839205/8744646. Rumah makan milik Zulfikar ini buka mulai 
jam 11.00-15.00 WIB.

Bau daging kerbau yang konon mirip dengan rumput ini, begitu dimasak, sensasi 
rasanya langsung terasa di kepala. cara memasak yang sepenuh hati, ditambah 
lagi dengan Kecap Bango, menjadikan sajian Daging Lembu Bakar makin mantap!

Daging Bistik Asam Manis RM Tirtonadi Medan

Menelusuri Jalan Tirtonadi, tepatnya di belakang Tangki PAM Tirtonadi Medan, 
Anda dapat menikmati sajian istimewa. Daging Bistik Asam Manis nan lezat. Rumah 
makan milik Hj Kasirum yang didirikan sejak 40 tahun silam dan buka setiap hari 
mulai jam 10.00-16.00 WIB ini masih mempertahankan resep yang diperolehnya dari 
leluhur. Misalnya, untuk dagingnya tak asal menggunakan daging, namun daging 
sapi bagian paha tanpa lemak, karena daging bagian ini dikenal paling padat, 
sehingga menghasilkan cita rasa yang tiada duanya.

Cara memasaknya tentu dilakukan dengan kesungguhan hati. Tak heran jika rasa 
bistik yang disiram dengan kuah asam manis dari kaldu daging pilihan ini, lezat 
di lidah!
Bersama Bango Cita Rasa Nusantara. Anda tak akan pernah ketinggalan untuk 
mengenal dan menikmati sajian khas Nusantara lainnya.

Nova 14-20 December 2009, Halaman 7


Kirim email ke