Merangkai Cita Rasa Hidangan Tradisional



JAKARTA
| Tak hanya cita rasa hidangan tradisional yang memikat selera tetapi
suasana kolonial yang kental membingkai penyajiannya. Ditata apik
dengan pilihan bahan prima, pengolahan yang cermat, membuat acara
bersantap bagai jamuan internasional. Yang pasti tempat ini memang
sulit dilupakan dengan sajian yang sungguh mempesona lidah!

Beberapa
tahun belakangan ini memang hidangan tradisional sedang naik daun.
Bertebaran dari kelas kaki lima hingga resto bintang lima. Ada beberapa
yang tampil dalam tatanan jamuan Barat yang berkelas. Ini tentu saja
membanggakan, tak sekedar makan tetapi suasana yang diberikan
membingkai acara santap jadi makin sempurna.

Itulah yang saya
alami saat singgah di Bunga Rampai yang ada di kawasan Cik Ditiro,
Menteng. Lokasinya berupa rumah kuno dengan gayak kolonial dan di
kawasan elite Menteng. Pilar putih dengan lengkungan bergaya gothic
menjadi ciri utama rumah yang dijadikan restoran ini.

Saat pintu
samping terbuka, suasana kolonial terasa kuat. Langit-langit tinggi
dengan juntaian chandelier yang memendarkan cahaya lampu kemerahan
memberi suasana rumah yang hangat. Ruang santap besar di tengah
dipenuhi meja kursi bertaplak linen putih. Sementara di sayap kanan dan
kiri juga terdapat ruang makan yang lebih kecil.

Sesuai dengan
namanya Bunga Rampai, maka tampilan buku menu dan nama-nama menunya
juga mengikuti nama-nama bunga yang cantik. Hiasan gambar bunga soka,
melati dalam nuansa lembut memenuhi buku menu yang dilengkapi dengan
keterangan di tiap hidangan.

Menilik dari cutlery, pemilihan
linen putih sebagai taplak dan China bone ceramic untuk piring makan
makin tampak bahwa resto ini memang berkonsep fine dining. Saya pun
menjatuhkan pilihan pada Putik Sari Dua Rasa sebagai pembuka, Nasi
Buketan sebagai menu utama dan Satay Cap Jago.

Sambil menanti
hidangan disajikan, saya menjelajah sayap kiri rumah yang diisi dengan
meja santap panjang bertaplak linen putih dengan kursi putih. Di
tengahnya terletak lemari panjang yang dipenuhi koleksi peralatan makan
China Bone Ceramic dengan pinggiran bersepuh emas. Beberapa memakai
warna-warna Victorian merah muda, biru muda dan hijau muda. Rasanya
ruang makan ini memang cocok untuk santap malam keluarga yang hangat.

Hidangan
pembuka Putih Sari Dua Rasa disajikan menjulang di atas gelas cocktail
besar berkaki tinggi. Irisan daging ayam dan ikan dori dipotong
memanjang dan dibalut tepung roti yang dicampur biji wijen hitam dan
putih. Irisan halus kulit wonton menjadi penghias yang cantik.

Gigitan
pertama langsung terasa kerenyahan fingers food ini, gurihnya ikan dori
dan ayam berlapis garingnya tepung roti. Yang lebih mempesona justru
saus kecombrang yang jadi pelengkapnya. Saus berwarna oranye kemerahan
ini menebarkan aroma kecombrang yang wangi segar. Rasa yang asam segar
mejadi paduan yang sangat pas buat renyahnya irisan daging ayam dan
ikan dori.

Nasi Buketan, sesuai dengan namanya 'buket' yang
berarti rangkaian bunga yang komplet maka nasi ini merupakan nasi
komplet. Di atas piring putih, nasi pandan berwarna hijau, dilengkapi
dengan aneka lauk, satai sapi, sambal goreng kentang, ayam goreng
lengkuas, bakwan jagung, serundeng, kering kentang dan kerupuk udang.

Aroma
wangi pandan yang kuat mendominasi nasi pulen yang enak. Makin enak
disuap dengan daging ayam goreng yang wangi gurih menebarkan aroma
lengkuas dan serai. Serundengnya legit, dan kering kentangnya juga
renyah manis. Sebuah simfoni rasa nasi rames yang khas Indoensia.

Tampilan
satay cap jago sangat memikat. Satai ditata di atas bakaran satai yang
terbuat dari keramik putih. Di bagian atas dialasi sepotong daun
pisang. Daging ayamnya dipotong cukup tebal dengan balutan bumbu kacang
yang lamat-lamat plus taburan bawang merah goreng. Sambal kacang
disediakan sebagai pelengkap. Tak ada rasa manis berlebihan, gurih
daging yang menyatu dengan semburat gurih manis bumbu kacang.

Porsi
yang lumayan besar membuat saya memutuskan untuk tidak melihat-lihat
daftar menu desert. Hmm..banyak godaan mengintip di sana! Ada aneka es
krim hingga es dawet yang sungguh menggiurkan. Sayang perut sudah tak
bisa diisi lagi. Meskipun harga makanan relatif mahal (beberapa justru
terlalu mahal) namun suasana yang nyaman homey menjadi nilai tambahnya.

Hmm...
jika ingin menggelar acara keluarga yang akrab dan hangat, menjamu tamu
asing atau sekedar menikmati dinner berdua dengan pasangan, rasanya
Bunga Rampai bisa menjadi persinggahan yang manis! (dev/Odi) 

Bunga Rampai Restaurant
Jl. Cik Di Tiro No. 35, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia
Telpon: 021-3192 6224 /25
Jam Buka : 10.00 – 22 WIB
Harga makanan : mulai Rp. 25.000,00 – Rp. 140.000,00 per porsi ++


Sumber: detikFood
Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke