waduh benar2 mak nyuuuz bikin ngiler

--- On Wed, 1/27/10, Abdur Rohman <[email protected]> wrote:

From: Abdur Rohman <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Kesengsem Ayam Bakar Solo
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Wednesday, January 27, 2010, 2:41 AM







 



  


    
      
      
      
Kesengsem Ayam Bakar Solo




JAKARTA
- Olahan ayam yang satu ini sudah cukup kondang tak hanya di Solo, tapi
juga Jakarta. Rasanya yang gurih-gurih manis bisa bikin ketagihan.
Dagingnya empuk makin enak dimakan dengan sambal goreng yang pedas
menggigit! Huah..huah..

Yag namanya ayam bakar, pastinya sudah
cukup akrab di telinga danjuga lidah pecinta kuliner di Jakarta. Jenis
ayam bakar juga bermacam-macam. Ada yang dibakar dengan bumbu kuning,
bumbu rujak, dan juga bumbu manis. Seperti halnya jenis ayam bakar yang
satu ini, selalu saja membuat saya kangen untuk terus mencicipinya.

Malam
beranjak larut saat saya kembali ke rumah. Belum juga saya sampai di
rumah, saya teringat ayam bakar Solo yang sering saya lewati.
Hmm..sudah lama sekali tidak mampir ke warung tersebut batin saya.
Perut ini sudah menjerit minta diisi, tanpa pikir panjang lagi saya pun
langsung mampir ke warung tenda yang berlokasi di Jl. Hankam, Kelapa
Dua.

Untung saja stok ayam bakarnya masih ada. Karena biasanya
pukul 9 malam warung ini hanya menyisakan kepala atau ceker dan
beberapa potong ayam sehingga tak terlalu banyak pilihan. Warung tenda
ini sangat sederhana, dengan dua buah meja panjang yang tidak terlalu
besar. Biasanya mereka yang datang ke warung ini membeli nya untuk di
bawa pulang.

Sebenarnya tidak hanya ayam bakar saja yang dijual,
ayam goreng juga ada. Tapi yang cukup terkenal adalah ayam bakarnya.
Satu porsi ayam bakar plus ceker dan kepala jadi pesanan saya.
Sayangnya ampela kesukaan saya sudah habis hanya tertinggal ati ayam
saja.

Selama menunggu ayam selesai di panggang, tak sedikit
orang yangdatang silih berganti untuk membeli ayam bakar Solo ini.
Harum aroma daging ayam yang tengah dipanggang menggelitik hidung saya
membuat perut ini semakin menjerit minta segera diisi. Untunglah,
penantian saya tak berlangsung lama.

Ayam bakar disajikan
bersama dengan lalapan mentimun, selada, dan daun kemangi. Tak lupa
sambal goreng yang dari warnanya saja sudah terlihat kalau rasanya
cukup garang! Buat saya syam bakar Solo ini memiliki rasa yang cukup
khas. Rasa gurih dan juga rasa manis yang bersamaan. Rasa manis pada
dagingnya ini berasal dari gula Jawa yang digunakan saat mengungkep si
ayam.

Selain itu juga ada tambahan asam Jawa yang membuat
rasanya asam segar meskipun lamat-lamat. Bumbu nya meresap hingga ke
tulang. Saat dagingnya disobek danlangsung mendarat di lidah, hmm..
rasanya gurih lezat dengan aroma sangit yang masih terasa. Apalagi saat
dagingnya saya cocolkan dengan sambal goreng yang merah medok, gurih
nya daging ayam langsung menyatu dengan pedasnya sambal membuatnya
semakin enak!

Meskipun sambalnya pedas, tapi tetap saja ada
jejak rasa manis di akhir rasanya. Ini yang mencirikan sambal gaya Jawa
Tengahan. Sambalnya bikin saya nagih! Tak enak rasanya kalau daging
ayam nakar ini tak dicolek dengan sambalnya. Tak jarang saya selalu
minta tambah sambalnya kepada si penjual. 

Kenikmatan saya
belum berakhir, karena masih ada kepala dan ceker ayam yang masih
menanti untuk disantap. Tapi kali ini kepala dan ceker ayamnya dimasak
dengan cara digoreng. Rasanya tentu saja tak kalah enak dengan ayam
bakarnya. Seporsi ayam bakar Solo ini cukup murah loh, cukup dengan Rp
7.000,00 saja, ayam bakar Solo lezat sudah bisa dinikmati. (eka/Odi)

Ayam Bakar Solo 'Citra Rasa'
Jl.Raya Hankam, Kelapa Dua
Depok

Sumber: detikFood
Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA hanya di http://bango- mania.blogspot. com





Posted by
ruang baca


at
 2:38 AM 
























Labels:
Ayam Bakar




      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke