Museum Listrik dan Energi

 

Museum Listrik dan Energi merupakan museum yang mengupas tentang sejarah dan perkembangan kelistrikan di Indonesia . Museum yang terletak di TMII ( Taman Mini Indonesia Indah ) ini luasnya sekitar 2 ha dengan luas lantai bangunan kurang lebih  6.500 M2 yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-2 Bapak Soeharto.

 

Pembangunan Museum ini dimulai tahun 1992, dan sebagai penggagas adalah Menteri Pertambangan dan Energi ( Bpk. Ginanjar Kartasasmita  ) pada bulan Oktober 1990, bersamaan dengan ulang tahun ke-30 OPEC ( Organization Petroleum Exporting Countries ), dan peringatan ketenagalistrikan di Indonesia.

 

Konsep Museum Listrik dan Energi sendiri adalah penggabungan antara unsur rekreasi dan edukasi, karena selain menyajikan perkembangan kelistrikan di Indonesia dari waktu ke waktu juga ada ruang cerdas sebagai sarana bermain dan belajar. Oleh karena itu kesan kalau ke museum akan melihat barang-barang tua akan sirna ketika berkunjung ke sini.

 

Selain konsep rekreasi dan edukasi, museum ini juga memperkenalkan konsep peragaan agar para pengunjung lebih memahami secara jelas dan sistimatis apa yang ada di museum, dimana notabene pengunjung yang datang berasal dari latar belakang yang berbeda. Penyajian koleksi di ruang peraga didukung dengan teknologi mekanik dan elektronik modern ( audio visual ) untuk memberikan penjelasan yang interaktif.

 

Memasuki museum ini terbagi ke dalam beberapa ruang ( anjungan ). Yaitu anjungan listrik lantai I, anjungan listrik lantai II dan anjungan listrik lantai III. Anjungan yang lain anjungan energi lantai I, anjungan energi lantai II dan anjungan lantai III ditambah dengan ruang cerdas energi.

  

Peta Energi Baru

 

Untuk Foto dan cerita selanjutnya bisa dilihat di www.mlancong.com.

 

Rgds,

AMGD

YM : [email protected]

FB : [email protected]

www.mlancong.com


Kirim email ke