Ketika tude bakar disantap, rasanya begitu mantap 

Oleh Hendra Gunawan/Kontan


Selain kondang sebagai lokasi wisata laut, Manado juga surga bagi pecinta 
seafood. Berbagai menu laut bisa didapat di sini. Salah satu tempat makan yang 
populer di kota ini adalah restoran Angel Fish, spesialis ikan bakar tude atau 
ikan oci-oci.

Kalau jalan-jalan ke Manado, Sulawesi Utara, rasanya kurang lengkap tanpa 
mampir ke kawasan Manado Boulevard. Soalnya, Boulevard sepanjang kurang lebih 
empat kilometer hasil pengurukan Pantai Kalasey ini merupakan jantung bisnis 
Kota Manado. Di sini, Anda juga bisa menikmati semburat matahari senja.

Di kawasan itu bertebaran berbagai pusat belanja, kedai makanan, serta restoran 
yang menyajikan beragam olahan. Bubur manado hingga aneka seafood pun ada. Anda 
tinggal pilih: mau menu ikan bakar atau olahan berkuah.

Bagi penyuka ikan, kedai di kawasan bulevar itu bisa memanjakan lidah. Menu 
ikannya beragam pula, mulai dari kerapu bakar, geropa atau kuwe bakar, berbagai 
jenis udang, serta kakap merah. Jika ingin yang murah meriah, Anda bisa memilih 
ikan oci bakar, sebutan ikan tude bakar di Manado.

Di Manado, kita gampang mendapati kedai atau resto tude bakar. Sebut saja 
misalnya restoran Sarang Oci di Jalan Pier Tendean, atau Raja Oci di Jalan 
Panglima Sudirman. Namun, kalau Anda pas berada di bulevar, ada restoran ikan 
tude bakar yang lumayan kondang. Namanya, kedai Angel Fish.

Rumah makan ini buka sejak pukul 12.00 WITA sampai pukul 22.00 WITA. Luas resto 
ini sekitar 200 meter persegi, menyediakan 15 meja besar yang sanggup menampung 
100 orang. Sebaiknya, jangan lupa memesan tempat lebih dulu bila datang antara 
pukul 19.00 hingga 22.00 WITA. Kalau lupa pesan, jangan harap bisa mendapatkan 
tempat duduk karena sudah keduluan pelanggan lain.

Sayang, pelanggan bermobil agak kurang nyaman menyambangi tempat ini. Maklum, 
tempat parkirnya hanya mampu menampung delapan mobil.
Menurut si empunya Angel Fish, Ronny Mamesah, resto ini memang khusus 
menyajikan ikan tude bakar. Harga satu porsi berisi dua ekor tude bakar Rp 
21.000. Itu sudah lengkap dengan nasi dan sambal.

Meski tampang menu terlihat ala kadarnya, rasa tude olahan Angel Fish memang 
mantap. Saat daging ikan masuk ke mulut terasa gurih dan manis. Jangan lupa, 
santap daging tude dengan sambal dabu-dabu. Sambal khas Manado itu terdiri dari 
irisan bawang merah, cabai, tomat, air jeruk nipis, dan sedikit garam. Hmmm..., 
segar. Sebagai variasi makan, tum,is kangkung Angel Fish bisa menambah selera 
makan Anda.

Soal sambal dabu-dabu Angel Fish itu memang termasuk istimewa. Hangat, tidak 
begitu pedas, dan sanggup memperkuat rasa gurih ikan tude bakar.

Rony membuka resep di balik rasa segar dabu-dabunya. Agar citarasa sambal 
terasa nikmat, Angel Fish meramu seluruh bahan ketika ada pesanan saja. Jika 
dibuat lebih dari empat jam, "Rasanya bisa berubah," urai Ronny.

Ronny bercerita, pelanggan restonya bukan dari Manado saja, tapi banyak juga 
dari luar kota. Bahkan, demi melayani para pelanggan, seringkali jam tutup 
restonya harus molor hingga dua jam. "Sering ada pelanggan dari Jakarta dan 
kota lainnya minta agar kami jangan tutup dulu, sebab mereka masih di pesawat," 
katanya.

Perlu seribu tude

Sayang, Ronny menutup mulut soal omzet restonya. Namun, Ia memberi gambaran, 
dalam sehari bisa menjual 1.000 tude. Adapun harga seporsi tude berisi dua ekor 
Rp 21.000. Silakan Anda hitung sendiri. Itu baru dari hasil berjualan tude, 
belum termasuk menu lain.
Mantan pelaut ini pun mengungkap rahasia kelezatan tude bakarnya. Sebelum 
dibakar, ikan tude yang sudah bersih direndam lebih lebih dulu dalam air jeruk 
nipis bercampur sedikit garam. Tujuannya supaya ikan tude tidak berbau amis.

Selanjutnya ikan tude tadi dilumuri dengan minyak kelapa dari kelapa hijau. 
"Maksudnya supaya keluar rasa khas tude bakar ini," katanya.

Ikan tude pun siap dipanggang di atas bara. Proses membakar tude tidak boleh 
lebih dari 15 menit agar ikan tetap segar, rasa manis dan gurihnya tetap 
bertahan. Namun, yang paling penting, bahan ikan bakar harus segar alias fresh 
from the sea.

Ronny yang juga berprofesi sebagai nelayan tentu tak repot untuk mendapatkan 
pasokan tude sebanyak itu. Ia memiliki kapal sendiri untuk mencari tude hingga 
ke tengah laut.
Namun, bila ikan tangkapan sedang minim. Ronny mengambil pasokan bahan baku  
dari nelayan lain. Maklum, Ronny juga menjadi Ketua Kelompok Nelayan Angel 
Fish, kelompok nelayan di Pantai Boulevar Manado. "Nama restoran itu saya ambil 
dari nama kelompok saya," ujarnya.
Masalahnya, dua tahun ini pasokan tude untuk restoran di sekitar boulevar makin 
seret. Padahal, sebelum direklamasi, nelayan bisa menangkap tude di sekitar 
pantai saja. "Sekarang harus melaut ke tengah baru bisa dapat tude," keluh 
bapak dua anak ini.

Sang pelaut berlabuh di restoran

Jalan hidup seseorang  memang tidak bisa ditebak. Ronny Mamesah misalnya, 
mengaku tak pernah menyangka akan berlabuh dan mengelola restoran ikan bakar 
seperti sekarang.
Sebelum berbisnis makanan, Ronny malang melintang sebagai pelaut sekitar 10 
tahun. Dia pernah bekerja di kapal milik perusahaan minyak Singapura, serta 
bekerja di Kapal pesiar dan melanglang buana hingga ke Eropa.

Lama berlayar mengarungi samudra, dia tidak kuasa membendung rasa kangen akan 
kampung halaman. "Saya keluar kerja dan pulang ke Manado," ujar Ronny. Sepulang 
ke Manado, ia sempat menjadi pelatih dan memandu selam bagi para turis. Jalaran 
order sebagai pemandu selam tidak datang setiap hari, Ronny mengisi waktu 
luangnya dengan menjadi nelayan dan membuka warung makan.

Niat awal membuka warung makan sebenarnya sebagai wadah menyalurkan hobinya 
memasak. Namun, lama-lama, pelanggan warung tendanya terus membludak. Ronny pun 
kian mantap menggeluti bisnis ini demi melihat peluang menggiurkan. Maka, tahun 
2000 lalu, Ronny memindahkan warung ke Manado Boulevard dan mengubah konsepnya 
menjadi restoran dan menamai Angel Fish.

Angel Fish adalah nama ikan yang populer di kalangan para penyelam. "Warna ikan 
ini bagus sekali dan harganya pun mahal,"ujar Ronny. Nama itu pula yang dipakai 
Ronny untuk menamai kelompok para nelayan binaannya.

Kini, setelah bisnisnya membesar, pria jebolan akademi maritim ini berencana 
membuka cabang baru dengan menu utama tuna iris. "Konsepnya ikan hidup. Ada 
pesanan, ikan baru dimasak," ujarnya.

Restoran Angel Fish
Jalan Piere Tendean (Boulevard), Manado, Sulawesi Utara
Telp: (0431) 843878

Person quoted: Ronny Mamesah (Pemilik Restoran Angel Fish)

Kontan - 01-07 February 10


Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare

Kirim email ke