Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
----- Original Message -----
From: Mira Wijaya Kusuma
To: sastra pembebasan ; [email protected]
Cc: 1001 Buku ; Anti Fasis ; das-capital ; Diskusi Bulan Purnama ; FMN ;
GELORA45 ; Halo IND ; Islam Progresif ; [email protected] ; Kampanye JATAM
; Komite '65 ; kuasa Rakyat Miskin ; Magili ; Mayapadaprana ; Media Klaten ;
mediacare ; millis27juli ; MN4John Miller ETAN staff NYC ; musyawarah burung ;
Nasional-list ; Negeri Dua Angsa ; PDI MEGA ; PEC NEWS ; Peduli Keluarga Kita
INFO ; Penulis Lepas ; Perempuan ; Perhimpunan Islam Sosialis ; perpeni ;
politik ; proletar ; puisi kita ; S. Utomo ; Santri Kiri ; Selamatkan Indonesia
; SKT ; Soeara Kita ; Taman 65 ; Temu Raya Tanapol ; Wahana News ; Wanita
Muslimah ; X_PPI 77-87 ; YPKP
Sent: Monday, May 17, 2010 12:09 AM
Subject: [mediacare] Yam Cha? Mengapa Yam Cha? oleh Geppy Heny Setyowati
Yam Cha? Mengapa Yam Cha?
Yesterday at 16:56
Ya, Yam Cha. Tradisi minum teh yang sangat populer di Hong Kong. Teh
diminum sambil ngobrol ngalor ngidul dengan beberapa makanan yang beraneka
macam, dari makanan kecil seperti kacang hingga gorengan, beraneka sayuran,
roti kukus dan lain sebagainya. Kalau ternyata kudapan kecil tersebut masih
belum memuaskan, mereka akan menambahkan pula menu utama berupa nasi atau mi,
dalam pelbagai cara masak dan penyajian.
Dari sini, Teater Angin Hong Kong berinisiatif mengumpulkan karya
anggotanya. Karya mempunyai pelbagai macam tema, sudut pandang, juga latar.
Karya yang berbentuk cerpen, puisi, feature dan opini ini akhirnya dikumpulkan
dan dibukukan. Dari keanekaragaman karya ini, maka lahirlah Yam Cha.
Yam Cha memang bukan buku kumpulan karya buruh migran Indonesia (BMI)
di Hong Kong yang pertama, karena sebelumnya telah terbit antologi puisi,
cerpen bahkan novelet. Namun, Yam Cha mungkin buku karya BMI pertama yang 99%
merupakan kerja keras BMI yang notabene adalah pekerja rumah tangga. Mengapa
99%? Apakah di dalamnya memuat pula karya non-BMI?
Tidak. Tak ada sebuahpun karya non-BMI di dalam buku setebal 300
halaman ini. Dikatakan 99% hasil kerja keras BMI, karena hampir semua proses
lahirnya buku ini hanya melibatkan tenaga mereka sendiri. Dari proses awal
berupa penulisan, editing, layout (pengaturan halaman dan letak tulisan) hingga
pembuatan sampul (cover) merupakan hasil kerja mereka, tanpa campur tangan
pihak lain.
So, jika ternyata buku ini masih memiliki pelbagai kekurangan, maka
mereka telah berusaha sekuat tenaga menghadirkan yang terbaik bagi pembaca.
Akhir, sebagai penulis pemula, kecuali Mega Vristian (yang buku dan
karyanya telah melintang) dan Aliyah Purwati (yang telah 3 tahun menjadi
kontributor Koran Suara di Hong Kong), kami Teater Angin Hong Kong (TA-HK)
sangat terbuka terhadap kritik pedas serta saran yang membangun dari pembaca
sekalian. Kami percaya, sepedas apapun kritikan pasti lebih berguna daripada
sekedar pujian basa-basi yang melenakan.
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click:
http://www.progind.net/
http://sastrapembebasan.wordpress.com/