Festival Jajanan Bango 2010: Perayaan Teristimewa Untuk Ibu Nusantara Sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap peran ibu dalam keluarga, Bango mempersembahkan "Festival Jajanan Bango - Pilihan Ibu Nusantara", sebuah konsep yang segar dan unik di penyelenggaraan tahun ini Jakarta, 26 Mei 2010 - Bertempat di Gedung Arsip Nasional Jakarta, Bango, produk kecap andalan PT Unilever Indonesia Tbk. menggelar sebuah konperensi pers untuk memperkenalkan konsep baru pelaksanaan Festival Jajanan Bango (FJB) 2010 dalam bentuk talkshow interaktif dan prosesi peluncuran yang unik dan berkesan. Tahun ini, Bango mempersembahkan tema khusus "Festival Jajanan Bango - Pilihan Ibu Nusantara" untuk menghargai peran Ibu sebagai pengharmonisasi dalam keluarga dengan mengangkat sosok ibu sebagai tokoh sentral. Para ibu-lah yang akan menjadi pemilik sekaligus nyonya rumah pelaksanaan FJB.
Sesuai dengan tema, acara hari ini dihadiri oleh para tamu istimewa, yaitu tokoh-tokoh serta selebriti terkemuka yang mewakilkan sosok-sosok ibu yang inspirasional, antara lain: Ir. Aurora Tambunan, M.Si selaku Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta, Hj. Danarsih Santosa selaku pendiri dan pemilik butik Danar Hadi, Ibu Sisca Soewitomo, dan Dian Nitami. Di dalam sambutannya, Aurora Tambunan menyatakan dukungannya terhadap acara ini, "Menurut saya, Festival Jajanan Bango merupakan suatu kegiatan yang memberikan kontribusi positif terhadap dinamika sektor pariwisata Jakarta, karena selama ini wisata kuliner sudah menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi di tahun ini konsep yang diangkat juga sangat menarik, yaitu menggali potensi ibu dalam ikut serta melestarikan warisan kuliner. Hal ini merupakan suatu hal yang inspirasional bagi para ibu sehingga mereka terdorong untuk terus melanjutkan peranan mulia tersebut di dalam keluarga." Memoria Dwi Prasita selaku Senior Brand Manager Bango menjelaskan, "Kami menyelenggarakan FJB setiap tahun sejak 2005 sebagai wujud konsistensi misi sosial untuk terus mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan leluhur kita. Memasuki tahun ke-6, konsep ini tetap kami pertahankan dengan menambahkan nilai baru dalam tujuannya, yaitu memberi penghargaan istimewa kepada sosok ibu yang selama ini secara langsung berperan dalam menciptakan harmonisasi di dalam keluarga sekaligus melestarikan warisan kuliner Nusantara di dalam keluarganya." Psikolog wanita dan keluarga Anna Surti Ariani, Psi sebagai salah seorang pembicara yang hadir dalam talkshow menanggapi hal ini, "Seorang ibu memiliki pola asuh yang sangat khas, yang di dalam ilmu psikologi disebut dengan mothering. Ia memiliki kepekaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ayah, dengan mengandalkan keahliannya dalam memperhatikan segala sesuatu dengan lebih mendetail sehingga ia dapat mengenal dan memahami anggota keluarganya dengan lebih baik, termasuk perbedaan-perbedaan karakter di antara mereka. Di saat yang sama, ibu memiliki jiwa mengasuh (nurturance) yang sangat tinggi sehingga cenderung menyukai keteraturan dan keharmonisan di dalam keluarganya karena hal tersebut dapat memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarganya. Salah satu bentuk usaha ibu untuk menciptakan harmoni dalam keluarganya adalah dengan mewariskan hal-hal positif yang ia dapatkan dari generasinya yang terdahulu, misalnya warisan kuliner Nusantara." Hal tersebut dibenarkan oleh Sitta Manurung M.Si, seorang sosiolog makanan yang bekerja sebagai Redaktur Pelaksana Boga Majalah Femina, "Satu hal yang sangat penting adalah bahwa ibu memegang satu tanggung jawab yang sangat besar: yaitu mengharmonisasikan keluarganya dalam mencetak sebuah generasi yang mencintai identitas bangsa, termasuk dalam hal kuliner tentunya, karena hal ini adalah kekayaan bangsa. Ilmu sosiologi dalam hal ini mempelajari masalah power atau kekuatan, dan di dalam hal kuliner di rumah, ibu-lah yang memiliki power untuk menentukan apa yang tersaji di meja makan dibanding sosok laki-laki atau ayah. Untuk menentukan apa yang tersaji ini, Ibu akan melihat dari menu-menu apa yang disajikan oleh ibunya di masa kecilnya" Ternyata hal di atas juga dialami oleh Dian Nitami di dalam rumahtangganya. "Saya adalah penentu variasi makanan yang hadir di meja makan di rumah. Walaupun selera suami dan anak-anak kadang berbeda, saya punya siasat jitu untuk mengharmonisasikan perbedaan tersebut. Biasanya, saya menyajikan menu andalan warisan turun-temurun di keluarga saya. Pasti Anjas dan anak-anak langsung berebutan! Selain itu, saya juga sering mencari info terbaru mengenai tempat jajan yang oke, seru rasanya berpetualang kuliner bersama keluarga tercinta, " ujar Dian berbagi pengalamannya. Oleh karena itu, sangatlah pantas apabila Bango memberikan apresiasi terhadap peranan mulia para ibu Nusantara. Caranya sungguh istimewa, jika selama ini jajanan yang ada di FJB merupakan pilihan dari Bango, maka tahun ini Bango mengundang para ibu untuk menyuarakan jajanan favorit mereka untuk dihadirkan di FJB. Melalui serangkaian aktivitas yang akan diadakan di tiga kota peserta FJB, yaitu Jakarta, Surabaya dan Bandung dimana pemilihan di Jakarta akan berlangsung mulai Juni 2010. Para ibu dapat menyuarakan makanan tradisional favorit keluarga menggunakan piring sebagai medium pemilihan. Para ibu juga dapat menyuarakan pilihannya melalui fan page Festival Jajanan Bango di Facebook, @FesJajananBango di Twitter dan juga melalui SMS ke 0857 505 800000, dengan format FJB#nama#kota#pilihan makanan. Dari hasil suara terbanyak, Bango akan mencarikan legenda-legenda kuliner yang akan mewakili makanan tradisional favorit para ibu di FJB nanti. "Makanan tradisional sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseharian keluarga Indonesia. Ibu sebagai pakar kuliner keluarga-lah yang berjasa dalam mengenalkan dan mendekatkan warisan kekayaan bangsa ini kepada keluarganya. Festival Jajanan Bango 2010 merupakan sebuah sarana yang sangat tepat dalam mengakomodir peranan ibu tersebut, dimana melalui acara ini ibu dapat memberikan pengalaman kuliner terbaik bagi keluarga sekaligus mengajarkan dan mewariskan tradisi kuliner warisan Nusantara kepada generasi berikutnya. Selain itu, acara ini juga dapat semakin mengentalkan harmonisasi di dalam keluarga melalui cara yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga," ujar Memoria. Acara hari ini mencapai puncak kemeriahannya dalam prosesi peluncuran yang dipandu oleh brand ambassador Bango, Surya Saputra. Sebanyak 100 orang ibu dari berbagai komunitas di Jakarta dengan antusias mengikuti prosesi ini dengan menuliskan nama dan jajanan favorit di atas piring mereka masing-masing. Surya lalu mengajak para ibu untuk bersama-sama mendeklarasikan dukungan mereka terhadap kesuksesan FJB 2010. "Saya mengundang seluruh Ibu Nusantara di kota Jakarta, Surabaya, dan Bandung untuk berpartisipasi menyuarakan jajanan favorit mereka. Tahun ini, FJB adalah milik para ibu! Harapan saya, semoga serangkaian fasilitas dan aktivitas yang kami hadirkan untuk para ibu tahun ini dapat semakin mendorong kecintaan ibu dan keluarga terhadap kuliner warisan Nusantara," Surya menyimpulkan.
